MTPJ GMIM 20-26 September 2026, Yohanes 10:1–21, Aku Mengenal Domba-Domba-Ku Dan Domba-Domba-Ku Mengenal Aku

Clavel Lukas • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 13:06 WIB
Logo GMIM
Logo GMIM

MTPJ GMIM 20–26 SEPTEMBER 2026

TEMA BULANAN
“Gereja Melayani Berdasarkan Kasih Yesus Kristus Untuk Mewujudkan Keadilan, Kebenaran, Perdamaian dan Kesejahteraan Bangsa”

TEMA MINGGUAN
“AKU MENGENAL DOMBA-DOMBA-KU DAN DOMBA-DOMBA-KU MENGENAL AKU”

Bacaan: Yohanes 10:1–21

ALASAN PEMILIHAN TEMA 

Pelayanan penggembalaan merupakan bagian yang diatur dalam Tata Gereja GMIM dan dilaksanakan oleh diaken, penatua, guru agama dan pendeta. Tanggung jawab penggembalaan tidak berhenti pada keberadaan seorang pelayan sebagai pemimpin formal. Pelayan gereja dipanggil untuk sungguh-sungguh mengenal kehidupan anggota jemaat, termasuk pergumulan, kebutuhan dan potensi mereka.

Dalam kenyataan pelayanan, masih terdapat pelayan yang belum sepenuhnya menjalankan tanggung jawab sebagai gembala bagi warga jemaat. Perhatian dapat lebih banyak diberikan kepada urusan organisasi dan pembangunan fisik sehingga aspek penggembalaan kurang mendapatkan perhatian. Keadaan demikian dapat menimbulkan keresahan dan pergumulan serta menghambat pertumbuhan jemaat.

Yesus Kristus menjadi teladan Gembala sejati. Ia menjaga, melindungi dan merawat domba-domba-Nya sehingga mereka mengalami rasa aman dan perhatian. Atas dasar itulah perenungan minggu ini diarahkan pada tema “Aku Mengenal Domba-Domba-Ku Dan Domba-Domba-Ku Mengenal Aku.”

PEMBAHASAN TEKS ALKITAB

Pembahasan Teks Alkitab (Eksegese)

Menurut tradisi yang dijelaskan dalam MTPJ, Injil Yohanes berkaitan dengan komunitas Kristen di Asia Kecil yang menghadapi tekanan, baik dari orang Yahudi maupun mereka yang tidak percaya kepada Yesus Kristus. Dalam keadaan tersebut Injil Yohanes menegaskan identitas Yesus Kristus sebagai Firman Allah yang menjadi manusia. Tujuan penulisannya ialah menguatkan pembaca supaya percaya bahwa Yesus Kristus adalah Mesias dan Anak Allah serta memperoleh hidup kekal melalui iman kepada-Nya.

Yohanes 10:1–21 memperlihatkan hubungan yang sangat dekat antara Yesus Kristus dengan para pengikut-Nya. Hubungan itu digambarkan melalui relasi gembala dengan domba. Pada saat yang sama, Yesus memperlihatkan perbedaan antara Gembala sejati dengan gembala upahan yang meninggalkan domba ketika menghadapi bahaya.

Ayat 1–5. Yesus Kristus memakai gambaran gembala (poimēn) untuk menerangkan kepemimpinan yang penuh kasih dan tanggung jawab dalam menjaga, membimbing serta merawat domba. Pemimpin yang benar berbeda dengan pencuri dan perampok yang masuk dengan cara tidak sah. Gambaran tentang pintu menekankan keselamatan yang diperoleh melalui Yesus Kristus. Domba juga mengenal suara gembalanya dan tidak mengikuti suara asing. Relasi tersebut menggambarkan pengenalan yang erat antara Kristus dan orang-orang yang mengikuti-Nya.

Ayat 6–10. Gambaran tersebut dilanjutkan ketika Yesus menyatakan diri sebagai “pintu” (thyra). Melalui-Nya domba memperoleh jalan yang benar, aman dan keselamatan. Hal ini berlawanan dengan tindakan pencuri dan perampok yang merusak kehidupan domba. MTPJ menyoroti kata Yunani perissos, “berlimpah”, untuk menjelaskan bahwa hidup yang diberikan Yesus bukan sekadar keberlangsungan hidup, tetapi kehidupan yang penuh, berarti dan kekal.

Ayat 11–13. Penggembalaan Yesus Kristus berakar pada kasih dan pengorbanan. Sebutan “gembala yang baik” menunjukkan kualitas kebaikan yang utuh dalam menjalankan tanggung jawab terhadap domba. Gembala yang baik bahkan bersedia menyerahkan nyawa bagi domba-dombanya. Sebaliknya, seorang upahan bekerja karena upah dan dapat meninggalkan kawanan ketika ancaman datang. Perbedaannya terletak pada kasih, kesetiaan dan tanggung jawab.

Ayat 14–15. Bagian ini menjadi pusat tema perenungan. MTPJ menjelaskan kata Yunani ginōskō, yaitu pengenalan yang mendalam berdasarkan pengalaman dan kedekatan pribadi. Ketika Yesus mengatakan bahwa Ia mengenal domba-domba-Nya dan domba-domba-Nya mengenal Dia, yang dimaksud bukan sekadar mengetahui identitas. Ada relasi timbal balik yang ditandai kedekatan dan kepercayaan. Kedalaman relasi tersebut bahkan dibandingkan dengan pengenalan antara Yesus Kristus dan Bapa.

Ayat 16. Misi Yesus Kristus tidak terbatas pada satu kelompok. “Domba-domba lain” menunjuk kepada mereka yang berada di luar kandang tersebut, termasuk orang-orang non-Yahudi. Mereka pun akan dihimpun menjadi satu kawanan dengan satu Gembala. Dengan demikian, kepemimpinan dan perlindungan Kristus terbuka bagi semua bangsa yang percaya kepada-Nya.

Ayat 17–18. Yesus Kristus menyerahkan nyawa-Nya dengan kesadaran dan kerelaan. Pengorbanan itu bukan sesuatu yang terjadi karena keterpaksaan. MTPJ menghubungkannya dengan kata tithēmi, “menyerahkan”, untuk menekankan kehendak bebas dan tanggung jawab dalam tindakan pengorbanan Kristus. Hal ini menyatakan otoritas-Nya atas kehidupan dan kematian serta memberikan jaminan keselamatan kepada domba-domba-Nya.

Ayat 19–21. Pernyataan Yesus sebagai Gembala sejati menghasilkan beragam reaksi. Terjadi schisma, yaitu perpecahan atau perbedaan pendapat di antara para pendengar. Sebagian meragukan dan menolak Yesus, sementara yang lain melihat karya dan mujizat-Nya sebagai bukti tentang siapa Dia. Bagian ini memperlihatkan ketegangan antara iman dan penolakan. Pengenalan kepada Yesus sebagai Gembala sejati akhirnya menuntut respons: menerima kepemimpinan-Nya yang memberikan hidup atau tetap berada dalam keraguan dan penolakan.

MAKNA DAN IMPLIKASI FIRMAN

1. Hubungan pelayan gereja dengan jemaat harus didasarkan pada pengenalan dan kepedulian. Pelayanan tidak cukup dilakukan hanya melalui pelaksanaan tugas dan aturan. Pelayan perlu hadir di tengah kehidupan jemaat, memahami pergumulan serta kebutuhan mereka dan menunjukkan kasih secara nyata. Pelayanan penggembalaan dengan demikian merupakan relasi yang sehat dan terbuka yang membantu pertumbuhan iman bersama.

2. Dalam kehidupan post-modern yang semakin individualistis, pelayan gereja menghadapi tantangan untuk mempertahankan kedekatan dan kepercayaan dengan jemaat. Mengenal anggota jemaat tidak berarti hanya mengetahui namanya, tetapi memahami kehidupan, pergumulan dan kebutuhannya. Pola tersebut mengikuti teladan Yesus Kristus sebagai Gembala yang mengenal dan mempedulikan domba-domba-Nya.

3. Yohanes 10 juga memberikan peringatan terhadap model kepemimpinan seperti pencuri atau pekerja upahan. Pelayan yang hanya memikirkan kepentingan dirinya, tidak peduli terhadap jemaat dan meninggalkan mereka ketika persoalan datang akan menyebabkan jemaat merasa terabaikan, kehilangan rasa aman dan mengalami penurunan semangat serta kepercayaan.

4. Karena itu, seorang pemimpin atau pelayan gereja tidak seharusnya mengejar jabatan, kepentingan ekonomi ataupun sekadar menjalankan tugas sebagai formalitas. Pemimpin sejati meneladani Yesus Kristus, membangun kedekatan dengan jemaat, melayani secara tulus dan memperjuangkan kebaikan jemaat bagi kemuliaan Tuhan Allah.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI

Pokok diskusi dalam MTPJ diarahkan pada tiga persoalan: pemahaman terhadap pernyataan Yesus bahwa Ia mengenal domba-domba-Nya dan mereka mengenal-Nya berdasarkan Yohanes 10:1–21; faktor-faktor yang menyebabkan pelayan dan jemaat tidak saling mengenal atau peduli; serta langkah-langkah untuk membangun pelayanan gereja yang saling peduli satu sama lain.

NAS PEMBIMBING

Yehezkiel 34:16

POKOK-POKOK DOA

Pokok doa diarahkan kepada para pemimpin dan pelayan gereja agar mampu mengikuti teladan Yesus Kristus dalam mengenal dan mempedulikan jemaat; agar gereja menjadi persekutuan yang hangat, terbuka dan penuh kasih; serta agar setiap pelayan gereja menjalankan pelayanan dengan ketulusan dan tanggung jawab.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN

HARI MINGGU BENTUK III

NYANYIAN YANG DIUSULKAN

Panggilan Beribadah: NKB No. 1 “Hai Kristen Nyanyilah”

Nas Pembimbing: KJ No. 415 “Gembala Baik Bersuling Nan Merdu”

Pengakuan Dosa: KJ No. 25 “Ya Allahku, Di Cahya-Mu”

Pemberitaan Anugerah Allah: PKJ No. 256 “Gembala Yang Baik”

Persembahan: KJ No. 407 “Tuhan, Kau Gembala Kami”

Nyanyian Penutup: NNBT No. 35 “Tuhan Kau Gembala Yang Baik”

ATRIBUT

Warna Dasar Hijau dengan simbol Salib dan Perahu di atas Gelombang.

Editor : Clavel Lukas
mtpj hari ini mtpj gmim MTPJ GMIM