Kenali Musuh Tak Terlihat, Poltekkes Kemenkes Manado Ajak Siswa Jadi Duta Pencegahan Tuberkulosis

Filip Kapantow • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:42 WIB
TURUN LAPANGAN: Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado melalui Jurusan Teknologi Laboratorium Medis (TLM) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat.
TURUN LAPANGAN: Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado melalui Jurusan Teknologi Laboratorium Medis (TLM) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat.

 

 

MANADOPOST.ID — Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado melalui Jurusan Teknologi Laboratorium Medis (TLM) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertema “Kenali Musuh Tak Terlihat: Pengenalan Bakteri Mycobacterium tuberkulosis bagi Siswa sebagai Agen Pencegahan.”

Kegiatan yang dilaksanakan dalam tiga rangkaian pada tanggal 11, 12, dan 14 Agustus 2026 tersebut melibatkan siswa, Kepala Sekolah dan jajaran SMP Negeri 10 Manado dan SMP Kristen 45 Manado (Paniki Bawah). Berbeda dari edukasi kesehatan yang hanya berlangsung melalui penyuluhan di kelas, kegiatan ini dirancang secara bertahap, mulai dari pemberian pengetahuan, pembuatan media edukasi, pengenalan bakteri penyebab tuberkulosis secara langsung di laboratorium, hingga pembentukan siswa sebagai Duta Pencegahan Tuberkulosis.

Pada hari pertama, Selasa, 11 Agustus 2026, tim Pengabdian kepada Masyarakat memberikan edukasi kepada para siswa mengenai tuberkulosis (TB), khususnya TB paru. Materi meliputi pengenalan penyakit, penyebab dan cara penularan, tanda dan gejala yang perlu dikenali, etika batuk, pentingnya menjaga lingkungan sehat, serta berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan TB.

TURUN LAPANGAN: Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado melalui Jurusan Teknologi Laboratorium Medis (TLM) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat.
TURUN LAPANGAN: Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado melalui Jurusan Teknologi Laboratorium Medis (TLM) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat.

Tidak hanya menerima materi, para siswa juga didorong untuk menjadi penyampai pesan kesehatan. Mereka mendapat tugas membuat poster edukasi bertema pencegahan tuberkulosis berdasarkan pengetahuan yang telah diperoleh. Poster tersebut selanjutnya dipublikasikan melalui media sosial sekolah serta Instagram @tlm.polkesmanado dan @polkesmanado.

Pemanfaatan media sosial dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pesan kesehatan. Dengan demikian, edukasi mengenai pencegahan TB tidak berhenti pada siswa yang mengikuti kegiatan, tetapi dapat menjangkau teman sebaya, keluarga, serta masyarakat yang lebih luas.

Melihat Langsung Mycobacterium tuberculosis di Laboratorium

Rangkaian kegiatan dilanjutkan pada Rabu, 12 Agustus 2026, dengan memberikan pengalaman belajar yang berbeda kepada para siswa. Sebanyak 20 siswa, terdiri atas 10 siswa SMP Negeri 10 Manado dan 10 siswa SMP Kristen 45 Manado (Paniki Bawah), berkunjung ke Laboratorium Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Manado.

Di laboratorium, para siswa diperkenalkan dengan dunia mikrobiologi dan mendapat kesempatan melihat secara mikroskopis bakteri penyebab tuberkulosis, yaitu Mycobacterium tuberculosis.

Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan karena sesuatu yang sebelumnya hanya diketahui melalui gambar dan penjelasan di ruang kelas dapat diamati secara langsung melalui mikroskop. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya mengetahui bahwa TB merupakan penyakit menular, tetapi juga memahami bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh mikroorganisme yang nyata meskipun tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.

Pengenalan mikrobiologi kepada siswa juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap ilmu pengetahuan sekaligus membangun pemahaman bahwa pencegahan penyakit perlu didasarkan pada pengetahuan yang benar.

Konsep “Kenali Musuh Tak Terlihat” kemudian menjadi semakin bermakna. Para siswa diajak mengenali Mycobacterium tuberculosis sebagai penyebab penyakit, memahami bagaimana TB dapat menular, sekaligus mengetahui bahwa penyakit tersebut dapat dicegah dan diobati apabila ditemukan serta ditangani dengan tepat.

Dari Siswa untuk Siswa

Puncak kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, melalui Deklarasi Duta Pencegahan Tuberkulosis bagi siswa yang telah mengikuti rangkaian pembelajaran dan pengamatan bakteri secara mikroskopis.

Pembentukan Duta Pencegahan TB menjadi bentuk keberlanjutan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini. Para siswa tidak hanya ditempatkan sebagai penerima informasi, tetapi didorong menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah.

Melalui deklarasi tersebut, para Duta TB berkomitmen untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian terhadap tuberkulosis, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjalankan etika batuk dan bersin, serta menyampaikan informasi yang benar mengenai TB kepada teman, keluarga, dan masyarakat.

Mereka juga diajak untuk memberikan pesan penting bahwa seseorang yang mengalami gejala mengarah pada TB perlu mendapat dukungan untuk melakukan pemeriksaan, bukan dijauhi atau mendapat stigma. Penderita TB yang sedang menjalani pengobatan pun perlu mendapatkan dukungan agar dapat menyelesaikan pengobatannya sampai tuntas.

Dengan pendekatan tersebut, upaya pencegahan TB tidak hanya berbicara mengenai bakteri dan penyakit, tetapi juga membangun kepedulian, keberanian mencari pertolongan, serta sikap tanpa stigma terhadap orang yang mengalami tuberkulosis.

Menghubungkan Laboratorium dengan Masyarakat

Ketua Pelaksana kegiatan, Elne Vieke Rambi, S.Pd.,M.Si, bersama Dr. Marjes Netro Tumurang, S.Pd, M.Kes; Dionysius Sumenge, S.Pd.,M.Kes; Irza Ranti, DCN.,M.Si; dan Nurmila Sunati SKM tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Manado mengembangkan kegiatan ini dengan menghubungkan kompetensi keilmuan Teknologi Laboratorium Medis dengan kebutuhan edukasi kesehatan masyarakat.

Laboratorium yang selama ini identik dengan kegiatan pemeriksaan dan pembelajaran mahasiswa dimanfaatkan pula sebagai ruang edukasi bagi siswa sekolah. Melalui pengalaman tersebut, ilmu mikrobiologi diterjemahkan menjadi pengetahuan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Rangkaian edukasi, pembuatan poster, kunjungan laboratorium, pengamatan Mycobacterium tuberculosis, hingga deklarasi Duta Pencegahan TB diharapkan membentuk pengalaman belajar yang lebih kuat dibandingkan penyuluhan satu arah.

Para siswa yang berpartisipasi dalam kegiatan memperoleh sertifikat peserta, sedangkan siswa yang menghasilkan poster edukasi memperoleh bentuk apresiasi atas karya mereka. Siswa yang mengikuti rangkaian pembelajaran laboratorium dan dikukuhkan sebagai Duta Pencegahan Tuberkulosis juga memperoleh sertifikat sebagai bentuk penghargaan atas komitmen mereka.

Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Manado berharap sekolah dapat menjadi salah satu lingkungan strategis dalam membangun literasi kesehatan sejak dini. Pengetahuan yang dimiliki siswa diharapkan tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi diteruskan kepada teman sebaya dan keluarga.

Semangat yang dibangun melalui kegiatan ini sederhana namun penting: kenali TB, cegah penularannya, dukung pengobatan, dan hilangkan stigma.

Dari balik lensa mikroskop, para siswa akhirnya bukan hanya melihat “musuh yang tak terlihat”, tetapi juga belajar bahwa mereka memiliki peran nyata untuk ikut mencegah penyebaran tuberkulosis. Kenali. Cegah. Peduli. Bergerak Bersama. (mpd)

Editor : Filip Kapantow
Elne Rambi