MANADOPOST.ID — Literasi anak tak selalu harus dimulai dari buku pelajaran. Di Taman Baca Masyarakat (TBM) Petra, anak-anak diajak mengenal kekayaan alam Sulawesi Utara lewat kisah ikan Coelacanth, satwa purba yang dikemas dalam buku saku Silakata.
Pendampingan buku saku tersebut menjadi bagian dari kegiatan Piknik Literasi yang sekaligus memperkuat kapasitas fasilitator dalam menyampaikan materi literasi secara kontekstual.
Materi tentang ikan Coelacanth disajikan dengan ilustrasi berwarna dan bahasa sederhana agar lebih mudah dipahami anak-anak.
Tiga fasilitator, Evita Cornellia Kumaat, Daniella Meiviyana Olivia Rogi, dan Anastasia Miracle Syalomita Kukus, mengaku memperoleh pengetahuan baru dari kegiatan tersebut. Salah seorang fasilitator mengatakan, dirinya sebelumnya belum pernah mendengar tentang ikan purba itu dan baru mengenalnya melalui buku Silakata.
“Belum pernah dengar sebelumnya, baru mengetahuinya lewat buku saku ini. Senang bisa belajar hal baru, apalagi materinya disampaikan dengan cara yang mudah dipahami,” ujarnya.
Menurut para fasilitator, pendekatan visual menjadi salah satu kekuatan Silakata. Ilustrasi yang ceria dipadukan dengan penyampaian materi yang sederhana membuat anak-anak lebih mudah mengikuti kegiatan sekaligus tertarik mengenal lingkungan di sekitarnya.
Pemahaman fasilitator terhadap materi juga dinilai membantu proses pendampingan. Mereka dapat menjelaskan kembali informasi mengenai Coelacanth dengan cara yang lebih ringan, sehingga anak-anak terlihat antusias, cepat menangkap materi, dan aktif mengikuti setiap tahapan kegiatan.
Meski pelaksanaan dinilai berjalan baik, pengembangan media pembelajaran tetap terbuka. Fasilitator mengusulkan penggunaan format lain, seperti komik bergambar, untuk memperkaya cara bercerita dan memberikan pengalaman belajar yang lebih variatif bagi anak-anak.
Melalui Silakata, literasi tidak hanya diarahkan pada kemampuan membaca, tetapi juga menjadi pintu bagi anak untuk mengenal pengetahuan lokal, lingkungan, dan kekayaan alam Sulawesi Utara dengan cara yang dekat dengan dunia mereka. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos