Bacaan dan Renungan untuk Orang Muda Katolik, Hari Jumat 18 September 2026

Fandy Gerungan • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 10:37 WIB
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir

Pekan Biasa ke XXIV (Warna Liturgi Hijau)

Bacaan I 1 Korintus 15:12-20

Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati?

Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.

Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.

Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan.

Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.

Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.

Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus.

Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.

Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur 17:1.6-7.8b.15

Doa Daud. Dengarkanlah, TUHAN, perkara yang benar, perhatikanlah seruanku; berilah telinga akan doaku, dari bibir yang tidak menipu.

Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku.

Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.

Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.

Bacaan Injil Lukas 8:1-3

Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,

dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat,

Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Salve sahabat muda katolik! kita punya banyak impian. Kita ingin berhasil dalam pendidikan, pekerjaan, relasi, pelayanan, keluarga, dan berbagai rencana masa depan. Tetapi perjalanan menuju impian itu tidak selalu mudah. 

Ada kegagalan, penolakan, patah hati, kehilangan arah, bahkan saat ketika kita merasa tidak cukup baik dibandingkan orang lain. Media sosial kadang membuat keadaan semakin berat. Kita melihat orang lain seolah-olah hidupnya sempurna. 

Ada yang sudah sukses, punya pekerjaan bagus, memiliki pasangan, sering bepergian, atau mencapai sesuatu yang kita inginkan. Tanpa sadar, kita mulai membandingkan hidup kita dengan hidup mereka.

Bacaan hari ini membawa kita kembali kepada pusat iman kita: Kristus yang bangkit. Kebangkitan Kristus bukan sekadar peristiwa masa lalu. Kebangkitan adalah sumber pengharapan bagi kita saat menghadapi kehidupan hari ini.

Artinya, kegagalan bukan akhir dari perjalanan. Jatuh dalam dosa bukan alasan untuk menjauh selamanya dari Tuhan. Patah hati bukan berarti kita tidak akan pernah mengalami kasih lagi. Kegagalan dalam studi atau pekerjaan bukan berarti masa depan kita selesai.

Bersama Kristus, selalu ada kesempatan untuk bangkit. Menariknya, Injil juga menunjukkan bahwa dalam perjalanan Yesus, ada banyak orang yang mengambil bagian. 

Ada para murid dan ada pula sejumlah perempuan yang dengan kemampuan serta apa yang mereka miliki ikut mendukung pelayanan Yesus.

Mereka mengajarkan sesuatu yang penting bagi orang muda: setiap orang punya peran dalam karya Tuhan. Tidak semua orang harus menjadi pemimpin. Tidak semua harus berdiri di depan altar. Tidak semua harus pandai berbicara atau tampil di depan banyak orang. 

Ada yang melayani melalui musik, ada yang mengurus kegiatan, ada yang menjadi teman bagi mereka yang sedang kesepian, ada yang membantu secara finansial, ada yang bekerja dalam diam, dan ada yang setia mendoakan.

Yang penting bukan seberapa besar peran kita di mata manusia, tetapi seberapa tulus kita mempersembahkan diri kepada Tuhan.

Kadang kita berpikir bahwa kita harus menunggu menjadi hebat terlebih dahulu baru bisa berguna bagi Gereja. Padahal Tuhan dapat menggunakan orang muda dengan segala keterbatasannya. Kita tidak harus sempurna untuk melayani. Kita hanya perlu bersedia.

Mungkin hari ini Tuhan sedang memanggil kita bukan untuk melakukan sesuatu yang luar biasa, tetapi untuk melakukan hal sederhana dengan kasih yang luar biasa.

Menjadi teman yang mau mendengarkan. Mengunjungi teman yang sedang sakit. Menguatkan seseorang yang hampir menyerah. Membantu keluarga di rumah. Terlibat dalam kegiatan OMK. Berani meminta maaf. Berhenti menyebarkan kebencian di media sosial. 

Atau kembali membuka hati kepada Tuhan setelah lama menjauh. Semua itu adalah bentuk pelayanan. Orang muda Katolik dipanggil bukan hanya untuk menjadi generasi yang memiliki banyak pengetahuan, tetapi juga generasi yang memiliki hati untuk melayani. 

Kita tidak hanya dipanggil untuk bertanya, Apa yang bisa saya dapatkan dari Gereja? Kita juga perlu bertanya, Apa yang bisa saya berikan kepada Tuhan dan sesama melalui hidup saya?

Kristus yang bangkit memberi kita keberanian untuk menjalani hidup dengan harapan. Kita mungkin belum mengetahui seperti apa masa depan kita. Tetapi kita tahu kepada siapa kita menyerahkan masa depan itu.

Karena itu, jangan takut menghadapi hidup. Jangan terlalu lama tinggal dalam kegagalan. Jangan membiarkan masa lalu menentukan seluruh masa depanmu.

Bangkitlah. Percayalah. Melangkahlah bersama Kristus. Dan ketika suatu hari ada orang lain yang sedang kehilangan harapan, jadilah pribadi yang membantu mereka bangkit. 

Sebab mungkin melalui kehadiranmu, senyummu, perhatianmu, dan pelayanan kecilmu, Tuhan sedang menunjukkan kepada seseorang bahwa hidup masih memiliki harapan.

Itulah semangat orang muda Katolik: bangkit karena Kristus bangkit, lalu membawa semangat kebangkitan itu kepada dunia. (*)

Editor : Fandy Gerungan
renungan katolik omk Renungan