Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Hardiknas 2026 Picu Inovasi Digital Disdikbud Manado, Dari Sipesat hingga Sistem Pantau Guru

Kenjiro Tanos • Minggu, 3 Mei 2026 | 14:33 WIB
Peter Karl Bart Assa
Peter Karl Bart Assa

MANADOPOST.ID — Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimanfaatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Manado untuk menegaskan arah baru pengelolaan pendidikan berbasis digital.

Sejumlah inovasi diperkuat bahkan disiapkan untuk diluncurkan sebagai bagian dari percepatan layanan yang lebih transparan dan terukur.

Langkah ini tidak berdiri sendiri. Sejak September 2025, Disdikbud Manado mulai mengubah pola pelayanan dengan mengintegrasikan teknologi ke dalam sistem kerja.

Disdikbud Manado menilai, tantangan pada capaian literasi, numerasi, serta tata kelola sekolah membutuhkan pendekatan yang lebih modern dan efisien.

Perubahan paling awal terlihat melalui operasional penuh Sipesat.

Sistem ini mengalihkan seluruh proses surat-menyurat ke platform digital, sehingga jalur birokrasi yang sebelumnya panjang kini dapat dipangkas secara signifikan.

Proses disposisi menjadi lebih cepat, sementara setiap tahapan tercatat secara jelas.

Transformasi juga menyentuh pengelolaan keuangan sekolah melalui penerapan SIPBOS.

Sistem ini menghubungkan perencanaan anggaran, penggunaan dana, hingga pelaporan dalam satu alur terintegrasi.

Dengan demikian, pengawasan menjadi lebih mudah dan penggunaan dana pendidikan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.

Kepala Disdikbud Kota Manado Peter Karl Bart Assa menegaskan inovasi yang dibangun tidak hanya berfokus pada sistem, tetapi juga pada dampaknya terhadap kualitas pembelajaran.

“Kami mendorong digitalisasi agar layanan lebih cepat dan transparan, namun yang utama adalah bagaimana sistem ini ikut meningkatkan kualitas belajar siswa,” ujarnya.

Di bidang akademik, Disdikbud memperkuat pemantauan mutu melalui Tes Kemampuan Akademik yang digunakan untuk membaca capaian siswa secara lebih terukur.

Penataan kepemimpinan sekolah serta pengawasan penggunaan anggaran juga berjalan seiring dalam upaya memperbaiki kualitas pendidikan secara menyeluruh.

Pada peringatan Hardiknas, pendekatan inovatif turut diterapkan melalui berbagai kegiatan yang mengasah kemampuan dasar siswa.

Kompetisi berhitung cepat, penguatan kosakata melalui lomba ejaan, hingga pertunjukan seni budaya menjadi ruang pembelajaran alternatif yang menumbuhkan kepercayaan diri peserta didik.

Tidak berhenti pada program yang telah berjalan, Disdikbud Manado kini menyiapkan sejumlah aplikasi baru berbasis digital.

Sistem penerimaan murid baru akan dilakukan secara daring dan otomatis melalui platform TEMAN BARU.

Selain itu, SIKANGGURU dikembangkan untuk memantau kinerja guru secara waktu nyata, sekaligus menjadi dasar evaluasi berbasis data.

Upaya lain diarahkan pada penanganan anak putus sekolah melalui SIPENGAPUS, sebuah sistem yang mengintegrasikan data lintas sektor untuk memastikan setiap anak tetap mendapatkan akses pendidikan.

Program ini juga dikaitkan dengan strategi pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan.

Menurut Assa, seluruh inovasi tersebut menjadi bagian dari komitmen jangka panjang dalam membangun sistem pendidikan yang adaptif.

“Kami ingin memastikan layanan pendidikan tidak lagi tertinggal, melainkan bergerak mengikuti perkembangan zaman dengan tetap berorientasi pada pemerataan kualitas,” katanya.

Melalui rangkaian pembaruan ini, Disdikbud berharap penguatan literasi dan numerasi dapat berjalan seiring dengan perbaikan sistem.

Digitalisasi tidak hanya menjadi alat, tetapi juga fondasi dalam menciptakan pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Kota Manado. (tkg)

Editor : Kenjiro Tanos
#pendidikan Manado #Disdikbud Manado #SIPBOS Sipesat #literasi numerasi siswa #Digitalisasi Pendidikan