Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Fenomena FOMO Mengkhawatirkan, UNPI Manado Turun Edukasi ke Sekolah

Kenjiro Tanos • Rabu, 3 Juni 2026 | 12:08 WIB
Tim UNPI Manado melalui Tim Pengabdian Masyarakat Kelas A3 Kelompok 1 menggelar penyuluhan kesehatan di SMAN 3 Manado
Tim UNPI Manado melalui Tim Pengabdian Masyarakat Kelas A3 Kelompok 1 menggelar penyuluhan kesehatan di SMAN 3 Manado

MANADOPOST.ID – Maraknya fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang semakin akrab di kalangan remaja menjadi perhatian serius dunia pendidikan.

Menjawab tantangan tersebut, Universitas Pembangunan Indonesia (UNPI) Manado melalui Tim Pengabdian Masyarakat Kelas A3 Kelompok 1 menggelar penyuluhan kesehatan bertajuk “FOMO (Fear of Missing Out) dan Kecemasan Sosial di Kalangan Generasi Z” di SMA Negeri 3 Manado.

Kegiatan yang menyasar siswa-siswi SMA Negeri 3 Manado itu bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai dampak FOMO terhadap kesehatan mental, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan untuk mengelola kecemasan sosial yang kerap muncul akibat tekanan lingkungan maupun penggunaan media sosial.

Penyuluhan dipimpin oleh dosen pembimbing, Ns Yosua Aldrin Kaligis SKep MKep bersama mahasiswa Tim Pengabdian Masyarakat Kelas A3 Kelompok 1.

Berbeda dengan metode penyuluhan konvensional, kegiatan ini dikemas melalui pendekatan psikososial dan budaya yang lebih dekat dengan kehidupan remaja.

Para peserta tidak hanya menerima materi edukatif, tetapi juga diajak mengikuti berbagai permainan interaktif, sesi ice breaking, kuis, hingga pemberian hadiah.

Pendekatan tersebut dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga materi lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Kelas A3 Kelompok 1 Intan Walla, mengatakan fenomena FOMO menjadi salah satu isu yang semakin sering ditemui pada Generasi Z.

Menurutnya, banyak remaja merasa harus selalu mengikuti tren atau aktivitas yang dilakukan orang lain sehingga memicu kecemasan, tekanan psikologis, hingga menurunnya rasa percaya diri.

“Melalui kegiatan ini kami ingin membantu siswa mengenali tanda-tanda FOMO dan kecemasan sosial sejak dini. Harapannya mereka mampu mengelola tekanan tersebut dengan cara yang sehat serta memiliki kepercayaan diri yang lebih baik dalam berinteraksi di lingkungan sosial maupun dunia digital,” ujar Intan.

Ia menambahkan, edukasi kesehatan mental di lingkungan sekolah menjadi langkah penting untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki ketahanan mental yang kuat menghadapi perkembangan zaman.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi yang diberikan.

Interaksi aktif antara pemateri dan peserta menunjukkan tingginya ketertarikan remaja terhadap isu kesehatan mental yang saat ini menjadi salah satu tantangan terbesar di era digital.

Melalui program pengabdian masyarakat tersebut, UNPI Manado berharap kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental terus meningkat di kalangan pelajar.

Dengan pemahaman yang tepat, Generasi Z diharapkan mampu memanfaatkan teknologi dan media sosial secara bijak tanpa harus terjebak dalam tekanan sosial yang berlebihan. (tkg)

Editor : Kenjiro Tanos
#FOMO Generasi Z #SMA Negeri 3 Manado #Kesehatan Mental Remaja #UNPI Manado #kecemasan sosial