MANADOPOST.ID - Kepercayaan ribuan mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) kini mengarah kepada kepemimpinan baru Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Kelvin Christovel Dayo resmi terpilih sebagai Ketua BEM Unsrat periode 2026-2027, didampingi Excellent Montolalu sebagai wakil ketua.
Kemenangan pasangan tersebut dalam Pemilihan Raya (Pemira) menandai dimulainya kepengurusan baru yang mengusung semangat “KONEKSI”. Gagasan ini menitikberatkan pada penguatan kolaborasi antarmahasiswa, organisasi kemahasiswaan, dan berbagai elemen di lingkungan kampus.
Mahasiswa semester enam Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Unsrat itu menegaskan, 100 hari pertama kepemimpinannya akan difokuskan pada upaya memperkuat komunikasi dengan mahasiswa di seluruh fakultas. Menurutnya, setiap program harus lahir dari kebutuhan nyata yang dirasakan mahasiswa.
“Mahasiswa harus merasakan BEM yang lebih hadir, lebih terbuka, dan lebih responsif terhadap aspirasi mereka,” kata Kelvin.
Untuk mewujudkan hal tersebut, BEM akan menggelar forum dialog, survei, hingga kunjungan langsung ke fakultas-fakultas guna menjaring masukan. Ia menilai keterhubungan antarelemen kemahasiswaan menjadi kunci lahirnya gerakan yang lebih berdampak.
Selain penguatan aspirasi, isu pendidikan juga menjadi perhatian utama. Kelvin menyebut akses pendidikan yang terjangkau, termasuk persoalan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan fasilitas pembelajaran, akan menjadi agenda yang diperjuangkan selama masa kepengurusannya.
“BEM akan menjadi jembatan dialog yang konstruktif antara mahasiswa dan pihak kampus agar setiap kebijakan tetap memperhatikan kebutuhan mahasiswa,” ujarnya.
Kelvin juga mengakui masih ada mahasiswa yang merasa organisasi kemahasiswaan belum cukup dekat dengan persoalan sehari-hari. Karena itu, kepengurusan baru berkomitmen membuka ruang aspirasi yang lebih mudah diakses dan memastikan setiap masukan mendapatkan tindak lanjut.
Ia berharap kepemimpinannya dapat meninggalkan budaya kolaborasi yang kuat di kalangan mahasiswa. Menurutnya, perubahan hanya bisa diwujudkan ketika seluruh mahasiswa bergerak bersama demi kemajuan kampus.
“Perubahan hanya dapat terwujud ketika mahasiswa bergerak bersama,” tegasnya. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos