MANADOPOST.ID – Kendati belum menerima informasi resmi terkait jumlah peserta Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) yang akan diterima tahun ini, SMK Negeri 3 Manado mulai melakukan berbagai persiapan untuk menyambut siswa asal daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Sekolah memastikan seluruh peserta yang nantinya diterima akan memperoleh pendampingan sejak hari pertama masuk sekolah.
Langkah tersebut dilakukan untuk membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan baru sekaligus memahami budaya belajar di sekolah kejuruan.
Kepala SMKN 3 Manado Sylvia Ransulangi mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu surat resmi mengenai kuota penerimaan peserta ADEM dari Dinas Pendidikan Daerah Sulawesi Utara.
“Belum tahu berapa banyak yang akan datang ke SMKN 3 Manado,” kata Sylvia.
Meski demikian, sekolah tidak menunggu tanpa persiapan. Sylvia menjelaskan bahwa peserta ADEM nantinya akan ditempatkan sesuai program keahlian yang dipilih agar mereka dapat langsung mengikuti proses pembelajaran sesuai minat dan bakat masing-masing.
Selain itu, sekolah juga menyiapkan sistem pendampingan yang melibatkan siswa tingkat atas. Cara tersebut dinilai efektif untuk mempercepat proses penyesuaian siswa baru terhadap lingkungan sekolah maupun aktivitas praktik yang menjadi ciri khas pendidikan vokasi.
Tak hanya di lingkungan sekolah, SMKN 3 Manado juga telah mempersiapkan tempat tinggal bagi peserta ADEM.
Para siswa baru akan tinggal bersama peserta angkatan sebelumnya sehingga dapat saling membantu dan berbagi pengalaman selama menjalani pendidikan.
Menurut Sylvia, kesempatan yang diberikan melalui Program ADEM harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para peserta. Ia berharap siswa yang terpilih mampu menunjukkan semangat belajar yang tinggi serta menjadikan pendidikan sebagai jalan untuk meningkatkan kualitas hidup.
“Semoga calon siswa ADEM benar-benar memanfaatkan peluang belajar ini untuk masa depan mereka di sekolah yang telah dipilih,” ujarnya.
Program ADEM sendiri selama ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari wilayah yang memiliki keterbatasan sarana pendidikan.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah juga dinilai memperkaya pengalaman belajar dan memperluas wawasan siswa di lingkungan sekolah. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos