MANADOPOST.ID--Seluruh perangkat di tingkat kecamatan dan kelurahan di Kota Tomohon diminta bergerak cepat untuk menginventarisir masyarakat yang masuk dalam kategori miskin.
Yang nantinya dimasukkan dalam data Desil Kemiskinan guna diberikan intervensi, berupa bantuan sosial, beasiswa hingga pelatihan.
Demikian disampaikan Wali Kota Caroll Senduk SH melalui Wakil Wali Kota Sendy Rumajar SE M IKom, di sela gelaran Koordinasi Sinergitas Penanggulangan Kemiskinan Untuk Mewujudkan Masyarakat Yang Sejahtera, di Ruang Rapat Inspektorat Daerah Kota Tomohon, Selasa (8/10/2025)
Dilanjutkan Wawali Sendy Rumajar, dengan masuk data-data kemiskinan yang di-update oleh perangkat kelurahan, dengan begitu penyaluran bantuan dari pemerintah baik yang bersumber dari APBD hingga dana transfer. Diharapkan betul-betul menyasar kalangan masyarakat yang membutuhkan bantuan.
"Nah, ini kan sudah ada DTSEN yang kita miliki. Data ini tersinkronisasi dengan pemberian bantuan seperti PKH dan lainnya. Data ini kita uji dan cocokkan kembali melihat kondisi masyarakat di lapangan. Karena yang lebih kenal dan paham karateristik daerahnya itu kan lurah atau camat. Sehingga kedepannya, lewat pemberian bantuan seperti beasiswa atau RTLH penerimanya memang betul-betul layak. Tidak lagi melihat faktor-faktor lain apalagi karena perbedaan lainnya," terang Wawali berparas cantik ini.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Tomohon Jaaquelin Mangulu menekankan pentingnya kolaborasi bersama antar pemangku kepentingan. Lebih khusus para lurah sebagai garda terdepan, memberikan data yang aktual, valid dan sesuai kriteria yang ditetapkan.
Menuju perbaikan kualitas kesejahteraan masyarakat, sehingga terwujud Kota Tomohon yang maju, sejahtera dan berdaya saing.
"Update data Desil Kemiskinan ini penting, biar nantinya bisa kita sandingkan dengan hasil yang diperoleh oleh BPS. Dengan akurasi data kemiskinan yang maksimal, niscaya upaya pemerintah untuk mengangkat derajat hidup seluruh masyarakat Tomohon bisa terlaksana. Saya kira untuk update data ini tak sulit bagi lurah-lurah," kata Mangulu.
"Dengan data yang prima, upaya pemerintah dalam hal perencanaan hingga eksekusi program yang menyasar ke perbaikan kesejahteraan, pastinya bisa berjalan optimal," tandas Mangulu.
Turut hadir dalam kegiatan sekaligus memberikan materi Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Tomohon Drs O D S Mandagi.
Untuk diketahui, Desil adalah ukuran statistik yang membagi data yang telah diurutkan dalam hal ini, tingkat kesejahteraan rumah tangga.
Desil dibagi menjadi 10 kategori berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi, dari desil 1 (paling rendah) hingga desil 10 (paling tinggi), yang digunakan pemerintah untuk penentuan sasaran penerima program bantuan sosial seperti PKH dan KIP Kuliah. (yol)
Editor : Julius Laatung