MANADOPOST.ID--Sempat viral beberapa waktu lalu, insiden kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang melibatkan oknum anggota Polres Tomohon, Bripka Tamado Mapanawang, dan pengemudi online, Rovaldo Recha Wuntu, warga Kelurahan Liningaan, Tondano Timur, akhirnya berakhir damai.
Persoalan ini sempat menimbulkan ketidakpuasan kedua belah pihak. Namun, berkat mediasi yang dilakukan di ruang Propam Polres Tomohon pada Selasa (26/8/2025) malam, masalah tersebut berhasil diselesaikan secara kekeluargaan.
Dalam proses mediasi, kedua belah pihak dengan kesadaran penuh mengakui kekhilafan masing-masing, saling memaafkan, dan sepakat mengakhiri permasalahan.
“Kami sudah berdamai, sehingga masalah ini tidak perlu diperpanjang. Kami juga meminta masyarakat untuk tidak lagi menyebarkan postingan di media sosial karena hanya akan memperkeruh suasana,” demikian bunyi kesepakatan bersama Bripka Tamado dan Rovaldo.
Sebagai bagian dari komitmen perdamaian, kedua pihak juga sepakat untuk menghapus seluruh postingan terkait insiden tersebut di media sosial.
Langkah ini diharapkan dapat meredam spekulasi yang beredar di masyarakat dan menghindari terjadinya provokasi lebih lanjut.
Kapolres Tomohon melalui perwakilan Propam juga mengapresiasi kedewasaan kedua belah pihak dalam menyelesaikan masalah. Proses mediasi yang dilakukan ini, menurutnya, mencerminkan semangat kekeluargaan dan kepedulian untuk menjaga keharmonisan sosial di Kota Tomohon.
“Permasalahan ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa media sosial bisa menjadi alat penyebar informasi sekaligus pemicu konflik bila tidak digunakan dengan bijak. Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati dan mengedepankan klarifikasi sebelum menanggapi suatu informasi,” ucap salah satu pejabat Polres.
Dengan berakhirnya permasalahan ini, Bripka Tamado dan Rovaldo berharap insiden tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih mengutamakan komunikasi yang baik dan menghindari emosi dalam menyikapi masalah di jalan.
Insiden ini juga mengajak warga Tomohon untuk bersama-sama menciptakan suasana kondusif dan saling menghormati sesama pengguna jalan.
Kasus ini menegaskan pentingnya penyelesaian masalah secara kekeluargaan, terutama di era media sosial yang begitu cepat menyebarkan informasi. Kedewasaan kedua belah pihak menjadi contoh bahwa konflik yang viral pun bisa berakhir damai jika ada niat tulus untuk memperbaiki keadaan.(yol)
Editor : Julius Laatung