Rajut Masa Depan IAKN Manado Bersama Rektor Olivia Wuwung

Asyer Rokot • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:38 WIB
Dr. Olivia Cherly Wuwung, S.T., M.Pd.
Dr. Olivia Cherly Wuwung, S.T., M.Pd.

 

MANADOPOST.ID-- Di tengah tuntutan perubahan dunia pendidikan tinggi yang semakin cepat, kepemimpinan perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya mengandalkan rutinitas akademik. Dibutuhkan kemampuan membaca zaman, membangun jejaring, memperkuat tata kelola, sekaligus menjaga jati diri institusi.

Tantangan itulah yang dijalankan Dr. Olivia Cherly Wuwung, S.T., M.Pd., Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado.

Olivia dipercaya memimpin IAKN Manado sejak 2023. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan. Ia dilantik sebagai Rektor IAKN Manado oleh Menteri Agama pada 16 Juni 2023 untuk masa jabatan 2023–2027.

Posisi tersebut membawa Olivia pada tanggung jawab besar. IAKN Manado merupakan perguruan tinggi keagamaan Kristen negeri yang memiliki mandat strategis dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam perjalanan kepemimpinannya, Olivia menempatkan penguatan kelembagaan dan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian penting dari pengembangan kampus.

Hal itu terlihat dari dorongannya agar jajaran aparatur di lingkungan IAKN Manado tidak sekadar menjalankan tugas administratif. Dalam pelantikan pejabat pada Agustus 2026, ia menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, kompetensi, keteladanan, serta kemampuan menjadi problem solver bagi institusi.

Bagi Olivia, jabatan bukan sekadar posisi struktural.

Jabatan merupakan amanah yang harus diterjemahkan dalam pelayanan kepada institusi, masyarakat, bangsa dan negara.

Di bawah kepemimpinannya, IAKN Manado juga terus diarahkan untuk memperkuat jejaring kerja sama akademik. Pengembangan jejaring tidak berhenti pada kerja sama antarlembaga di dalam negeri.

IAKN Manado sebelumnya juga memperluas jejaring internasional dengan sejumlah perguruan tinggi antara lain dengan Ethiopia, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, dan Amerika Serikat.

Langkah tersebut memperlihatkan arah kepemimpinan Olivia Wuwung yang tidak ingin IAKN Manado berjalan dalam ruang akademiknya sendiri. Sehingga IAKN mampu berdaya saing internasional.

Kampus harus mampu membangun kolaborasi, membuka ruang pertukaran pengetahuan, dan mempersiapkan sivitas akademika menghadapi perkembangan global.

Namun, modernisasi kampus tidak berarti meninggalkan identitas sebagai perguruan tinggi keagamaan Kristen.

Justru nilai keagamaan, karakter, moderasi dan kebangsaan menjadi bagian yang terus ditekankan.

Dirinya pula terus mendorong peningkatan mutu program studi dan institusi di IAKN Manado. Terbukti ada peningkatan akreditasi yang terjadi baik dari prodi dan institusi menjadi baik sekali dan unggul.

Dalam berbagai agenda, Olivia membawa IAKN Manado untuk tetap mengambil bagian dalam kehidupan kebangsaan. Pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, misalnya, ia menghadiri upacara kenegaraan di Sulawesi Utara sekaligus menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menanamkan semangat kebangsaan kepada sivitas akademika.

Bagi IAKN Manado, pendidikan bukan hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik.

Lebih jauh, pendidikan harus membentuk manusia yang berkarakter, berintegritas, mampu hidup dalam keberagaman, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Perspektif tersebut menjadi semakin penting di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang memengaruhi dunia pendidikan.

Arah pengembangan IAKN Manado juga diperkuat melalui review Rencana Strategis 2025–2029. Proses tersebut dilakukan bersama Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI sebagai bagian dari penguatan arah institusi.

Dalam dokumen sejarah resmi IAKN Manado, periode kepemimpinan Olivia Wuwung disebut sebagai bagian dari fase kampus yang terus diarahkan untuk bertumbuh menjadi perguruan tinggi keagamaan Kristen yang unggul, inovatif dan berdaya saing.

Perjalanan tersebut tentu bukan pekerjaan satu orang.

Sebagai rektor, Olivia membutuhkan dukungan seluruh sivitas akademika—dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni dan mitra kelembagaan.

Namun, kepemimpinan tetap menjadi titik penting dalam menentukan arah perjalanan sebuah institusi.

Dari ruang akademik hingga kerja sama kelembagaan, dari penguatan tata kelola hingga pengembangan jejaring, Olivia Wuwung membawa satu pesan penting: kampus harus bergerak mengikuti zaman tanpa kehilangan nilai yang menjadi fondasinya.

IAKN Manado kini memasuki fase penting untuk memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi keagamaan Kristen yang tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga ikut membentuk manusia yang mampu memberi arti bagi gereja, masyarakat, bangsa dan negara.

Dan di tengah perjalanan itu, Olivia Wuwung berdiri sebagai nakhoda yang membawa IAKN Manado menatap masa depan. (Asyer Rokot)

Editor : Asyer Rokot
Olivia Wuwung IAKN Manado