Pnt Tommy Wagiu Meninggal Diduga Dianiaya, Panglima Panji Yosua Minta Jajaran Tetap Satu Komando

Angel Rumeen • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 20:42 WIB
Panglima Panji Yosua P/KB Sinode GMIM James Sumendap SH MH dan Kepala Staf Panji Yosua P/KB Sinode GMIM Pnt Franklin Sinjal SH MH.
Panglima Panji Yosua P/KB Sinode GMIM James Sumendap SH MH dan Kepala Staf Panji Yosua P/KB Sinode GMIM Pnt Franklin Sinjal SH MH. 
 
MANADOPOST.ID—Kasus meninggalnya Penatua (Pnt) Tommy Wagiu, pelayan jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Tasik Tiberias Sindulang Dua, menjadi perhatian Panji Yosua.

 

Tommy Wagiu meninggal setelah diduga menjadi korban tindakan kekerasan dan penganiayaan yang terjadi pada Kamis (10/11/2026) sekitar pukul 17.00 WITA.

 

Peristiwa tersebut terjadi di ruas Jalan Boulevard II, tepatnya di depan RM Dabu-Dabu Lemong, Kelurahan Sindulang, Kecamatan Tuminting, Kota Manado.

 

Sebagai organ pelayanan khusus kaum pria/bapa di lingkungan GMIM, Panji Yosua mengambil sikap tegas dengan meminta seluruh jajaran tetap tenang dan tidak melakukan tindakan di luar hukum.

 

Panglima Panji Yosua, James Sumendap, menyampaikan keprihatinan sekaligus duka cita mendalam atas meninggalnya Pnt Tommy Wagiu.

 

“Kita kehilangan seorang saudara dan seorang Pelayan Khusus. Karena itu, kita semua tentu merasa prihatin, sedih dan terluka,” ujar Sumendap, Minggu (13/11/2026).

 

Sumendap menegaskan kepada seluruh jajaran Panji Yosua GMIM di semua aras agar tidak terpancing oleh situasi yang berkembang.

 

Ia meminta anggota tetap berada dalam satu komando dan tidak mengambil tindakan sendiri, terlebih melakukan aksi main hakim sendiri.

 

“Kita hadir untuk menjaga dan melindungi, bukan untuk melakukan kekerasan, membawa semangat pelayanan, bukan kebencian demi menjaga wibawa GMIM, bukan memperkeruh keadaan,” tegasnya.

 

Menurut Sumendap, sikap tersebut penting agar keprihatinan atas meninggalnya seorang pelayan khusus tidak berkembang menjadi tindakan yang justru menimbulkan persoalan baru.

 

Panji Yosua, kata dia, harus tetap menunjukkan perannya sebagai bagian dari pelayanan gereja sekaligus menjaga ketertiban di tengah masyarakat.

 

Meski meminta seluruh anggota menahan diri, Sumendap memastikan Panji Yosua tidak akan tinggal diam terhadap peristiwa yang menyebabkan salah satu anggota gereja GMIM kehilangan nyawa.

 

Ia menegaskan, Panji Yosua akan mengawal penanganan kasus tersebut dengan tetap menghormati kewenangan aparat penegak hukum.

 

“Kita menghormati aparat penegak hukum, menghormati proses penyelidikan dan penyidikan dan menghormati asas praduga tak bersalah. Tetapi penghormatan terhadap proses hukum tidak berarti kita diam terhadap sebuah peristiwa kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa manusia,” katanya.

 

Sumendap juga memberikan batas yang jelas mengenai bentuk keterlibatan Panji Yosua dalam kasus tersebut.

 

“Saya ingin memberikan garis yang sangat jelas, Panji Yosua tidak akan mengambil alih tugas aparat penegak hukum. Panji Yosua tidak akan menjadi hakim jalanan. Panji Yosua tidak akan melakukan tindakan anarkis,” tegasnya.

 

Dengan sikap tersebut, Panji Yosua memilih mengawal proses hukum sekaligus memastikan keluarga korban mendapat dukungan di tengah suasana duka.

 

 

Sumendap secara khusus menyampaikan pesan kepada keluarga almarhum Pnt Tommy Wagiu.

 

Ia memastikan Panji Yosua P/KB GMIM akan tetap memberikan pendampingan dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.

 

“Kepada keluarga almarhum Pnt Tommy Wagiu, saya ingin menyampaikan, keluarga tidak sendiri. Panji Yosua P/KB GMIM turut merasakan dukacita yang mendalam,” ujarnya.

 

Ia juga mengajak keluarga dan seluruh warga GMIM untuk menyerahkan proses penanganan perkara kepada hukum serta tidak membalas kekerasan dengan kekerasan.

 

“Kami mendoakan agar Tuhan Yesus Kristus memberikan kekuatan, penghiburan dan keteguhan kepada keluarga. Kami percaya bahwa Tuhan melihat setiap air mata dan mengetahui setiap kebenaran. Karena itu, jangan membalas kejahatan dengan kejahatan,” katanya.

 

Sumendap berharap aparat penegak hukum dapat mengungkap secara terang perkara yang menyebabkan meninggalnya Pnt Tommy Wagiu.

 

“Serahkan pembalasan kepada Tuhan dan percayakan proses keadilan kepada hukum. Tuhan Yesus Kristus menyertai keluarga yang berduka, memberikan kekuatan kepada seluruh warga GMIM, dan memberikan hikmat kepada aparat penegak hukum dalam mengungkap kebenaran dan menegakkan keadilan,” tandasnya.(*)

Editor : Angel Rumeen
Panji Yosua James Sumendap