25.4 C
Manado
Senin, 4 Juli 2022

MUI Minta Pimpinan Ponpes Cabul Dihukum Berat, Ketua Komisi Fatwa: Pagar Makan Tanaman, Memalukan

MANADOPOST.ID – Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Hasanuddin AF meminta pimpinan pondok pesantren (ponpes) yang diduga melakukan pemerkosaan santriwati di Bandung, Jawa Barat, dihukum berat.

 

“Kalau dia melanggar hukum. Tentu sanksinya harus lebih berat. Begitu seharusnya,” kata Hasanuddin kepada CNNIndonesia.com, Rabu (9/12).

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Hasanuddin mengatakan tindakan kekerasan apapun dilarang dalam ajaran agama termasuk kekerasan seksual. Ia tak habis pikir dengan pengasuh pesantren tersebut sampai melakukan pemerkosaan kepada para santri. Menurutnya, pesantren seharusnya menjadi tempat untuk membina dan menjaga akhlak dan perlindungan bagi para santri.

 

“Itu kan aneh. Pesantren seharusnya membina, menjaga. Malah pagar makan tanaman. Memalukan,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Hasauddin mendukung proses hukum terhadap pimpinan pesantren tersebut. Ia mengatakan pimpinan pesantren di Bandung itu sudah sepatutnya diadili. “Itu kena KUHP itu. Ya memang sebaiknya di bawa ke ranah hukum untuk disidang, diadili,” katanya.

MANADOPOST.ID – Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Hasanuddin AF meminta pimpinan pondok pesantren (ponpes) yang diduga melakukan pemerkosaan santriwati di Bandung, Jawa Barat, dihukum berat.

 

“Kalau dia melanggar hukum. Tentu sanksinya harus lebih berat. Begitu seharusnya,” kata Hasanuddin kepada CNNIndonesia.com, Rabu (9/12).

 

Hasanuddin mengatakan tindakan kekerasan apapun dilarang dalam ajaran agama termasuk kekerasan seksual. Ia tak habis pikir dengan pengasuh pesantren tersebut sampai melakukan pemerkosaan kepada para santri. Menurutnya, pesantren seharusnya menjadi tempat untuk membina dan menjaga akhlak dan perlindungan bagi para santri.

 

“Itu kan aneh. Pesantren seharusnya membina, menjaga. Malah pagar makan tanaman. Memalukan,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Hasauddin mendukung proses hukum terhadap pimpinan pesantren tersebut. Ia mengatakan pimpinan pesantren di Bandung itu sudah sepatutnya diadili. “Itu kena KUHP itu. Ya memang sebaiknya di bawa ke ranah hukum untuk disidang, diadili,” katanya.

Most Read

Artikel Terbaru

/