Bacaan dan Renungan untuk Orang Muda Katolik, Hari Rabu 21 Oktober 2026

Fandy Gerungan • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:13 WIB
Perjamuan Malam Terakhir
Perjamuan Malam Terakhir

Pekan Biasa ke XXIX (Warna Liturgi Hijau)

Bacaan I Efesus 3:2-12

memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu,

yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat.

Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus,

yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus,

yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.

Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya.

Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu,

dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu,

supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga,

sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya.

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan Yesaya 12:2-3.4bcd.5-6

Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gementar, sebab TUHAN ALLAH itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku."

Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.

Pada waktu itu kamu akan berkata: "Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya, beritahukanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah, bahwa nama-Nya tinggi luhur!

Bermazmurlah bagi TUHAN, sebab perbuatan-Nya mulia; baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi!

Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!"

Bacaan Injil Lukas 12:39-48

Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.

Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan."

Kata Petrus: "Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?"

Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?

Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.

Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk,

maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia.

Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan.

Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut."

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Salve sahabat muda katolik, pernahkah kita berkata dalam hati, masih ada waktu untuk berubah, nanti saja berdoa dengan lebih sungguh-sungguh, nanti saja meminta maaf, atau nanti saja membantu teman yang sedang kesulitan? 

Kita sering merasa bahwa kesempatan untuk melakukan sesuatu yang baik akan selalu ada. Akibatnya, kita terbiasa menunda hal-hal penting, termasuk dalam kehidupan iman kita.

Bacaan Kitab Suci hari ini mengajak kita untuk menyadari bahwa hidup adalah anugerah sekaligus tanggung jawab. Tuhan telah memberikan banyak hal kepada kita.  

Mulai dari bakat, pendidikan, keluarga, sahabat, hingga kesempatan untuk berkembang. Semua itu bukan hanya untuk dinikmati bagi kepentingan diri sendiri, tetapi juga untuk digunakan demi kebaikan sesama.

Dalam bacaan pertama, Rasul Paulus menyadari bahwa tugas mewartakan Injil merupakan anugerah besar dari Allah. Ia tidak menyimpan kabar keselamatan itu untuk dirinya sendiri, tetapi membagikannya kepada semua orang. 

Dari Paulus, kita belajar bahwa iman bukan sekadar sesuatu yang kita miliki secara pribadi. Iman harus tampak melalui cara kita hidup dan memperlakukan orang lain.

Sebagai orang muda Katolik, kita pun dipanggil untuk menjadi pembawa kasih Kristus. Kita dapat melakukannya melalui hal-hal sederhana, seperti menghibur teman yang sedang sedih. 

Menghargai orang tua, tidak ikut menyebarkan gosip, berani membela teman yang dirundung, dan tetap jujur meskipun kejujuran itu terasa sulit.

Di tengah kehidupan anak muda yang dekat dengan media sosial, kita juga perlu bertanya: apakah kehadiran kita di dunia digital membawa kebaikan atau justru melukai orang lain? 

Apakah kita menggunakan kemampuan dan pengaruh yang kita miliki untuk membangun sesama, atau hanya mencari perhatian dan pengakuan?

Injil hari ini mengajak kita untuk selalu siap menyambut kedatangan Tuhan. Kesiapan itu bukan berarti kita harus hidup dalam ketakutan, melainkan belajar menjadi pribadi yang bertanggung jawab setiap hari. 

Yesus mengajarkan bahwa orang yang dipercaya harus menjalankan tugasnya dengan setia, sekalipun tidak ada orang yang mengawasinya.

Hal ini sangat dekat dengan kehidupan kita. Kesetiaan seorang pelajar terlihat ketika ia belajar dengan jujur, bukan ketika guru sedang mengawasi. Kesetiaan seorang sahabat terlihat ketika ia tetap hadir saat temannya mengalami kesulitan, bukan hanya ketika semuanya menyenangkan. 

Kesetiaan dalam pelayanan Gereja terlihat ketika kita melayani dengan tulus, bukan sekadar ingin dipuji atau dikenal banyak orang.

Terkadang, kita mudah bersemangat ketika baru memulai sesuatu, tetapi perlahan kehilangan komitmen ketika menghadapi kesulitan. Kita ingin menjadi pribadi yang baik, tetapi masih mudah terbawa pergaulan yang buruk. 

Kita ingin dekat dengan Tuhan, tetapi sering kali doa dan kehidupan rohani justru menjadi hal yang paling mudah kita abaikan.

Tuhan tidak meminta kita menjadi sempurna dalam sekejap. Ia mengundang kita untuk terus bertumbuh, berani mengakui kesalahan, memperbaiki diri, dan setia melakukan kebaikan meskipun kecil. 

Yang terpenting bukanlah seberapa hebat kita terlihat di hadapan orang lain, melainkan seberapa tulus kita menjalani hidup di hadapan Tuhan.

Yesus juga mengingatkan bahwa semakin banyak yang dipercayakan kepada kita, semakin besar tanggung jawab kita. Jika kita memiliki kecerdasan, gunakanlah untuk membantu orang lain. Jika kita memiliki kemampuan memimpin, jadilah pemimpin yang melayani. 

Jika kita memiliki banyak teman, jadilah pribadi yang membawa pengaruh positif. Jangan sampai anugerah yang seharusnya menjadi berkat justru digunakan untuk menyombongkan diri atau merendahkan orang lain.

Teman-teman muda yang terkasih, Jangan menunggu sampai kita dewasa untuk mulai hidup dalam kekudusan. Jangan menunggu sampai memiliki banyak uang untuk berbagi. 

Jangan menunggu sampai menjadi pengurus Gereja untuk melayani. Dan jangan menunggu sampai kehilangan seseorang untuk belajar menghargai kehadirannya.

Mulailah dari hari ini. Berdoalah dengan lebih sungguh-sungguh, berdamailah dengan orang yang pernah kita sakiti, gunakan media sosial dengan bijaksana, dan lakukan tanggung jawab kita dengan jujur. 

Hal-hal sederhana yang dilakukan dengan kasih dapat menjadi tanda nyata kehadiran Tuhan di tengah dunia.

Mari kita menjadikan masa muda bukan hanya waktu untuk mengejar cita-cita dan kesenangan, tetapi juga kesempatan untuk membangun iman dan karakter. 

Kita tidak tahu berapa banyak waktu yang masih kita miliki, tetapi kita selalu dapat memilih untuk menggunakan hari ini dengan lebih baik.

Semoga kita menjadi orang muda Katolik yang tidak hanya pandai berbicara tentang iman, tetapi juga berani mewujudkannya dalam tindakan. Dengan demikian, ketika Tuhan menjumpai kita. 

Ia mendapati kita sebagai pribadi yang setia, bertanggung jawab, dan sungguh-sungguh mengasihi-Nya melalui sesama.

Jangan menunda menjadi pribadi yang lebih baik. Tuhan telah mempercayakan hari ini kepada kita. Mari gunakan hari ini untuk mengasihi, melayani, dan menjadi berkat bagi orang lain. (*)

Editor : Fandy Gerungan
renungan katolik omk Renungan