IAKN Manado Di momentum Hari Kesaktian Pancasila, Dorong Pendidikan Agama Tangkal Radikalisme 

Asyer Rokot • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 14:57 WIB
FOTO BERSAMA: Pelaksanaan FGD yang digelar di IAKN Manado Kamis (1/10)
FOTO BERSAMA: Pelaksanaan FGD yang digelar di IAKN Manado Kamis (1/10)

 

MANADOPOST.ID-- Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober, menjadi momentum Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado memperkuat wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda.

Momentum tersebut diaktualisasikan melalui Focus Group Discussion (FGD) penelitian “Model Pencegahan Radikalisme melalui Pendekatan/Strategi Pendidikan Agama Kristen (PAK) pada Siswa Sekolah Menengah di Manado” Kamis (1/10).

Rektor IAKN Manado Dr. Olivia Cherly Wuwung, S.T., M.Pd,, menekankan pentingnya pendidikan dalam membangun ketahanan generasi muda menghadapi berbagai pengaruh, termasuk radikalisme dan intoleransi di ruang digital.

Menurutnya, pembentukan cara berpikir dan karakter anak muda saat ini tidak hanya berlangsung di rumah, gereja dan sekolah. Ruang digital telah menjadi bagian penting dalam kehidupan generasi muda dan dapat menjadi ruang penyebaran berbagai gagasan secara cepat. 

Karena itu, pendidikan perlu membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis, literasi digital, kemampuan berdialog, penghargaan terhadap keberagaman serta kemampuan menyelesaikan perbedaan tanpa kekerasan.

Ketahanan tersebut menjadi penting dalam membangun generasi muda yang tidak mudah menerima narasi kebencian maupun gagasan yang bertentangan dengan kehidupan bersama dalam keberagaman. 

Dalam konteks tersebut, PAK dinilai memiliki posisi strategis. Pendidikan agama tidak hanya diarahkan pada penguasaan pengetahuan iman, tetapi juga pembentukan karakter yang menghidupi kasih, perdamaian, keadilan, penghargaan terhadap sesama, tanggung jawab sosial dan kehidupan bersama dalam keberagaman. 

ISTIMEWA
ISTIMEWA

 

“PAK harus mampu menjadi benteng sekaligus ruang dialog. Benteng terhadap ideologi kebencian, tetapi sekaligus ruang yang memungkinkan siswa bertanya, berdiskusi, berbeda pendapat, dan mencari kebenaran tanpa merasa harus membenci orang yang berbeda,” ujar Wuwung.

Penguatan PAK tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat wawasan kebangsaan siswa. Pendidikan diharapkan tidak hanya menghasilkan generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kematangan iman, kemampuan menghargai perbedaan serta kesadaran hidup dalam keberagaman.

Rektor juga menekankan bahwa pencegahan radikalisasi membutuhkan keterlibatan berbagai elemen. Sekolah, keluarga, gereja, pemerintah, perguruan tinggi dan masyarakat memiliki peran dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat.

Dalam konteks Manado, penelitian tersebut diarahkan untuk melahirkan model yang tidak sekadar mengambil konsep dari daerah lain. Model diharapkan lahir dari realitas sosial, budaya, pendidikan dan kehidupan keagamaan masyarakat Manado.

“Kita ingin membangun model yang lahir dari realitas sosial, budaya, pendidikan, dan kehidupan keagamaan masyarakat Manado,” kunci Rektor. 

Melalui momentum Hari Kesaktian Pancasila, gagasan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat karakter generasi muda agar memiliki wawasan kebangsaan, menghargai keberagaman dan menjadikan nilai persatuan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. 

Diketahui, dalam pembahasan berkembang bahwa radikalisme terjadi karena adanya ekstrimisme dan kemudian eksklusivisme.

Mayoritas anak anak terpapar radikalisme lewat game game seperti Roblox, free fire, PUBG.

Krisis figur orang tua karena pekerjaan pun disinyalir jadi alasan. keluarga menjadi salah satu alasan terpapar radikalisme, termasuk juga karena anak mendapatkan bullying di sekolah. 

Para akademisi pun menyusul agar adanya penguatan relasi. Dewasa ini dinilai terjadi surplus informasi tapi miskin relasi bahkan kering. Relasi yang ideal dalam pendidikan dinilai paling baik adalah relasi fungsional, bukan relasi struktural. Pun berkembang usul agar dilakukannya revitalisasi struktur sosial ditengah masyarakat dan pendidikan.

Turut hadir Kaban Kesbangpol Sulut Johnny Suak, perwakilan SAG Sulut Pdt Dr Marhaeni Mawuntu, UPTD PPA/DP3A Marsel Silom, Perwakilan Dikda Sulut Chemry Lebe, Kabid Pendidikan Kristen Frangky Rompas.

Hadir jajaran IAKN Manado, Direktur Pascasarjana Dr Wolter Weol, Ketua LP2M Dr Semuel Selanno, Kaprodi S2 PAK Dr Rolina Kaunang, Wakil Dekan Agnes Raintung. (Asyer Rokot)

Editor : Asyer Rokot
hari kesaktian pancasila IAKN Manado FGD