Kitab Hakim-Hakim 3–4 memperlihatkan bagaimana bangsa Israel berulang kali mengalami siklus yang sama.
Ketika mereka hidup menurut kehendak Tuhan, mereka menikmati pertolongan-Nya. Namun ketika mereka meninggalkan Tuhan dan melakukan apa yang jahat, mereka mengalami penindasan.
Dalam keadaan tertekan, mereka berseru kepada Tuhan, dan Tuhan membangkitkan seorang hakim untuk menyelamatkan mereka.
Dalam Hakim-Hakim 3, kita melihat Otniel, Ehud, dan Samgar dipakai Tuhan untuk membebaskan Israel. Kemudian dalam Hakim-Hakim 4, Tuhan memakai Debora dan Barak untuk menghadapi Sisera dan tentara Yabin, raja Kanaan.
Hal yang menarik adalah Tuhan tidak selalu memakai orang dengan cara yang kita bayangkan. Tuhan dapat memakai siapa saja yang bersedia taat kepada-Nya.
Tuhan Mendengar Seruan Umat-Nya
Bangsa Israel kembali melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Akibatnya, mereka diserahkan kepada musuh dan mengalami tekanan. Namun ketika mereka berseru kepada Tuhan, Tuhan tidak mengabaikan mereka.
Hakim-Hakim 3 menunjukkan bahwa Tuhan membangkitkan Otniel sebagai penyelamat bagi Israel. Roh Tuhan turun atas Otniel sehingga ia memperoleh kekuatan untuk memimpin bangsa itu menghadapi musuh.
Ini mengingatkan kita bahwa pertolongan Tuhan bukan sekadar berasal dari kekuatan manusia. Ketika Tuhan memberikan tugas, Dia juga memberikan pertolongan dan kemampuan yang diperlukan.
Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin ada masa ketika kita merasa berada dalam tekanan, menghadapi persoalan keluarga, pekerjaan, pelayanan, ekonomi, atau pergumulan pribadi. Jangan hanya mengandalkan kekuatan sendiri. Belajarlah datang kepada Tuhan dan berseru kepada-Nya.
Tuhan mendengar doa umat-Nya.
Tuhan Memakai Orang yang Bersedia
Hakim-Hakim 4 menghadirkan seorang perempuan bernama Debora. Ia adalah seorang nabiah yang menjadi hakim bagi Israel. Debora menyampaikan perintah Tuhan kepada Barak untuk maju menghadapi Sisera.
Barak kemudian meminta Debora untuk ikut bersamanya. Debora bersedia pergi.
Kisah ini memperlihatkan bahwa keberanian dalam menjalankan kehendak Tuhan tidak selalu berarti kita tidak memiliki rasa takut. Keberanian berarti kita tetap melangkah karena percaya bahwa Tuhan menyertai.
Debora tidak menjadi kuat karena dirinya sendiri. Ia berdiri dalam panggilan Tuhan.
Demikian juga dalam kehidupan kita. Jangan berpikir bahwa Tuhan hanya dapat memakai orang-orang tertentu. Tuhan dapat memakai orang yang sederhana, keluarga biasa, pekerja, anak muda, orang tua, laki-laki maupun perempuan, selama hidupnya mau diserahkan kepada Tuhan.
Yang Tuhan cari bukan kesempurnaan manusia, tetapi hati yang mau taat.
Jangan Takut Melangkah
Barak menghadapi pasukan Sisera yang memiliki kekuatan besar. Secara manusia, situasi tersebut tentu bukan sesuatu yang mudah.
Namun Debora berkata kepada Barak untuk maju karena Tuhan telah berjalan di depan mereka.
Pelajaran penting dari bagian ini adalah jangan membiarkan besarnya masalah membuat kita melupakan besarnya Tuhan.
Sering kali kita melihat persoalan terlebih dahulu sebelum melihat Tuhan. Kita melihat keterbatasan diri sebelum melihat kuasa Roh Kudus. Kita melihat besarnya tantangan sebelum mengingat bahwa Tuhan menyertai kita.
Padahal ketika Tuhan memberikan panggilan, kita tidak dipanggil untuk berjalan sendirian.
Roh Kudus memberikan keberanian, hikmat, kekuatan, dan pertolongan supaya kita mampu melakukan kehendak Tuhan.
Tuhan Dapat Memakai Kita di Tengah Keadaan Sulit
Kisah dalam Hakim-Hakim 3–4 juga mengajarkan bahwa keadaan sulit tidak selalu berarti Tuhan meninggalkan kita.
Israel mengalami penindasan, tetapi Tuhan tetap bekerja. Bahkan di tengah keadaan yang sulit, Tuhan membangkitkan orang-orang untuk menjadi alat pembebasan.
Kadang-kadang kita bertanya, "Mengapa Tuhan mengizinkan saya mengalami keadaan seperti ini?"
Namun bisa saja di tengah keadaan tersebut Tuhan sedang membentuk iman, keberanian, ketekunan, dan ketaatan kita.
Jangan hanya bertanya, "Mengapa ini terjadi?"
Belajarlah juga bertanya, "Tuhan, apa yang Engkau ingin saya lakukan dalam keadaan ini?"
Pertanyaan tersebut mengubah cara kita menghadapi persoalan. Kita tidak lagi hanya melihat masalah, tetapi mulai mencari kehendak Tuhan.
Roh Kudus Memberikan Kekuatan
Sebagai orang percaya dan bagian dari kehidupan Pantekosta, kita percaya bahwa Roh Kudus bekerja dalam kehidupan umat Tuhan.
Kisah Otniel mengingatkan bahwa keberhasilan dalam menjalankan tugas dari Tuhan bukan semata-mata karena kemampuan manusia. Roh Tuhan memberikan kekuatan.
Demikian pula kita membutuhkan Roh Kudus setiap hari.
Kita membutuhkan Roh Kudus ketika harus mengambil keputusan. Kita membutuhkan Roh Kudus ketika menghadapi tekanan. Kita membutuhkan Roh Kudus ketika melayani. Kita membutuhkan Roh Kudus ketika menghadapi orang yang sulit. Bahkan dalam perkara sederhana sekalipun, kita membutuhkan tuntunan-Nya.
Jangan mengandalkan kekuatan sendiri.
Mintalah Roh Kudus memenuhi hati kita dengan keberanian, hikmat, kasih, dan keteguhan untuk melakukan kehendak Tuhan.
Aplikasi dalam Kehidupan
1. Datang kepada Tuhan ketika menghadapi tekanan.
Jangan menjauh dari Tuhan ketika masalah datang. Justru jadikan keadaan sulit sebagai kesempatan untuk semakin dekat kepada-Nya.
2. Percayalah bahwa Tuhan dapat memakai hidup kita.
Jangan merasa terlalu kecil, terlalu sederhana, atau tidak memiliki kemampuan. Jika Tuhan memanggil, Dia sanggup memperlengkapi.
3. Berani melangkah dalam ketaatan.
Kita tidak perlu mengetahui seluruh perjalanan sebelum mulai melangkah. Yang penting adalah mengetahui bahwa Tuhan menyertai.
4. Jangan mengandalkan kekuatan sendiri.
Mintalah pertolongan Roh Kudus setiap hari. Kekuatan manusia terbatas, tetapi pertolongan Tuhan tidak terbatas.
5. Jadilah alat Tuhan bagi orang lain.
Tuhan dapat menggunakan kehidupan kita untuk menguatkan keluarga, teman, jemaat, rekan kerja, dan orang-orang yang sedang mengalami pergumulan.
Hakim-Hakim 3–4 mengingatkan kita bahwa Tuhan adalah Allah yang mendengar seruan umat-Nya dan sanggup membangkitkan orang-orang untuk menjadi alat-Nya.
Otniel, Ehud, Samgar, Debora, dan Barak memiliki peran yang berbeda, tetapi mereka dipakai Tuhan dalam keadaan dan cara yang berbeda pula.
Karena itu, jangan takut ketika Tuhan memberikan tanggung jawab kepada kita. Jangan merasa tidak mampu. Jangan melihat besarnya persoalan lebih besar daripada kuasa Tuhan.
Tuhan yang memanggil adalah Tuhan yang memperlengkapi. Tuhan yang mengutus adalah Tuhan yang menyertai.
Hari ini, mari membuka hati untuk Roh Kudus dan berkata:
"Tuhan, pakailah hidup saya. Berikan saya keberanian untuk taat, hikmat untuk mengambil keputusan, dan kekuatan untuk melakukan kehendak-Mu."
Ayat Kunci
Hakim-Hakim 3:10
"Roh TUHAN menghinggapi dia dan ia menghakimi orang Israel. Ia maju berperang, lalu TUHAN menyerahkan Kusyan-Risyataim, raja Aram, ke dalam tangannya, sehingga ia mengalahkan Kusyan-Risyataim."
Doa Penutup
Tuhan Yesus, kami bersyukur untuk firman-Mu hari ini. Ajarlah kami untuk tetap percaya kepada-Mu dalam setiap keadaan. Ketika kami menghadapi tekanan dan persoalan, mampukan kami untuk datang kepada-Mu dan tidak mengandalkan kekuatan kami sendiri.
Roh Kudus, penuhi hidup kami. Berikan keberanian untuk melangkah, hikmat untuk mengambil keputusan, kekuatan untuk menghadapi setiap tantangan, dan hati yang selalu taat kepada kehendak Tuhan.
Pakailah hidup kami menjadi berkat bagi keluarga, gereja, dan orang-orang di sekitar kami. Biarlah melalui kehidupan kami, nama Tuhan dipermuliakan.
Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa dan mengucap syukur. Amin (*)
Editor : Deiby Rotinsulu