MANADOPOST.ID--Aksi kurang terpuji pengunjung yang datang melihat dari dekat float atau kendaraan hias Tournament of Flower (ToF) di Kompleks Stadion Babe Palar, tuai kritikan warganet.
Pasalnya, jangankan hingga hari ini, Senin (11/8/2025), sejak awal atau Sabtu 9 Agustus lalu, pasca mengikuti parade dan finish di Stadion Babe Palar. Hingga dijadwalkan ditutup tanggal 12 Agustus esok.
Keberadaan float di lokasi tersebut langsung jadi incaran sejumlah pengunjung mencabut bunga-bunga yang notebenenya susah payah dirangkai dekorator.
"Parah, belum juga selesai TIFF ini kondisi sebagian Float sudah hampir gundul akibat bunga-bunga yang ditancapkan jadi sasaran pengunjung," ketus Apner Sulu Rambing
Tak hanya Apner, warganet dengan akun Johny Kalalo pun berujar yang sama, dirinya menyayangkan aksi pengunjung yang harusnya memiliki etika dan memberi penghargaan terhadap hasil karya seni petani bunga Tomohon.
"Kami dan tim menanam bunga mulai dari bibit, panen hingga mendesain dilanjutkan dengan penancapan. Proses mendesain float ini butuh waktu berminggu-minggu bahkan bulan. Dan mereka datang sekejap mata langsung seenaknya mengambil," katanya.
Dari amatan Manado Post di sejumlah grup medsos mayoritas beranggotakan warga kota bunga. Rata-rata menyesali aksi pengunjung yang terkesan hanya ingin instan, datang kemudian membawa 'oleh-oleh '.
"TIFF dari tahun ke tahun harusnya ada pembelajaran dari masyarakat begitu juga pemerintah. Kalau perlu ditaruh garis pengaman 1-2 meter dari float. Biar masyarakat tidak terlalu dekat dengan float. Perilaku atau mindset ini harus kita ubah, kalau misalnya semua warga yang datang berkunjung melakukan hal yang sama. Jangankan hari kedua setelah parkir, di hari itu juga float sudah selesai dijarah bunganya," beber salah warganet di Grup Tomohon Tangguh.
Memang, di lokasi parkirnya Float peserta ToF di Kompleks Stadion Babe Palar. Terpantau ada beberapa anggota Satpol PP yang berjaga sekaligus memantau kondisi di lokasi.
Namun melihat antusiasme pengunjung yang luar biasa, jumlah mereka tak sebanding dengan warga yang datang.
Ini menjadi catatan penting bagi panitia dan pemerintah, biar kedepannya pelaksanaan Tournament of Flower tidak hanya dijadikan ajang mengumpulkan bunga secara 'cuma-cuma' dari pengunjung yang datang. Padahal, di wilayah Utara Kota Bunga, berjejer rapi toko bunga atau florist yang bisa dimanfaatkan warga baik dari dalam maupun luar kota Tomohon.
Mengabadikan momen berlatar keindahan warna-warni bunga dari hasil karya dekorator, itu sah-sah saja. Tapi mengambil bunga hingga akhirnya float tak sedap lagi dipandang, tentunya merupakan hal yang tak patut ditiru. (yol)
Editor : Julius Laatung