27.4 C
Manado
Kamis, 11 Agustus 2022

Cadangan Pangan Sulut Aman

MANADOPOST.ID—Kondisi ketahanan pangan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) masih aman. Masyarakat diminta tidak khawatir.

Hal tersebut dibeberkan Kepala Dinas Pangan Daerah Sulut Sandra Moniaga, Kamis (9/7). “Kita memastikan stok beras aman. Masyarakat tidak perlu panik. Stok di Bulog masih 12,839 ton. Suplai dari distributor 7,700 ton. Jadi kondisi kita ada 47,853 ton. Kalau dihitung jumlah penduduk 2,5 juta penduduk, konsumsi masyarakat perkapita pertahun sebanyak 138.65 kilogram. Jadi kebutuhan saja untuk bulan Februari dikisaran 28,966 ton. Dengan kondisi itu, maka stok kita aman,” terangnya.

Hal yang sama dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut Edwin Kindangen, menurutnya stok kebutuhan bahan pokok termasuk beras di Sulut masih aman sehingga belanja secara berlebihan yang dilakukan oleh masyarakat dinilai tidak perlu dilakukan.

“Saat ini stok beras kita melimpah masih sangat banyak. Data kami mencatat tersedia sekira 60.450 ton dengan estimasi konsumsi perbulannya 28.600 ton per bulan jadi masih tahan sekira 3 hingga 5 bulan kedepan,” ungkapnya. Dia merinci, saat ini minyak goreng masih tersedia sekira 24.850 ton untuk konsumsi selama tiga bulan kedepan. “Demikian dengan tepung terigu, daging sapi, dan daging ayam,” jelasnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Daerah Sulut Novly Wowiling mengatakan, produksi pangan khususnya beras, saat ini dalam jumlah tercukupi. “Produksi beras kita itu cukup. Untuk produksi saat ini, bisa menghandle kebutuhan lokal masyarakat Sulut sampai bulan Juli mendatang. Namun kita tegaskan, bahwa produksi ini, bukan hanya sampai Juli. Masa panennya dilakukan secara bertahap, jadi bisa sampai Desember disesuaikan dengan waktu tanam. Yang pasti, produksi lokal kita telah mampu untuk memenuhi kebutuhan lokal Sulut,” jelasnya.

Wowiling mengatakan, potensi produksi beras di 15 kabupaten/kota sampai Juli mendatang, mencapai 131.021 ton. Itu ungkapnya, akan terus bertambah sesuai masa panen masing-masing daerah.

“Masyarakat itu harus tetap tenang dan tidak perlu khawatir untuk pasokan beras. Karena hasil produksi beras itu setiap tahun mengalami peningkatan. Bahkan untuk tanaman pangan lain seperti Jagung dan umbi-umbian, juga dalam produksi yang meningkat,” kuncinya.(cw-01/gel)

MANADOPOST.ID—Kondisi ketahanan pangan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) masih aman. Masyarakat diminta tidak khawatir.

Hal tersebut dibeberkan Kepala Dinas Pangan Daerah Sulut Sandra Moniaga, Kamis (9/7). “Kita memastikan stok beras aman. Masyarakat tidak perlu panik. Stok di Bulog masih 12,839 ton. Suplai dari distributor 7,700 ton. Jadi kondisi kita ada 47,853 ton. Kalau dihitung jumlah penduduk 2,5 juta penduduk, konsumsi masyarakat perkapita pertahun sebanyak 138.65 kilogram. Jadi kebutuhan saja untuk bulan Februari dikisaran 28,966 ton. Dengan kondisi itu, maka stok kita aman,” terangnya.

Hal yang sama dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut Edwin Kindangen, menurutnya stok kebutuhan bahan pokok termasuk beras di Sulut masih aman sehingga belanja secara berlebihan yang dilakukan oleh masyarakat dinilai tidak perlu dilakukan.

“Saat ini stok beras kita melimpah masih sangat banyak. Data kami mencatat tersedia sekira 60.450 ton dengan estimasi konsumsi perbulannya 28.600 ton per bulan jadi masih tahan sekira 3 hingga 5 bulan kedepan,” ungkapnya. Dia merinci, saat ini minyak goreng masih tersedia sekira 24.850 ton untuk konsumsi selama tiga bulan kedepan. “Demikian dengan tepung terigu, daging sapi, dan daging ayam,” jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Daerah Sulut Novly Wowiling mengatakan, produksi pangan khususnya beras, saat ini dalam jumlah tercukupi. “Produksi beras kita itu cukup. Untuk produksi saat ini, bisa menghandle kebutuhan lokal masyarakat Sulut sampai bulan Juli mendatang. Namun kita tegaskan, bahwa produksi ini, bukan hanya sampai Juli. Masa panennya dilakukan secara bertahap, jadi bisa sampai Desember disesuaikan dengan waktu tanam. Yang pasti, produksi lokal kita telah mampu untuk memenuhi kebutuhan lokal Sulut,” jelasnya.

Wowiling mengatakan, potensi produksi beras di 15 kabupaten/kota sampai Juli mendatang, mencapai 131.021 ton. Itu ungkapnya, akan terus bertambah sesuai masa panen masing-masing daerah.

“Masyarakat itu harus tetap tenang dan tidak perlu khawatir untuk pasokan beras. Karena hasil produksi beras itu setiap tahun mengalami peningkatan. Bahkan untuk tanaman pangan lain seperti Jagung dan umbi-umbian, juga dalam produksi yang meningkat,” kuncinya.(cw-01/gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/