29.9 C
Manado
Jumat, 12 Agustus 2022

Jenderal Dudung Tausiah di Papua, Pesan Jangan Dalami Agama Tuai Kontroversi, Ini Penjelasan TNI AD

MANADOPOST.ID – Pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman menuai kontroversi. Saat mengisi kuliah Subuh di Masjid Nurul Amin, Kota Jayapura, Provinsi Papua pada medio November 2021, Dudung berpesan kepada jamaah agar jangan terlalu dalam mendalami agama.

 

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigadir Jenderal (Brigjen) Tatang Subarna menjelaskan, yang dimaksud Jenderal Dudung adalah dampak terlalu mendalam mempelajari agama, tanpa adanya guru atau ustaz pembimbing yang ahli dalam ilmunya, lama-lama akan terjadi penyimpangan. Begitulah maksud KSAD dalam tausiyah tersebut.

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Itulah maksud yang disampaikan KSAD pada video yang ditayangkan di akun Youtube Dispenad pada saat memberikan kultum usai sholat Subuh bersama prajurit Kodam XVIII/Cenderawasih,” kata Tatang di Jakarta, (6/12).

 

Tatang yang ikut hadir di acara kuliah Subuh tersebut mengaku, KSAD dalam penyampaiannya menjelaskan bahwa saat ini banyak orang yang mendalami agama tanpa adanya guru yang ahli. Sehingga, orang itu mudah terpedaya dengan oknum yang menafsirkan agama tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah.

 

“Dengan belajar agama sendiri, apalagi secara mendalam tanpa guru, cenderung akan mudah terpengaruh. Pada akhirnya justru akan dapat menimbulkan penyimpangan-penyimpangan,” ucap Tatang.

MANADOPOST.ID – Pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman menuai kontroversi. Saat mengisi kuliah Subuh di Masjid Nurul Amin, Kota Jayapura, Provinsi Papua pada medio November 2021, Dudung berpesan kepada jamaah agar jangan terlalu dalam mendalami agama.

 

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigadir Jenderal (Brigjen) Tatang Subarna menjelaskan, yang dimaksud Jenderal Dudung adalah dampak terlalu mendalam mempelajari agama, tanpa adanya guru atau ustaz pembimbing yang ahli dalam ilmunya, lama-lama akan terjadi penyimpangan. Begitulah maksud KSAD dalam tausiyah tersebut.

 

“Itulah maksud yang disampaikan KSAD pada video yang ditayangkan di akun Youtube Dispenad pada saat memberikan kultum usai sholat Subuh bersama prajurit Kodam XVIII/Cenderawasih,” kata Tatang di Jakarta, (6/12).

 

Tatang yang ikut hadir di acara kuliah Subuh tersebut mengaku, KSAD dalam penyampaiannya menjelaskan bahwa saat ini banyak orang yang mendalami agama tanpa adanya guru yang ahli. Sehingga, orang itu mudah terpedaya dengan oknum yang menafsirkan agama tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah.

 

“Dengan belajar agama sendiri, apalagi secara mendalam tanpa guru, cenderung akan mudah terpengaruh. Pada akhirnya justru akan dapat menimbulkan penyimpangan-penyimpangan,” ucap Tatang.

Most Read

Artikel Terbaru

/