RHK GMIM Kamis 15 Oktober 2026
Manusia Melihat Apa Yang Di Depan Mata, Tuhan Melihat Hati
1 Samuel 16:6-7
(6) Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya: "Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya."
(7) Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Ketika memilih Pelayan Khusus di jemaat, kita seringkali hanya fokus pada aspek-aspek yang terlihat di luar.
Penilaian kita sering didasarkan pada seberapa kaya, kemampuan berbicara, penampilan yang menarik atau latar belakang keluarga yang mengesankan.
Kita dengan mudah berpikir inilah orang yang tepat.
Situasi serupa juga dialami oleh Samuel ketika ia melihat Eliab.
Ia yakin, "Sungguh, di hadapan Tuhan sekarang berdiri yang diurapi-Nya."
Namun, Tuhan Allah mengoreksi persepsinya.
Dia tidak memandang seperti manusia.
Bagi-Nya, yang terpenting bukanlah wajah atau postur fisik, melainkan hati yang tulus dan setia kepada-Nya.
Keluarga Kristen yang terkasih dan diberkati oleh Tuhan Yesus,
Firman Tuhan Allah dalam hari ini menyatakan, "Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."
Ayat ini bukan hanya menjadi teguran terhadap penilaian manusia, tetapi juga undangan untuk menyelaraskan pandangan kita dengan perspektif Tuhan Allah.
Bahkan Samuel, yang adalah seorang nabi, hampir salah dalam penilaian karena berfokus pada penampilan luar.
Pemilihan pelayan Tuhan Allah bukan hanya berkaitan dengan pengalaman atau kemampuan, tetapi juga mengenai hati yang murni di hadapan Tuhan Allah.
Seseorang mungkin tampak sempurna secara fisik, tetapi Tuhan Allah mencari orang yang memiliki integritas batin yang sejati untuk melayani sesuai dengan kehendak-Nya.
Keluarga Kristen yang terkasih dan diberkati oleh Tuhan Yesus
Saat kita memilih Pelayan Khusus, mari kita merenungkan apakah kita menilai berdasarkan standar dunia atau dengan iman?
Tuhan Allah tidak mencari mereka yang terlihat hebat di mata manusia, melainkan mereka yang memiliki hati dan jiwanya rela dipersembahkan untuk-Nya.
Tuhan Allah menolak Eliab yang tampak layak, menunjukkan cara pandang Tuhan Allah yang tidak sama dengan cara pandang Samuel.
Dalam doa, mintalah kepekaan untuk melihat seperti Tuhan Allah melihat.
Sehingga penilaian kita bukanlah seberapa menonjol seseorang di mata manusia, melainkan seberapa tulus ia mengasihi dan menaati Tuhan Allah dalam setiap pelayanannya.
Doa : Ya Tuhan Allah, ajar kami untuk melihat seperti Engkau melihat tidak hanya apa yang tampak secara fisik, tetapi juga hati yang tulus dan penuh ketaatan. Bentuklah hati kami agar menjadi layak di hadapan-Mu dan siap untuk digunakan demi kemuliaan-Mu. Dalam nama Yesus Kristus. Amin
Editor : Aprilia Sahari