RHK GMIM Senin 28 September 2026, 1 Timotius 3:2-3 Penilik Jemaat Haruslah Orang Yang Tak Bercacat

Aprilia Sahari • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 10:22 WIB
Logo GMIM
Logo GMIM

RHK GMIM Senin 28 September 2026

1 Timotius 3:2-3

(2) Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang, 
(3) bukan peminum, bukan pemarah melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang,

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, 
Paulus menetapkan kualifikasi seorang penilik jemaat oleh haruslah seorang yang tak bercacat (1 Tim. 3:2). 

Menunjukkan bahwa pemimpin gereja ditununtut integritas moral dan spiritual yang tinggi. 

Istilah 'tak bercacat' (anepiléptos) berarti tidak dapat disalahkan secara etis dan hukum.

Paulus menjelaskan bahwa seorang penilik harus menunjukkan kehidupan yang saleh: setia dalam pernikahan ("suami dari satu isteri"), mengendalikan diri, bijaksana, sopan dan mampu mengajar.

Ia juga harus memiliki kasih praktis (suka memberi tumpangan) dan menjauhi karakter buruk seperti pemarah, peminum
atau hamba uang. 

Pokok-pokok teologinya mencakup: (1) Kepemimpinan dimulai dari karakter, bukan hanya kemampuan; (2) Pelayanan adalah keteladanan hidup, bukan hanya jabatan; (3) Karakter pemimpin mencerminkan kesaksian Yesus Kristus di tengah jemaat dan masyarakat. 

Maka, menjadi penilik berarti menjadi teladan kekudusan dan kasih, bukan kekuasaan.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, 
Prinsip ini sangat relevan bagi setiap keluarga Kristen, sebab rumah tangga adalah tempat pertama dan utama di mana integritas rohani diuji dan dibentuk. 

Seorang suami dipanggil untuk menjadi pemimpin yang setia, 'suami dari satu isteri', mencerminkan kesetiaan dalam pernikahan, kasih yang mengayomi dan kepemimpinan yang bertanggung jawab. 

Istri juga mendukung melalui keteladanan, kerendahan hati dan peran aktif dalam membangun rumah tangga yang takut akan Tuhan Allah. 

Bersama-sama, orangtua harus menjadi teladan dalam penguasaan diri, bijaksana dalam mendidik anak dan sopan dalam tutur kata serta tindakan.

Sikap seperti tidak pemarah, tidak hamba uang dan menjadi pribadi yang peramah dan pendamai sangat dibutuhkan dalam dinamika keluarga sehari-hari. 

Rumah yang demikian akan menjadi tempat di mana anak-anak belajar kasih, hormat dan hidup dalam kebenaran. 

Sebagai keluarga Kristen kita diajak untuk menjalankan prinsip-prinsip ini. 

Setiap keluarga Kristen bukan hanya membentuk pemimpin yang tak bercacat di masa depan, tetapi juga menjadi saksi Yesus Kristus yang hidup di tengah masyarakat dan wadah pembentukan rohani yang sehat bagi generasi penerus Gereja. 

Doa: Ya Tuhan Allah, bentuklah kami menjadi keluarga yang tak bercacat di hadapan-Mu. Berilah kami kasih dan hikmat agar hidup kami memuliakan nama-Mu. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin.

Baca Juga: MTPJ GMIM 27 Sep-3 Okt 2026 1 Timotius 3:1-13 Diuji Dahulu Baru Di Tetapkan Dalam Pelayanan

Baca Juga: RHK GMIM Minggu 27 September 2026, 1 Timotius 3:1 Jabatan Penilik Pekerjaan Yang Indah

Editor : Aprilia Sahari
RHK GMIM Senin 28 September 2026 RHK GMIM Renungan GMIM