MANADOPOST.ID--Transformasi pertanian berkelanjutan di Kota Tomohon semakin terlihat nyata melalui gelaran Panen Padi Organik yang dilakukan Kelompok Tani Mandiri Binaan Kodim 13/02 Minahasa di Kelurahan Tara-Tara.
Atasnya, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon Dr Karel Lala, memberikan apresiasi atas langkah progresif para petani yang mulai mengurangi ketergantungan pada bahan kimia dan beralih ke teknologi ramah lingkungan.
Dalam kegiatan panen tersebut, Karel Lala menegaskan bahwa keberhasilan budidaya padi organik di Tara-Tara tidak lepas dari pemanfaatan teknologi pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) berbasis mikroorganisme lokal.
Teknologi ini dikembangkan melalui pendampingan berjenjang dari Dinas Pertanian Provinsi, tim Perlindungan Tanaman, hingga tenaga ahli lapangan dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon.
“Mikroorganisme alami yang ada di sekitar dimanfaatkan sebagai teknologi pengendalian. Itu dilakukan oleh Kelompok Tani Mandiri dengan pendampingan perlindungan provinsi dan tenaga ahli yang mengawal proses perbanyakan agen hayati. Pendekatan ini sudah berjalan dengan baik di lapangan,” jelas Lala.
Meski perkembangan ini menjadi langkah besar, ia menegaskan bahwa proses menuju sertifikasi organik masih membutuhkan kajian lanjutan, terutama terkait kualitas air yang digunakan.
Potensi kontaminasi dari lingkungan sekitar masih menjadi tantangan yang harus diperhatikan.
“Konsep ini sudah menuju ke arah organik, dan tentunya perlu kajian terutama soal air. Tetapi kami bersyukur melihat inisiatif petani. Saat ini 25 hektare sudah berjalan dan akan berkembang menjadi 32,7 hektare. Minimal sudah terjadi penurunan penggunaan bahan kimia,” katanya.
Birokrat senior Pemkot Tomohon ini menjelaskan bahwa total lahan pertanian di Kota Tomohon mencapai sekitar 533 hektare, dengan Tomohon Barat memiliki area produktif sekitar 375 hektare.
Ia berharap keberhasilan di Tara-Tara menjadi role model bagi kelompok tani lain untuk membangun pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.
“Penggunaan bahan organik dan mikroorganisme alami terbukti efektif. Ke depan kebutuhan pupuk kimia bisa terus ditekan karena tanah perlahan kembali sehat,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Tomohon Sendy Rumajar, dalam sambutannya mengatakan bahwa panen padi organik ini merupakan capaian penting bagi pembangunan pertanian berkelanjutan di Kota Tomohon.
“Sebagai umat yang percaya kepada Tuhan, kita patut bersyukur karena hari ini boleh menyaksikan hasil panen dari upaya dan kerja keras para petani. Beras tetap menjadi kebutuhan pokok seluruh masyarakat Indonesia, termasuk kita di Kota Tomohon. Karena itu, sektor ini memiliki peran strategis dalam perputaran ekonomi,” ujar Rumajar.
Ia menekankan bahwa panen kali ini memiliki nilai lebih karena padi yang dihasilkan tanpa bahan kimia, melainkan menggunakan pupuk organik dan metode alami dalam pengendalian hama.
“Beras organik lebih sehat, memiliki rasa dan tekstur yang lebih baik, serta ramah lingkungan. Praktik ini mendukung ekosistem yang sehat dan pertanian berkelanjutan,” tambahnya.
Segar sapaan akrab Wawali juga mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi perubahan iklim, dinamika sosial dan tantangan ketahanan pangan.
"Apresiasi untuk kerja keras Poktan Mandiri Tara-Tara dalam kontribusinya terhadap ketersediaan bahan pangan di Tomohon. Saya berharap panen padi organik ini menjadi motivasi bagi petani lainnya untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian. Kita menargetkan Tomohon dapat menjadi sentra pangan organik di Sulawesi Utara,” tegas Segar.
Sembari bahwa upaya penguatan sektor pertanian di Tomohon sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. (yol)
Editor : Julius Laatung