MANADOPOST.ID - Semangat gotong royong khas Minahasa kembali dihidupkan melalui MAPALUS 2026, forum diskusi yang mempertemukan pemerintah, pelaku UMKM, petani, akademisi, dan komunitas untuk mempercepat transformasi ekonomi lokal berbasis teknologi.
Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Kelompok Tani Wori–Kakas, Kamis (16/7/2026), menjadi ruang kolaborasi dalam merumuskan strategi penguatan sektor pertanian dan usaha mikro di Sulawesi Utara.
Forum yang diinisiasi Creative Economy Accelerator (CREATOR) bersama Pemerintah Kabupaten Minahasa, Kelompok Tani Merdeka, dan Perhumas Manado itu menyoroti pentingnya digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar pelaku usaha mampu bersaing di tengah perubahan zaman.
Staf Khusus Presiden RI Bidang UMKM dan Digital Tiar Nabila Karbala, mengatakan pemanfaatan teknologi harus diikuti peningkatan kompetensi masyarakat agar manfaatnya benar-benar dirasakan pelaku usaha di daerah.
“UMKM dan petani memiliki potensi besar untuk berkembang lebih cepat jika mampu memanfaatkan teknologi secara optimal. Namun yang terpenting adalah kesiapan sumber daya manusia untuk beradaptasi dan terus belajar,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Minahasa juga menyatakan dukungan terhadap kolaborasi tersebut.
Melalui sambutan Bupati Minahasa yang disampaikan Asisten II Setda Minahasa, Dr. Arody Tangkere, ditegaskan bahwa penguatan sektor pertanian dan UMKM perlu berjalan seiring dengan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.
Dalam sesi diskusi, Senior Regional Digital & AI Expert UNDP, Juan Intan Kanggriawan, menjelaskan bahwa AI dapat menjadi solusi praktis bagi petani, mulai dari mencari informasi budidaya hingga mengatasi persoalan yang dihadapi di lapangan.
Sementara itu, Ketua CREATOR, Dr. Lady Giroth, berharap MAPALUS 2026 menjadi langkah awal lahirnya pelaku UMKM dan petani yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Kami ingin UMKM dan petani tidak hanya bertahan, tetapi juga maju dan berkembang dengan memanfaatkan teknologi, termasuk AI. Harapannya, mereka bisa lebih mandiri, inovatif, dan mampu bersaing di era digital,” kata Lady Giroth.
Selain digitalisasi, forum juga mengangkat pentingnya literasi keuangan bagi kelompok tani serta strategi komunikasi dan branding untuk memperluas pasar produk lokal.
Melalui kolaborasi lintas sektor, MAPALUS 2026 diharapkan melahirkan langkah nyata yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi Minahasa sekaligus meningkatkan daya saing petani dan UMKM di Sulawesi Utara. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos