RHK GMIM Kamis 1 Oktober 2026
1 Timotius 3:8-9
(8) Demikian juga diaken-diaken haruslah orang terhormat, jangan bercabang lidah, jangan penggemar anggur, jangan serakah,
(9) melainkan orang yang memelihara rahasia iman dalam hati nurani yang suci.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Rasul Paulus menekankan standar moral dan spiritual bagi para diaken sebagai pelayan dalam gereja.
Seorang diaken haruslah terhormat, jujur dan tidak munafik.
Ia tidak boleh bercabang lidah.
Ia juga tidak boleh menjadi penggemar anggur atau serakah, sebab keduanya merusak integritas pelayanan.
Lebih dalam lagi, seorang diaken harus memelihara rahasia iman, ajaran iman Kristen yang kudus dengan hati nurani yang suci.
Harus Terhormat (Semnous) bahasa Yunani: (semnous).
Kata ini berarti bermartabat, serius, mulia dan layak dihormati.
Seorang diaken tidak boleh berperilaku kekanak-kanakan, sembrono atau suka bermain-main dengan hal-hal yang kudus.
Karakter mereka harus menimbulkan rasa segan dan rasa hormat yang alami dari orang-orang di sekitarnya karena kedewasaan hidup mereka.
Jangan Bercabang Lidah (Mé Dilogous) artinya 'tidak berbicara dua kali' (di = dua, logos = perkataan).
Seorang diaken tidak boleh menjadi orang yang bermuka dua atau munafik, mengatakan hal yang berbeda kepada orang yang berbeda demi keuntungan pribadi.
Sebagai pelayan yang mengunjungi rumah-rumah jemaat, mereka harus menjaga rahasia, tidak boleh bergosip dan perkataannya harus selalu jujur serta konsisten.
Diaken harus berakar pada iman yang murni dan hati yang bersih di hadapan Tuhan Allah.
Pokok teologinya menegaskan bahwa pelayan Tuhan Allah harus memiliki karakter yang utuh, terlihat dalam tindakan dan murni dalam hati, agar pelayanannya berkenan kepada Tuhan Allah dan menjadi kesaksian bagi jemaat.
Oleh karena tugas diaken bersentuhan langsung dengan jemaat (mengunjungi rumah, mengelola keuangan, dan mengelola logistik), mereka wajib memiliki integritas moral yang sangat tinggi.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Sebagai keluarga Kristen kita diajak untuk berkata jujur kepada pasangan dan anak-anak, serta menjadi teladan dalam perkataan yang membangun.
Tidak serakah dan tidak penggemar anggur bisa diterapkan sebagai hidup yang tidak diperbudak oleh harta, hiburan atau kebiasaan buruk lainnya yang merusak relasi dan fokus hidup rohani.
Yang terutama, setiap anggota keluarga dipanggil untuk memelihara rahasia iman dengan hati nurani yang suci.
Artinya, hidup dalam kesetiaan kepada Tuhan Allah, dengan kesadaran moral yang terlatih oleh firman dan kejujuran dalam iman.
Ketika hal ini menjadi dasar dalam rumah tangga, keluarga menjadi tempat pertumbuhan rohani yang sehat, maka keluarga kita akan menjadi terang Yesus Kristus yang terpancar dari dalam ke lingkungan sekitar dan menjadi berkat.
Doa : Ya Tuhan Allah, jadikanlah kami pelayan-pelayan-Mu yang terhormat, jujur dan murni hati. Tolong kami memelihara iman dengan hati nurani yang suci, baik di rumah maupun di gereja. Di dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
Baca Juga: MTPJ GMIM 27 Sep-3 Okt 2026 1 Timotius 3:1-13 Diuji Dahulu Baru Di Tetapkan Dalam Pelayanan
Baca Juga: RHK GMIM Minggu 27 September 2026, 1 Timotius 3:1 Jabatan Penilik Pekerjaan Yang Indah
Baca Juga: RHK GMIM Senin 28 September 2026, 1 Timotius 3:2-3 Penilik Jemaat Haruslah Orang Yang Tak Bercacat
Baca Juga: RHK GMIM Selasa 29 September 2026,1 Timotius 3:4-5 Kepalai Keluarga Yang Baik, Dapat Mengurus Jemaat
Baca Juga: RHK GMIM Rabu 30 September 2026, 1 Timotius 3:6-7
Editor : Aprilia Sahari