RHK GMIM Kamis 22 Oktober 2026
2 Petrus 1:10-11
(10) Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
(11) Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Panggilan merupakan undangan dari Tuhan Allah untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya.
Dia ingin orang yang dipanggilNya menjawab panggilan itu dengan sungguh dan setia.
Dia tidak pernah memanggil dan memilih orang yang sempuma untuk dipakaiNya, melainkan siapa saja yang Dia mau untuk menjadi rekan sekerjaNya.
Kebanyakan tokoh dalam Alkitab yang dipanggil Tuhan Allah adalah orang-orang yang "jahat" di mata dunia, penuh dengan kelemahan, keterbatasan bahkan melakukan dosa besar namun tetap dipilih dan dipakai oleh Tuhan Allah secara luar biasa.
Beberapa tokoh Alkitab yang dimaksud misalnya Musa seorang pemarah, pernah membunuh orang Mesir dan tidak pandai bicara.
Paulus, seorang penganiaya orang Kristen, Daud, pernah berzinah dan membunuh Uria.
Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan Allah tidak mencari orang yang sempurna.
Justru dalam kelemahan dan ketidaksempurnaan manusialah, Dia ingin menyatakan kuasa dan kemuliaan-Nya.
Namun, Tuhan Allah ingin agar orang yang dipanggil-Nya sungguh-sungguh berusaha menjaga panggilan itu dengan taat dan setia.
Ibarat kepercayaan, orang yang diberi kepercayaan terhadap sesuatu harus berusaha menjaga kepercayaan itu agar tidak hilang.
Kepercayaan sangat mahal harganya karena itu sama halnya dengan menguji mental, karakter dan spiritual kita.
Jika kita melakukan kesalahan dan kepercayaan hilang maka itu tidak akan pernah kembali.
Begitupun dengan panggilan dan pemilihan Tuhan Allah kepada kita, harus berusaha dengan sungguh, dijaga agar makin teguh dan kokoh.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Menjaga panggilan Tuhan Allah memang tidak mudah.
Ketika kita dipanggil untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan Tuhan Allah dalam pelayanan, ada begitu banyak tantangan, cobaan dan godaan dunia yang menghadang.
Cobaan dan godaan yang datang silih berganti dengan berbagai bentuk dan situasi bisa membuat kita tersandung dan jatuh.
Karena itu, membutuhkan komitmen, iman yang kuat, ketaatan dan kesetiaan dalam melayani Tuhan Allah.
Keluarga adalah kekuatan dalam memberi semangat, topangan dan motivasi dalam melakukan pekerjaan pelayanan.
Suami melengkapi istri dan istri melengkapi suami dalam pelayanan.
Anak-anak menjadi semangat orangtua dalam melayani.
Keluarga menjadi tim kerja yang baik untuk saling memberi penguatan ketika pelayanan terasa berat.
Peran keluarga dalam pelayanan bukan hanya sekedar menjadi pendukung saja melainkan fondasi utama dari pelayanan sejati.
Karena itu tetaplah fokus pada panggilan kita, berdoa dan terus berusaha menjaga panggilan dan pilihan agar makin teguh. Amin
Doa: Ya Tuhan Allah, berikanlah kami kekuatan dan kemampuan untuk berusaha menjaga panggilan dan pilihan kami agar semakin teguh dan kokoh. Dalam nama Yesus Kristus, Amin
Editor : Aprilia Sahari