Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

PDAM Tomohon Disorot, Tomas Sebut Banyak "Kebocoran"

Julius Laatung • Minggu, 16 Mei 2021 | 19:24 WIB
PDAM Kota Tomohon
PDAM Kota Tomohon
MANADOPOST.ID---Performa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tomohon disebut banyak terjadi kebocoran. Lebih khusus lagi, dalam hal operasional pengumpulan retribusi pelanggan di Kota Sejuk. Dikatakan Tokoh Masyarakat (Tomas) Kota Tomohon Yongkie Sumual, usai melakukan investigasi dan penelusuran berdasarkan fakta dan data di lapangan. Dirinya menyebut, ada indikasi oknum-oknum penagih retribusi bulanan di PDAM.       "Dari hasil investigasi, ada info menyebut jika gaji oknum penagih PDAM Tomohon diambil dari iuran bulanan pelanggan. Hal ini dikarenakan, sering macetnya juga gaji bulanan mereka.  Logikanya, kenapa bisa terlambat jika perusahaan rutin menagih iuran. Ini real dan bisa dibuktikan di lapangan," lugas Sumual, ketika diwawancarai Manado Post, belum lama ini.       "Bisa ditanyakan ke kepala daerah, sudah ada berapa penagih PDAM Tomohon. Yang diberhentikan akibat modus-modus seperti ini," tantang Sumual       Dirinya melanjutkan, dalih PDAM Kota Tomohon yang selalu melempar bola pada, pemeliharaan jaringan dan gangguan teknis lainnya. Biar terhindar dari  potensi berkontribusi bagi penerimaan  daerah. Sejatinya bisa diminimalisir jika jajaran petinggi PDAM. Mampu mengemas operasional dan transparansi pengelolaan keuangan.         "Lebih baik miring daripada jatuh kan.  Artinya, sekecil apapun profit yang bisa diberikan ke kas daerah. Pastinya akan ada pengakuan dari internal eksekutif terlebih lagi publik. Hal ini tidak sulit saya kira. Sangat bisa dan pasti mampu dilakukan jajaran pimpinan PDAM. Asalkan, ada niatan mengelola keuangan hasil iuran pelanggan. Dengan profesional dan akuntabel. Kalau seperti ini, bukannya kebocoran di pipa pelanggan, malahan "kebocoran" di internal PDAM. Soal keluhan pelanggan, saya kira itu sudah lumrah,"  sorotnya.           "Saya kasih gambaran, untuk sebulan saja, di Kelurahan Pinaras bisa sampai Rp.17-20 juta per bulan. Coba dikalikan separuh dari total kelurahan di Kota Tomohon. Itupun di luar income yang diterima PDAM saat melayani pesan antar air dalam angkutan, pelanggan komersil dan lainnya," rinci Sumual.     Terpisah, Plt Direktur Utama PDAM Kota Tomohon Fredy Tumurang ketika dikonfirmasi, menampik jika ada oknum-oknum penagih yang diduga menyelewengkan iuran bulanan.       "Untuk saat ini barangkali belum ada, karena selaku pimpinan. Saya belum menerima informasi tentang tagihan  yang tidak disetorkan ke loket oleh karyawan," aku Tumurang.       "kalaupun ada bukti karyawan yang kedapatan menahan tagihan rekening. Saya pastikan akan ada sanksi. Baik berupa pemberhentian sementara hingga diskorsing," sambung dia.     Julius Laatung   Editor : Julius Laatung
#PDAM Kota Tomohon ##BeritaTomohon #Kota Tomohon #Fredy Tunurang #Wali Kota Tomohon Caroll Senduk #Tomohon #Pemerintah Kota Tomohon #Kota Bunga #Kebocoran PDAM Tomohon #Wawali Wenny Lumentut #Caroll Senduk-Wenny Lumentut ##BeritaTomohonTerkini #Yongkie Sumual #Caroll-Wenny