22.4 C
Manado
Jumat, 12 Agustus 2022

Siapkan Program Padat Karya Bernilai 20 Miliar

Pemprov Bakal ‘Gaji’ Pengangguran, Begini Penjelasan Gubernur OD

MANADOPOST.ID—Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw menyiapkan program padat karya senilai Rp 20 miliar bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat dampak pandemi Covid-19 di Sulut.

OD, sapaan akrabnya mengatakan, belum ada yang tahu pasti kapan pandemi ini berakhir. “Saat ini kita lagi situasi krisis. Jadi cara berpikir kita harus super. Agar masyarakat merasakan pemerintah hadir. Jangan berpikir ini situasi biasa-biasa saja karena situasi kondisi Covid-19 ini kita tak tahu sampai kapan. Tetapi kan orang harus makan jadi harus mempersiapkan program pemberdayaan masyarakat secara langsung,” urainya.

Pemprov, lanjut OD, sementara siapkan program padat karya. “Banyak masyarakat kehilangan pekerjaan, torang beking proyek padat karya,” kata Olly, usai memimpin rapat yang diikuti Wakil Gubernur Wagub Kandouw, Sekprov Edwin Silangen dan seluruh kepala Satuan Kepala Perangkat Daerah (SKPD) di Kantor Gubernur, Senin (6/7).

Olly menerangkan, dana program padat karya bersumber dari pergeseran anggaran di sejumlah perangkat daerah. Tambah dia, program padat karya dilakukan lewat pekerjaan membersihkan irigasi, saluran air dan pekerjaan padat karya lainnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Jadi banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan. Makanya kami mengambil langkah proyek padat karya. Misalnya membuat saluran bersih, saluran irigasi untuk tanam padi. Masyarakat bisa kerja harian. Tapi bukan tanpa upah, mereka kerja harian terus langsung diberi gaji hari,” jelas Olly.

Lanjut dia, jadi ini merupakan program yang melibatkan masyarakat luas. “Pemprov sudah menggeser anggaran dan mengalokasikan sekira 20-an miliar supaya masyarakat yang kehilangan pekerjaan dapat pekerjaan. Dapat pekerjaan dibayar harian serta dapat dipertanggungjawabkan kepada pemerintah, karena mereka akan terima akan terima uang dan tidak bisa dipotong-potong. Misalnya gaji satu hari 125 ribu, kerja dari jam 9 sampe jam 4 sore,” tandasnya.(cw-01/gel)

MANADOPOST.ID—Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw menyiapkan program padat karya senilai Rp 20 miliar bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat dampak pandemi Covid-19 di Sulut.

OD, sapaan akrabnya mengatakan, belum ada yang tahu pasti kapan pandemi ini berakhir. “Saat ini kita lagi situasi krisis. Jadi cara berpikir kita harus super. Agar masyarakat merasakan pemerintah hadir. Jangan berpikir ini situasi biasa-biasa saja karena situasi kondisi Covid-19 ini kita tak tahu sampai kapan. Tetapi kan orang harus makan jadi harus mempersiapkan program pemberdayaan masyarakat secara langsung,” urainya.

Pemprov, lanjut OD, sementara siapkan program padat karya. “Banyak masyarakat kehilangan pekerjaan, torang beking proyek padat karya,” kata Olly, usai memimpin rapat yang diikuti Wakil Gubernur Wagub Kandouw, Sekprov Edwin Silangen dan seluruh kepala Satuan Kepala Perangkat Daerah (SKPD) di Kantor Gubernur, Senin (6/7).

Olly menerangkan, dana program padat karya bersumber dari pergeseran anggaran di sejumlah perangkat daerah. Tambah dia, program padat karya dilakukan lewat pekerjaan membersihkan irigasi, saluran air dan pekerjaan padat karya lainnya.

“Jadi banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan. Makanya kami mengambil langkah proyek padat karya. Misalnya membuat saluran bersih, saluran irigasi untuk tanam padi. Masyarakat bisa kerja harian. Tapi bukan tanpa upah, mereka kerja harian terus langsung diberi gaji hari,” jelas Olly.

Lanjut dia, jadi ini merupakan program yang melibatkan masyarakat luas. “Pemprov sudah menggeser anggaran dan mengalokasikan sekira 20-an miliar supaya masyarakat yang kehilangan pekerjaan dapat pekerjaan. Dapat pekerjaan dibayar harian serta dapat dipertanggungjawabkan kepada pemerintah, karena mereka akan terima akan terima uang dan tidak bisa dipotong-potong. Misalnya gaji satu hari 125 ribu, kerja dari jam 9 sampe jam 4 sore,” tandasnya.(cw-01/gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/