MANADOPOST.ID—Universitas Negeri Manado (UNIMA) membantu masyarakat Paniki Satu, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, dalam mengelola sampah dan mengembangkan pertanian perkotaan.
Kegiatan ini dilakukan melalui dua program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Program pertama adalah 'Komunitas Minim Sampah (Zero Waste) Terintegrasi Pertanian Perkotaan' yang diketuai Dr. Verawati Ida Yani Roring, SIK, MSc.
Program kedua adalah 'Budidaya Tanaman Hortikultura dan Penerapan Sistem Pertanian Organik pada Masyarakat Paniki Satu' yang diketuai Dra. Fanny Nella Nanlohy, MP.
Melalui kegiatan ini, warga mendapat pengetahuan tentang cara mengurangi dan mengelola sampah rumah tangga. Sampah dipilah, barang yang masih bisa digunakan kembali dimanfaatkan, sementara bahan organik diolah agar dapat mendukung kegiatan pertanian.
Sampah organik rumah tangga yang biasanya dibuang dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk mendukung pertanian. Dengan cara ini, sampah tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga bisa menjadi sumber daya yang bermanfaat.
Selain pengelolaan sampah, warga juga mendapat pendampingan dalam budidaya tanaman hortikultura dan penerapan pertanian organik. Lahan yang tersedia di lingkungan rumah dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai tanaman yang berguna bagi kebutuhan pangan maupun kegiatan produktif.
Kedua program tersebut saling berkaitan. Pengelolaan sampah organik dapat mendukung pertanian, sementara kegiatan pertanian membantu masyarakat memanfaatkan lahan dan sumber daya yang ada secara lebih baik.
Bagi masyarakat perkotaan, cara ini dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengatasi keterbatasan lahan sekaligus mengurangi jumlah sampah. Warga juga didorong untuk membangun kebiasaan yang lebih peduli terhadap lingkungan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui program tersebut, UNIMA menerapkan pengetahuan dan inovasi dari perguruan tinggi untuk membantu masyarakat menghadapi persoalan lingkungan dan pangan.
Dengan pendampingan yang berkelanjutan, UNIMA berharap pengelolaan sampah, pertanian organik, dan pemanfaatan lahan dapat menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Paniki Satu.(gel)
Editor : Angel Rumeen