Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

SPPG Woloan Sebut Penyajian MBG Sesuai Juknis, Minta Sekolah Utamakan Koordinasi Kawal Program Strategis Presiden

Julius Laatung • Jumat, 26 September 2025 | 13:45 WIB
SPPG Woloan Satu di Kota Tomohon, Kecamatan Tomohon Barat. Dok Jul/MP
SPPG Woloan Satu di Kota Tomohon, Kecamatan Tomohon Barat. Dok Jul/MP

MANADOPOST.ID--Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tomohon lebih khusus di Kecamatan Tomohon Barat, tuai polemik orang tua murid SMK Negeri 1 Tomohon.  

Dari postingan akun Grace Tambottoh yang mengeluhkan penyajian menu MBG yang disajikan SPPG Woloan Satu disebutkan tak sesuai harapan. Sumber karbohidrat yang sediakan mie dan kentang, bikin kecewa para orang tua murid. Mereka bertanya-tanya, apakah dalam pengaturan menu yang tak memberikan nasi sebagai sumber karbohidrat utama. 

Nasi memang lama dikenal jadi sumber karbohidrat masyarakat, tak hanya di Tomohon tapi di seluruh Indonesia. 

Bak jadi budaya di Sulawesi Utara, kalau makan tanpa nasi serasa tak lengkap memang. 

Menanggapi hal tersebut Pengelola SPPG Woloan Satu pun angkat bicara, dikatakan Kepala Dapur/Nutrisionis Stevania Runtuwene, pihaknya dalam penyaluran MBG bagi kurang lebih 3.000 peserta didik di Kecamatan Tomohon Barat.

Pada prinsipnya berpegang pada petunjuk teknis penyaluran MBG yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN)

Terpenting kata Runtuwene, SPPG Woloan Satu memberikan atensi khusus bagi ketepatan dan keseimbangan angka kecukupan gizi (AKG) bagi siswa penerima MBG.

"Saya kira penting untuk diketahui masyarakat, bahwa beras yang diolah jadi menjadi nasi bukan satu-satunya sumber karbohidrat. Ada juga kentang, ubi hingga jagung. Memang kami mengakui jika mengakomodir seluruh permintaan siswa atau orang tua murid. Misal anak A meminta Ubi, yang lain minta nasi ada juga yang minta kentang, hal ini tentunya membuat kami kewalahan karena tiap harinya harus menyiapkan paling sedikit 3.000 paket MBG," terang Runtuwene.

"Malahan ada siswa yang minta babi guling (babi putar,red) hingga RW. Saya kira hal se-krusial MBG harusnya jangan dijadikan lelucon. Ikhtiar dan komitmen kami yakni menyiapkan makanan yang sehat dan bergizi seimbang bagi anak-anak sekolah. Tidak sedikit juga ada anak yang kami temui, merasa bersyukur meski menu yang disiapkan kadang tak sesuai keinginan. Yang penting perut bisa terisi," urainya lagi.

Meski demikian, Runtuwene bilang, SPPG Woloan Satu kedepannya akan terus melakukan evaluasi berkaca dari kejadian ini. Koordinasi dan komunikasi antar seluruh pemangku kepentingan dinilainya penting, guna menyukseskan program strategis Presiden Prabowo Subianto ini.

Bukan secara sengaja membuat postingan yang bukan memberikan dampak positif melainkan hanya 1 membuat masyarakat menjadi gaduh. 

"Secara keseluruhan terus terang kami keberatan atas postingan tersebut. Jika memang ada pengeluhan etikanya kita komunikasikan baik-baik. Apalagi saya kira si pembuat postingan katanya pegawai di sekolah itu," sesal Runtuwene.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Tomohon Bastian Turambi melalui Wakil Kepala Sekolah Baim Turah menyatakan bahwa sebelumnya telah digelar rapat internal terkait polemik tersebut.

“Dalam rapat itu, Kepala Sekolah meminta agar menu MBG tersebut jangan diekspos keluar,” ungkap Baim. Kamis (25/9/2025) ketika dikonfirmasi awak media.

Ia menambahkan, pada hari Jumat, Senin, dan Selasa lalu, menu yang diterima siswa memang tidak menyertakan nasi dan diganti dengan kentang. Kondisi ini sempat menimbulkan catatan dari para pelajar.

“Namun sejauh ini, para siswa tetap sehat dan tidak ada keluhan terkait menu tanpa nasi tersebut,” imbuhnya, sembari menyebut bahwa penyaluran MBG dilakukan pada siang hari.

Bertolak dari kondisi tersebut, Wali Kota Tomohon Caroll Senduk SH melalui Wawali Sendy Rumajar meminta kepada seluruh SPPG di kota bunga agar tetap mengedepankan prosedur, higienitas serta kebersihan bahan pangan yang digunakan dalam program MBG. 

Biar makanan yang dikonsumsi ribuan peserta didik di Kota Tomohon, aman dan layak untuk dikonsumsi. Terlebih membantu menopang tumbuh kembang anak, menuju terciptanya generasi penerus yang sehat dan berdaya saing. (yol)

Editor : Julius Laatung
#Beras #Mbg #Kota Tomohon #mie #angka kecukupan gizi #SPPG #karbohidrat