Poltekkes Kemenkes Manado Kembangkan Wirausaha Sosial Berbasis Edukasi Kesehatan

Filip Kapantow • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:13 WIB
 
PENGABDIAN: Poltekkes Kemenkes Manado telah melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertemakan "Pengembangan Wirausaha Sosial di Bidang Edukasi Kesehatan untuk Mendukung Transformasi SDM dalam Pemenuhan Kuota Mahasiswa di Poltekkes Kemenkes Manado.
PENGABDIAN: Poltekkes Kemenkes Manado telah melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertemakan "Pengembangan Wirausaha Sosial di Bidang Edukasi Kesehatan untuk Mendukung Transformasi SDM dalam Pemenuhan Kuota Mahasiswa di Poltekkes Kemenkes Manado.
 
 
MANADOPOST.ID – Poltekkes Kemenkes Manado telah melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertemakan "Pengembangan Wirausaha Sosial di Bidang Edukasi Kesehatan untuk Mendukung Transformasi SDM dalam Pemenuhan Kuota Mahasiswa di Poltekkes Kemenkes Manado” melalui serangkaian tahapan pengembangan dan pendampingan yang dimulai pada semester genap TA 2025/2026, dan berakhir pada  Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 ini.
 
Menurut Ketua Tim Dr. Grace K. L. Langi, S.Pd, SST, MPHM, Olga Lieke Paruntu, S.Pd, M.Si. (anggota), Ruqayah Junus SKM, M. Gizi (anggota), kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tantangan pemenuhan kuota mahasiswa baru serta perlunya memperkuat keterhubungan institusi dengan masyarakat. 
 
Mahasiswa dan alumni yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan didorong untuk mengembangkan kemampuan tersebut menjadi wirausaha sosial yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
 
"Program dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu Business Bootcamp, Product Development, Market Validation, dan Business Acceleration. Peserta diarahkan untuk mengembangkan gagasan menjadi produk atau jasa edukasi kesehatan yang dapat diuji dan dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat," ungkap Langi.
 
Lanjutnya, pengembangan usaha dikelompokkan dalam tiga klaster, yakni Health Nutritionpreneur, Mother–Child Healthpreneur, dan Health Digitalpreneur. Klaster tersebut mencakup pengembangan edukasi gizi, kesehatan ibu dan anak, media edukasi, produk pangan sehat, video, infografis, hingga kampanye kesehatan berbasis digital.
 
Dari proses pengembangan yang dilakukan, muncul enam ide usaha yang kemudian berkembang menjadi enam calon tenant yang menyatakan kesiapan untuk mengikuti proses pengembangan usaha lebih lanjut.
 
Meski demikian, pelaksanaan kegiatan menghadapi beberapa tantangan, antara lain keterbatasan waktu peserta, perbedaan pengalaman dalam kewirausahaan, serta kebutuhan pendampingan dalam pengembangan produk, model bisnis, pemasaran digital, dan validasi pasar.
 
Ke depan, kegiatan akan terus diarahkan pada penguatan mentoring, pengembangan produk dan jasa, uji pasar, serta evaluasi perkembangan usaha. 
 
"Target akhirnya adalah terbentuknya tenant yang mampu menghasilkan produk atau jasa edukasi kesehatan yang layak pasar, berpotensi menghasilkan pendapatan, memberikan manfaat sosial, dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan," tegasnya.
 
Melalui program ini, Poltekkes Kemenkes Manado diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan vokasi kesehatan yang tidak hanya menghasilkan lulusan kompeten, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi dan wirausaha sosial yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. (mpd)
Editor : Filip Kapantow
Poltekes Kemenkes Manado Grace Langi