Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bikin Kagum Uskup Rolly Untu, SMAN 7 Manado Berhasil Sulap Sisa MBG Jadi 1.000 Liter Eco Enzyme Ramah Lingkungan

Kenjiro Tanos • Selasa, 19 Mei 2026 | 15:18 WIB
Uskup Keuskupan Manado bersama guru dan siswa SMAN 7 Manado saat pemberkatan 1.000 liter eco enzyme hasil inovasi peduli lingkungan di sekolah.
Uskup Keuskupan Manado bersama guru dan siswa SMAN 7 Manado saat pemberkatan 1.000 liter eco enzyme hasil inovasi peduli lingkungan di sekolah.

 

MANADOPOST.ID - Suasana di SMAN 7 Manado tampak berbeda pekan lalu. Pertemuan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Katolik tak hanya diisi misa bersama, tetapi juga menjadi ajang penguatan pendidikan karakter lewat gerakan peduli lingkungan yang melibatkan guru dan siswa.

Kegiatan dipimpin langsung Benedictus Estephanus Rolly Untu dan diawali dengan penyambutan di aula sekolah sebelum dilanjutkan misa di gedung serbaguna.

Setelah itu, rombongan menuju bank sampah sekolah untuk memberkati hasil panen 1.000 liter eco enzyme yang dikembangkan siswa dan guru sejak awal 2026.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Manado Hj Rogaya Udin, guru Pendidikan Agama Katolik se-Kota Manado, serta siswa Katolik dari berbagai sekolah.

Program eco enzyme di sekolah tersebut lahir dari pengolahan limbah organik sisa makanan program makan bergizi gratis (MBG).

Sisa makanan kemudian difermentasi menjadi cairan ramah lingkungan yang dimanfaatkan sebagai pupuk organik, sabun alami hingga penyiram untuk mengurangi bau di lingkungan sekolah.

Ketua Green Community SMAN 7 Manado Jhofan Amandu Margani, mengatakan meningkatnya limbah organik setiap hari mendorong sekolah mencari solusi yang tidak hanya bermanfaat, tetapi juga edukatif bagi siswa.

“Eco enzyme bukan hanya mengurangi sampah, tetapi juga mengajarkan siswa tentang tanggung jawab menjaga lingkungan sejak di bangku sekolah,” ujarnya.

Selain pemberkatan eco enzyme, kegiatan juga dirangkaikan dengan panen sayur organik hasil pemanfaatan cairan tersebut di area sekolah.

Dalam sambutannya, Benedictus Estephanus Rolly Untu mengaku bangga melihat lingkungan sekolah yang dinilai bersih dan tertata. Menurutnya, SMAN 7 Manado berhasil menunjukkan bahwa sisa makanan dapat diolah menjadi sesuatu yang berguna dan bernilai bagi lingkungan.

Apresiasi serupa disampaikan Hj Rogaya Udin. Ia menilai gerakan lingkungan seperti ini penting diterapkan di dunia pendidikan karena mampu membangun kepedulian sosial dan kebersamaan antarwarga sekolah.

Sementara itu, Kepala SMAN 7 Manado Willem Hanny Rawung menegaskan sekolah akan terus mendorong siswa belajar mencintai lingkungan melalui praktik langsung.

“Kami bersyukur kegiatan ini menjadi penguatan bagi siswa bahwa menjaga alam adalah bagian penting dalam kehidupan. Sekolah harus menjadi tempat lahirnya generasi yang peduli lingkungan dan memiliki karakter baik,” kata Rawung. (tkg)

Editor : Kenjiro Tanos
#Eco Enzyme Manado #Program Lingkungan Sekolah #Uskup Manado #Pendidikan karakter #SMAN 7 Manado