MANADOPOST.ID - Suasana berbeda terasa di lingkungan SMA Negeri 1 Langowan (SMANLA) saat kreativitas, kompetisi, dan budaya siswa dipertemukan dalam satu gelaran.
SMANLA EXPO kembali digelar pada 9 September 2026 dengan melibatkan berbagai sekolah dari Langowan dan wilayah sekitarnya.
Ajang tahunan tersebut tidak hanya menghadirkan perlombaan, tetapi menjadi ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan kemampuan yang selama ini berkembang di lingkungan sekolah.
Mulai dari pengetahuan umum, keterampilan, kreativitas, hingga seni dan budaya mendapat tempat dalam rangkaian kegiatan SMANLA EXPO.
Sejumlah kompetisi disiapkan untuk memberikan pengalaman yang beragam bagi para peserta.
Lomba workspace competition menjadi salah satu ruang bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan mereka dalam mengembangkan gagasan.
Sementara itu, kemampuan akademik diuji melalui cerdas cermat pengetahuan umum serta cerdas cermat Alkitab. Dua kategori tersebut menghadirkan tantangan berbeda karena peserta tidak hanya dituntut cepat menjawab, tetapi juga memiliki penguasaan pengetahuan yang kuat.
Nuansa budaya lokal turut menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Salah satunya melalui lomba membuat cucur, yang membawa makanan tradisional ke tengah aktivitas generasi muda.
Kehadiran lomba ini sekaligus menjadi cara sederhana untuk memperkenalkan dan menjaga keberadaan kuliner tradisional di kalangan pelajar.
Tidak berhenti pada kompetisi, SMANLA EXPO juga menyediakan stand ekstrakurikuler. Setiap kegiatan ekstrakurikuler mendapat ruang untuk memperkenalkan aktivitas, karya, serta potensi yang dikembangkan siswa kepada para pengunjung maupun peserta dari sekolah lain.
Panggung pencarian potensi siswa juga hadir melalui ajang Putra Putri SMANLA. Kompetisi tersebut menjadi bagian yang mendorong peserta untuk tampil percaya diri sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi, kepribadian, dan kepemimpinan.
Ketua OSIS SMAN 1 Langowan Maria Rumawir menyampaikan pelaksanaan SMANLA EXPO menjadi pengalaman yang membanggakan bagi seluruh pihak yang terlibat. Kerja panitia, antusiasme peserta, serta dukungan guru menjadi bagian yang membuat kegiatan tersebut dapat berjalan.
“SMANLA EXPO bukan sekadar ajang pameran atau kompetisi, tetapi bukti nyata bahwa siswa SMAN 1 Langowan memiliki kreativitas, solidaritas, dan potensi yang sangat besar,” ujar Maria.
Menurutnya, proses persiapan hingga pelaksanaan memberikan pengalaman tersendiri bagi para siswa.
Mereka tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga belajar mengelola kegiatan, bekerja sama, membagi tanggung jawab, serta menghadapi berbagai tantangan selama penyelenggaraan.
Konsep tersebut membuat SMANLA EXPO memiliki nilai pembelajaran yang lebih luas dibandingkan aktivitas di dalam ruang kelas.
Siswa mendapatkan kesempatan untuk mengasah karakter, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, sekaligus kepemimpinan melalui pengalaman langsung.
Keterlibatan sekolah-sekolah dari Langowan dan sekitarnya juga memperluas ruang interaksi antarpelajar. Kompetisi menjadi titik temu untuk saling menunjukkan kemampuan, sementara kegiatan pameran dan seni membuka kesempatan bagi siswa untuk mengenal potensi yang dimiliki sekolah lain.
Bagi SMAN 1 Langowan, penyelenggaraan SMANLA EXPO menjadi salah satu upaya menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual.
Siswa tidak hanya belajar mengejar prestasi, tetapi juga memperoleh pengalaman tentang bagaimana sebuah kegiatan dirancang, dijalankan, dan dipertanggungjawabkan bersama.
Di tengah tuntutan pendidikan yang semakin menekankan pengembangan karakter dan keterampilan, kegiatan seperti SMANLA EXPO menunjukkan bahwa sekolah dapat menjadi ruang yang lebih luas untuk menemukan potensi peserta didik.
Dengan perpaduan kompetisi, budaya, karya ekstrakurikuler, dan pengembangan kepemimpinan, SMANLA EXPO 2026 sekaligus memperlihatkan bahwa potensi pelajar Langowan tidak hanya berada di balik meja kelas, tetapi juga tumbuh ketika mereka diberi ruang untuk tampil. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos