MANADOPOST.ID-- Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado melalui Fakultas Seni dan Ilmu Sosial Keagamaan (FSISK) menggelar Sarasehan Musik Gereja di GMIM Imanuel Wanea, Sabtu (16/5). Mengangkat tema "Diskursus Musik Gereja dalam Tradisi Kegiatan Gerejawi", agenda lintas pelayanan ini hadir sebagai wadah ilmiah untuk membedah sekaligus mencari solusi atas kompleksitas persoalan musik gereja masa kini.
Rektor IAKN Manado, Dr. Olivia Cherly Wuwung, S.T., M.Pd., menegaskan bahwa sarasehan ini merupakan pengejawantahan nyata dari Tridharma Perguruan Tinggi. Kampus keagamaan negeri ini berkomitmen memberikan kontribusi yang berdampak langsung bagi masyarakat dan jemaat.
"Musik gereja memiliki posisi yang sangat sentral dalam tradisi peribadatan di Sulawesi Utara. Lewat sarasehan ini, IAKN Manado hadir untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, mulai dari aspek tradisi Reform, estetika vokal, manajemen pertunjukan, hingga standarisasi juri. Kami ingin memberikan sumbangsih nyata dalam menopang pertumbuhan iman jemaat lewat seni musik yang bermutu," ujar Rektor Olivia Wuwung.
Sementara itu, Dekan FSISK IAKN Manado, Dr. Alrik Lapian, S.Th., M.Sn., membeberkan alasan krusial di balik pemilihan tema diskursus tersebut. Menurutnya, dinamika dan persoalan musik gereja di lapangan saat ini sudah sangat kompleks, baik dalam konteks liturgi ibadah maupun dalam berbagai ajang perlombaan gerejawi.
"Kegiatan ini terlaksana karena kami melihat berbagai persoalan musik gereja yang semakin pelik. Tema ini sengaja dipilih untuk menjaring pemikiran konstruktif dan solutif terhadap fungsi pelayanan musik itu sendiri. Kita diajak berdiskusi guna menemukan formulasi yang tepat dalam menggumuli persoalan tersebut, sehingga ada garis batas yang jelas antara idealisme teologis dan realitas praktik di lapangan," jelas Alrik Lapian yang juga bertindak sebagai salah satu narasumber.
Alrik menambahkan, luaran dari sarasehan ini diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan brilian. "Pemikiran dari para pakar dan peserta yang lahir dalam diskusi ini akan sangat bermanfaat dalam membangun kualitas, sekaligus mengembalikan esensi serta tujuan utama bermusik dalam berbagai aktivitas bergereja," kuncinya.
Sarasehan yang berlangsung interaktif ini menghadirkan barisan teolog dan maestro musik berkompeten, antara lain Pdt. Junisar J.C. Watulangkow, M.Th., Pdt. Alvin N. Damar, M.Sn., Deny V.R. Pogalin, M.Sn., Ir. Wilhelm F. Pantouw, M.Si., Dr. Meyny S.C. Kaunang, M.Pd., dan Herman Sinapa, dengan pemantik Agam Manginsihi, S.Sos., serta Heskiel Manutty, S.Pd. (Asyer Rokot)
Editor : Asyer Rokot