24.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

Begini Kalau Jual Burung Dilindungi, Dua Pria Tersangka, Diungkap Subdit Tipiter Polda Sulut

MANADOPOST.JAWAPOS.COM-Subdit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulut, berhasil mengungkap praktik penjualan satwa dilindungi.

Dibeberkan Kasubdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Sulut AKBP Feri Sitorus, pengungkapan dilakukan pada 5 Maret 2021. Di mana, pada pukul 16.00 WITA, petugas membekuk dua warga penjual satwa burung yang dilindungi. “Ada dua jenis burung. Jenis Kring-Kring berjumlah 12 ekor dan enam ekor burung Nuri Kalung Ungu. Jadi jumlahnya ada 18,” ungkap Sitorus.

Ditegaskannya dua orang penjual tersebut, telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka ditangkap di Tateli dan di Tuminting. Dijelaskannya, tersangka menjual secara online. Satu ekor burung seharga Rp200 ribu.

Kini para tersangka terancam dijerat dengan pasal 21 ayat 2A juncto pasal 40 ayat 2 UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam. Pengungkapan kasus lanjut Sitorus dilakukan Polda yang berkolaborasi dengan KSDA untuk penitipan barang bukti. “Kami tegaskan, kepada masyarakat yang ingin menjual burung  agar mencari tahu terlebih dahulu apakah burung tersebut masuk kedalam kategori satwa yang dilindungi?,” kunci Sitorus.(gnr)

MANADOPOST.JAWAPOS.COM-Subdit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulut, berhasil mengungkap praktik penjualan satwa dilindungi.

Dibeberkan Kasubdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Sulut AKBP Feri Sitorus, pengungkapan dilakukan pada 5 Maret 2021. Di mana, pada pukul 16.00 WITA, petugas membekuk dua warga penjual satwa burung yang dilindungi. “Ada dua jenis burung. Jenis Kring-Kring berjumlah 12 ekor dan enam ekor burung Nuri Kalung Ungu. Jadi jumlahnya ada 18,” ungkap Sitorus.

Ditegaskannya dua orang penjual tersebut, telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka ditangkap di Tateli dan di Tuminting. Dijelaskannya, tersangka menjual secara online. Satu ekor burung seharga Rp200 ribu.

Kini para tersangka terancam dijerat dengan pasal 21 ayat 2A juncto pasal 40 ayat 2 UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam. Pengungkapan kasus lanjut Sitorus dilakukan Polda yang berkolaborasi dengan KSDA untuk penitipan barang bukti. “Kami tegaskan, kepada masyarakat yang ingin menjual burung  agar mencari tahu terlebih dahulu apakah burung tersebut masuk kedalam kategori satwa yang dilindungi?,” kunci Sitorus.(gnr)

Most Read

Artikel Terbaru

/