Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Ratusan Mahasiswa dan Dosen Indonesia Timur Belajar AI, GENsi Jadi Jembatan Kampus dan Industri

Kenjiro Tanos • Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:06 WIB
Program GENsi resmi dimulai di Indonesia Timur, memperkuat literasi AI dan kompetensi digital mahasiswa melalui kolaborasi kampus dan industri.
Program GENsi resmi dimulai di Indonesia Timur, memperkuat literasi AI dan kompetensi digital mahasiswa melalui kolaborasi kampus dan industri.
 
MANADOPOST.ID – Upaya menyiapkan generasi muda menghadapi era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) terus diperkuat melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan komunitas.
 
Semangat itu terlihat dalam Kickoff Generasi Terkoneksi (GENsi) Wilayah LLDIKTI XVI dan Indonesia Timur yang digelar secara virtual, Jumat (19/6).
 
Kegiatan yang didukung LLDIKTI Wilayah XVI, CREATOR Sulawesi Utara, dan Asosiasi Dosen Indonesia Sulawesi Utara tersebut diikuti ratusan mahasiswa, dosen, serta pimpinan perguruan tinggi dari berbagai daerah di kawasan Indonesia Timur.
 
Program GENsi merupakan inisiatif pengembangan talenta digital yang digagas Indosat Ooredoo Hutchison bersama NOKIA, BPPTIK Kementerian Komunikasi dan Digital, serta KUMPUL IMPACT. Program ini difokuskan pada peningkatan kemampuan generasi muda dalam memahami AI, literasi digital, serta penggunaan teknologi secara aman dan bertanggung jawab.
 
Koordinator Program GENsi Indonesia Timur sekaligus Ketua CREATOR Sulawesi Utara, Lady Grace Jane Giroth, mengatakan perkembangan AI menghadirkan peluang besar sekaligus tantangan baru bagi dunia pendidikan. Karena itu, diperlukan ruang kolaborasi yang mampu mempertemukan berbagai pihak untuk memperluas akses pembelajaran teknologi digital.
 
“Melalui GENsi, generasi muda dapat mengenal AI secara lebih praktis, meningkatkan kompetensi digital, dan membangun kolaborasi yang melahirkan solusi bagi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
 
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah XVI, Munawir Sadzali Razak, menilai perguruan tinggi harus mengambil peran strategis dalam mempersiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
 
Menurutnya, penguatan kompetensi digital menjadi salah satu kunci untuk menciptakan sumber daya manusia yang siap menghadapi kebutuhan dunia kerja sekaligus mampu menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
 
Selain sesi inspiratif mengenai pemanfaatan AI, peserta juga mendapatkan pembekalan terkait penggunaan Learning Management System (LMS) yang akan digunakan selama program berlangsung.
 
Materi yang disiapkan mencakup dasar-dasar AI, keamanan digital, penggunaan AI tools, pengembangan chatbot sederhana, hingga penyusunan proyek berbasis kecerdasan buatan.
 
Melalui program ini, para peserta diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah, khususnya di kawasan Indonesia Timur. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos
#Artificial Intelligence Indonesia #GENsi Indonesia Timur #Literasi Digital Mahasiswa #AI untuk Pendidikan #LLDIKTI XVI