MANADOPOST.ID – Suasana berbeda terlihat di SMA Negeri 7 Manado pada hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Tidak tampak antrean panjang maupun kerumunan calon peserta didik di lingkungan sekolah.
Kondisi tersebut bukan karena minimnya peminat, melainkan akibat sistem pendaftaran yang kini dilakukan secara daring sehingga mayoritas calon siswa mengakses layanan dari rumah masing-masing.
Kepala SMAN 7 Manado Dr Willem Hanny Rawung SS MHum mengatakan sekolah tetap menyiagakan panitia untuk membantu masyarakat yang membutuhkan informasi maupun pendampingan selama proses pendaftaran berlangsung.
“Karena pendaftaran dilakukan secara online, aktivitas di sekolah tidak terlalu padat. Namun panitia tetap siap melayani siswa maupun orang tua yang membutuhkan informasi tentang SPMB,” ujarnya.
Menurut Rawung, persiapan telah dilakukan jauh sebelum masa pendaftaran dibuka. Sekolah membentuk panitia, membagi tugas pelayanan, hingga menyiapkan berbagai sarana publikasi agar informasi dapat diterima masyarakat secara luas.
Tahun ini SMAN 7 Manado membuka daya tampung sebanyak 468 siswa. Untuk mendukung proses penerimaan, sekolah mengoptimalkan berbagai kanal komunikasi, termasuk media sosial, baliho, banner, serta sosialisasi langsung ke sejumlah SMP di wilayah sekitar.
“Kami sudah melakukan sosialisasi ke beberapa SMP terdekat. Informasi juga disebarluaskan melalui media sosial, baliho, dan banner sehingga masyarakat dapat memperoleh penjelasan yang lengkap,” kata Rawung.
Strategi tersebut terlihat dari berbagai konten informasi yang rutin dipublikasikan melalui akun media sosial resmi sekolah. Materi promosi dirancang lebih menarik dan mudah dipahami agar calon peserta didik dapat mengetahui jalur penerimaan serta persyaratan yang berlaku.
Melalui kombinasi layanan digital dan pendampingan langsung dari panitia, SMAN 7 Manado berharap seluruh tahapan SPMB 2026 dapat berlangsung transparan, tertib, dan memberikan akses informasi yang setara bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos