Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Kerja kolaboratif ala Mareyke Manengkey Bawa Prevelensi Stunting Tomohon Terendah di Sulawesi Utara, Wawali Sendy Beri Apresiasi

Julius Laatung • Kamis, 4 Desember 2025 | 16:30 WIB
Wawali Sendy Rumajar SE M IKom didampingi Kadis Mareyke Manengkey saat memaparkan progres penanganan Stunting Kota Tomohon. Dok istimewa
Wawali Sendy Rumajar SE M IKom didampingi Kadis Mareyke Manengkey saat memaparkan progres penanganan Stunting Kota Tomohon. Dok istimewa

MANADOPOST.ID--Pemerintah Kota Tomohon kembali menegaskan komitmennya dalam percepatan pencegahan dan penurunan stunting melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi Tim Percepatan Pencegahan Penurunan Stunting (TP3S) Daerah Tahun 2025.

Kegiatan ini dipimpin langsung Wakil Wali Kota Tomohon Sendy G. A. Rumajar, S.E., M.I.Kom., yang sekaligus membuka secara resmi pertemuan tersebut di BPU Kelurahan Talete Satu, Rabu (3/12/2025).

Dalam sambutannya, Wawali Sendy Rumajar menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang selama ini menunjukkan komitmen kuat terhadap upaya percepatan penanganan stunting.

“Atas nama pemerintah dan sebagai Ketua TP3S, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang tetap konsisten berupaya bersama dalam percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kota Tomohon,” ujarnya.

Wawali Sendy Rumajar menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan, melainkan indikator kualitas generasi masa depan.

Anak yang mengalami stunting, jelasnya, berpotensi mengalami hambatan perkembangan kognitif, lebih rentan terhadap penyakit, dan memiliki risiko rendah dalam produktivitas jangka panjang.

“Karena itu, percepatan penanganan stunting adalah tanggung jawab bersama. Tidak hanya sektor kesehatan, tetapi juga pendidikan, sanitasi, pangan, sosial, dan pemerintahan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rumajar menyampaikan kebanggaan atas capaian Kota Tomohon yang berhasil meraih peringkat pertama prevalensi stunting terendah di Sulawesi Utara sebesar 10,5 persen.

“Kerja kolaboratif adalah kunci. Intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif merupakan program bersama lintas sektor,” tambahnya.

Rumajar juga menyoroti lima pilar utama TP3S sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 72 Tahun 2021, yakni komitmen kepemimpinan politik, kampanye perubahan perilaku, konvergensi program pusat-daerah, ketahanan pangan, serta monitoring dan evaluasi.

 

Ia menekankan pentingnya memperkuat program “Mapalus” sebagai wadah kolaborasi memetakan kasus dan mempercepat intervensi. Selain itu, Pemerintah Kota Tomohon akan memantapkan penggunaan aplikasi CSSR (Cegah Stunting Sehat Raga) sebagai inovasi digital untuk mendukung percepatan penanganan.

“Pada kesempatan ini, saya menyampaikan penghargaan kepada seluruh anggota TP3S yang terus berkomitmen menuju target zero stunting di Kota Tomohon,” tutup Rumajar.

 

Hadir pula Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Daerah Kota Tomohon Mareyke Manengkey, S.Pd., narasumber Murphy Kuhu, S.T.T., serta para peserta rapat dari berbagai instansi terkait.(yol)

Editor : Julius Laatung
#Mareyke Manengkey #Kota Tomohon #Prevelensi Stunting #sulawesi utara #Sendy Rumajar