RHK GMIM Jumat 18 September 2026
Filipi 2:8
(8) Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Keluarga kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Paulus menunjukkan bahwa inti ketuhanan Yesus Kristus tampak dalam kerelaan-Nya merendahkan diri hingga mengalami kematian di kayu salib.
Dalam kondisi sebagai manusia, Yesus Kristus memilih untuk merendahkan diri-Nya sendiri.
Kata etapeinosen dari akar kata tapeinoo yang berarti `merendahkan'.
Penting untuk dicatat bahwa tindakan merendahkan ini tidak dipaksakan oleh pihak lain.
Yesus Kristus sendiri yang secara aktif memilih jalan ini. Tidak ada kuasa, baik di surga, di bumi, maupun di bawah bumi yang mampu merendahkan-Nya.
Yesus Kristus sepenuhnya berinisiatif untuk menanggalkan kemuliaan-Nya.
Di sinilah letak perbedaan mendasar antara Yesus Kristus dan manusia, setiap bentuk merendahkan diri yang la alami merupakan keputusan pribadi yang lahir dari ketaatan-Nya.
Ciri khas utama hidup Yesus Kristus ialah kerendahan hati, ketaatan dan penyangkalan diri.
Yesus Kristus tidak ingin menguasai manusia, tetapi melayani mereka.
Ia tidak menginginkan kehendakNya sendiri, tetapi kehendak Bapa-Nya.
Bahkan Yesus Kristus tidak ingin meninggikan diri, tetapi merendahkan diri-Nya, menanggalkan seluruh kemuliaan-Nya demi manusia.
Ketaatan Yesus Kristus mencapai puncaknya pada kematian di kayu salib, sebagaimana ditegaskan dalam ungkapan 'bahkan sampai mati di kayu salib' (thanatou de staurou).
Hukuman salib saat itu merupakan bentuk penghukuman paling hina yang biasanya dikenakan pada budak atau orang merdeka dari kelas sosial paling rendah, khususnya yang bukan warga negara Romawi yang melaukan kejahatan luar biasa.
Meski demikian, Yesus Kristus memilih untuk menjalani hukuman ini karena kasih-Nya yang besar bagi umat manusia.
Keluarga kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Firman Tuhan Allah hari ini mengajarkan kepada kita bahwa ketaatan Yesus Kristus bukanlah ketaatan yang mudah.
Ia tidak hanya taat ketika segala sesuatu berjalan baik, tetapi tetap taat ketika harus menghadapi penderitaan, penolakan, penghinaaan bahkan kematian di kayu salib.
Ketaatan-Nya lahir dari kasih yang sempurna.
Teladan Yesus Kristus mengajarkan kepada kita bahwa ketaatan sejati diuji ketika kita harus berkorban.
Kiranya kita tetap memiliki komitmen yang teguh untuk melakukan kehendak Tuhan Allah apapun konsekuensinya.
Kita dipanggil untuk setia, taat kepada-Nya sampai akhir hidup, amin.
Doa: Ya Tuhan Allah, ajarlah kami untuk taat kepada-Mu bukan saja saat keadaan baik, tetapi juga ketika kami menghadapi kesulitan dan pengorbanan. Berikan kami kerendahan hati dan setia sampai akhir. Kami berdoa dalam nama Yesus Kristus. Amin
Baca Juga: MTPJ GMIM 13-19 September 2026, Filipi 2:1-11
Baca Juga: RHK GMIM Minggu 13 September 2026, Filipi 2:1-2 Ajakan Untuk Hidup Bersatu
Baca Juga: RHK GMIM Senin 14 September 2026, Filipi 2:3 Rendah Hati Dalam Relasi Dengan Sesama
Baca Juga: RHK GMIM Selasa 15 September 2026, Filipi 2:4 Memperhatikan Kepentingan Orang Lain
Baca Juga: RHK GMIM Rabu 16 September 2026, Filipi 2:5 Meneladani Pikiran Yesus Kristus
Baca Juga: RHK GMIM Kamis 17 September 2026, Filipi 2:6-7 Mengosongkan Diri dan Mengambil Rupa Seorang Hamba
Editor : Aprilia Sahari