ManadoPost.id — Upaya menciptakan lingkungan perkotaan yang bersih, hijau, dan produktif terus dilakukan melalui kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat.
Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan Kebumian (FMIPAK) Universitas Negeri Manado (UNIMA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Kota Manado pada September 2026.
Kegiatan yang mengangkat tema “Pengolahan Sampah dan Urban Farming untuk Masyarakat Perkotaan” tersebut dilaksanakan di Kelurahan Karombasan Utara dan Kelurahan Ranomout. Program ini bertujuan memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis kepada masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga dan memanfaatkan ruang terbatas untuk kegiatan budidaya tanaman.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada pentingnya pengelolaan sampah secara tepat, khususnya sampah yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga sehari-hari. Penanganan sampah yang baik diharapkan dapat mengurangi dampak pencemaran lingkungan sekaligus mendorong kebiasaan hidup yang lebih bersih dan sehat.
Dua pemateri yang dihadirkan dalam kegiatan ini, yakni Zusye Johanna Wantania, S.Pt., M.Si. dan Dr. Livana D. Rawung, M.Si. Keduanya memberikan pengetahuan mengenai pengolahan sampah serta pemanfaatan sampah organik agar memiliki nilai guna.
Sampah organik rumah tangga, yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah, dapat dikelola sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan. Pengetahuan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong masyarakat untuk lebih bijak memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya.
Selain pengelolaan sampah, kegiatan PKM FMIPAK UNIMA juga memperkenalkan konsep urban farming atau pertanian perkotaan. Konsep ini memanfaatkan pekarangan rumah maupun ruang terbatas lainnya untuk membudidayakan tanaman.
Urban farming menjadi salah satu pendekatan yang relevan bagi masyarakat perkotaan, terutama di tengah keterbatasan lahan. Dengan pemanfaatan ruang yang tersedia, warga dapat mengembangkan kegiatan bercocok tanam yang tidak hanya mendukung penghijauan lingkungan, tetapi juga berpotensi menghasilkan bahan pangan untuk kebutuhan keluarga.
Penerapan urban farming di tingkat rumah tangga diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan produktif. Di sisi lain, kegiatan ini juga dapat mendukung kemandirian serta ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan secara sederhana dan berkelanjutan.
Pelaksanaan PKM di Kelurahan Karombasan Utara dan Kelurahan Ranomout menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan ilmu pengetahuan yang dapat diterapkan langsung dalam kehidupan masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat dikembangkan menjadi kebiasaan dan praktik yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
FMIPAK UNIMA melalui kegiatan ini terus memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menjawab berbagai persoalan lingkungan.
Sinergi antara FMIPAK UNIMA, pemerintah kelurahan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan program. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya kesadaran bersama mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan pemanfaatan lahan secara produktif.(*)
Editor : Angel Rumeen