alexametrics
27.4 C
Manado
Minggu, 22 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Proyek Drainase Penanganan Banjir Bethesda Terkendala Pipa Air

MANADOPOST.ID—Kerinduan masyarakat di Kelurahan Sario Tumpaan, khususnya yang bermukim di Jalan Bethesda terhadap suasana kondusif bebas banjir, ternyata masih memiliki banyak kendala. Pasalnya, proyek drainase di ruas Jalan Bethesda masih belum rampung bahkan progres pekerjaannya pun masih minim.

Menurut Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulut Eric Aldrin Singarimbun melalui Asisten Kasatker PJN Wilayah I, Maikel Rompas menerangkan bahwa realisasi pekerjaan proyek drainase pada Jalan Bethesda masih 37 persen. “Realisasi per awal November 2021 baru 37 persen atau baru mendekati 40 persen, “ungkap Rompas.

Hal ini menurunnya terkendala oleh faktor utilitas PT. Air. “Kendala signifikan yaitu utilitas PT Air. Karena ada pipa yang sudah berumur dari tahun 1960-an hingga 1970-an yang ada pada kedalaman 1,5 meter di area drainase. Sedangkan galian untuk proyek drainase ini harus dua meter,” urai Rompas.

Secara teknis, Rompas menyebutkan bahwa pipa tersebut terletak pada ruas kanan jalan. Sehingga pekerjaan drainase pada ruas kanan sangat minim, dibandingkan ruas kiri. “Kalau di sebelah kiri, pekerjaan kita hampir tuntas. Tapi kendalanya pada drainase sebelah kanan. Karena sepanjang rencana perbaikan drainase di ruas kanan yakni 1,2 sampai 1,3 kilometer didalamnya terdapat pipa air yang menjadi kendala,” tutur Rompas.

Sehingga menurutnya, pipa air tersebut harus dipindahkan agar tidak menghalangi pekerjaan. “Jadi ini harus dipindahkan, tapi kendala dari pipa ini adalah pipa sudah model lama dan hanya PT Air yang tau harus dipesan dimana, ukuran berapa, model yang bagaimana. Jadi kami menunggu pipanya yang sementara dipesan oleh PT. Air” sebutnya.

Rompas pun berharap agar proyek yang utamanya dalam rangka meminimalisir dampak banjir di Jalan Bethesda, dapat sesegera mungkin dirasakan masyarakat. “Kami optimis, proyek ini dapat selesai di akhir tahun, sehingga dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Semoga pipa yang dipesan PT. Air segera ada di lokasi, sehingga proyek drainase dapat berlangsung cepat,” tutur Rompas.

Ia pun memohon agar masyarakat dapat bersabar hingga proyek selesai, untuk memastikan area Jalan Bethesda dapat bebas banjir. “Sarannya untuk masyarakat, mohon dapat bersabar dulu liat jaringan drainase ini jadi. Harapannya ketika drainase selesai bisa meminimalisir banjir di area ini,“ jelas Rompas.

Sebelumnya Masyarakat sekaligus pedagang rumah makan yang bermukim di depan Rumah Sakit (RS) ODSK mengeluhkan kondisi drainase yang buruk pada ruas jalan tersebut. Menurut masyaralat, semenjak dibangun RS tersebut ruas jalan bahkan sampai lokasi tempat berdagang warga tersebut menjadi rawan banjir.

“Karena RS ini posisinya agak tinggi. Pas pembangunan, ada penimbunan tanah disitu jadi makin tinggi. Sehingga disini sudah sering banjir, karena posisi jalan dan ruas kanan depan rumah sakit lebih rendah,” ungkap Yusral salah satu pedagang rumah makan di Kelurahan Sario Tumpaan depan RS. ODSK.

Ia pun berharap agar dengan adanya perbaikan drainase yang sementara dilakukan di jalan Bethesda dapat mengurangi banjir pada area tersebut

Senada, Rita Lontoh (56) warga sekitar RS ODSK juga mengeluhkan drainase di Jalan Bethesda. “Sebenarnya jalan masuk RS, ada gotnya. Tapi sekarang pas bangun rumah sakit sudah jadi kecil. Sedangkan air dari ruas kiri yang datarannya lebih tinggi, mengalir di sini. Makanya dampak banjir pada tahun-tahun belakangan ini di Jalan Bethesda makin parah dibanding tahun-tahun sebelumnya,” terang Lontoh.

Pedagang rumah makan dan baju online ini pun berharap agar drainase yang terletak di samping rumah sakit dapat diperbaiki sehingga tidak lagi menyebabkan banjir. (des)

MANADOPOST.ID—Kerinduan masyarakat di Kelurahan Sario Tumpaan, khususnya yang bermukim di Jalan Bethesda terhadap suasana kondusif bebas banjir, ternyata masih memiliki banyak kendala. Pasalnya, proyek drainase di ruas Jalan Bethesda masih belum rampung bahkan progres pekerjaannya pun masih minim.

Menurut Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulut Eric Aldrin Singarimbun melalui Asisten Kasatker PJN Wilayah I, Maikel Rompas menerangkan bahwa realisasi pekerjaan proyek drainase pada Jalan Bethesda masih 37 persen. “Realisasi per awal November 2021 baru 37 persen atau baru mendekati 40 persen, “ungkap Rompas.

Hal ini menurunnya terkendala oleh faktor utilitas PT. Air. “Kendala signifikan yaitu utilitas PT Air. Karena ada pipa yang sudah berumur dari tahun 1960-an hingga 1970-an yang ada pada kedalaman 1,5 meter di area drainase. Sedangkan galian untuk proyek drainase ini harus dua meter,” urai Rompas.

Secara teknis, Rompas menyebutkan bahwa pipa tersebut terletak pada ruas kanan jalan. Sehingga pekerjaan drainase pada ruas kanan sangat minim, dibandingkan ruas kiri. “Kalau di sebelah kiri, pekerjaan kita hampir tuntas. Tapi kendalanya pada drainase sebelah kanan. Karena sepanjang rencana perbaikan drainase di ruas kanan yakni 1,2 sampai 1,3 kilometer didalamnya terdapat pipa air yang menjadi kendala,” tutur Rompas.

Sehingga menurutnya, pipa air tersebut harus dipindahkan agar tidak menghalangi pekerjaan. “Jadi ini harus dipindahkan, tapi kendala dari pipa ini adalah pipa sudah model lama dan hanya PT Air yang tau harus dipesan dimana, ukuran berapa, model yang bagaimana. Jadi kami menunggu pipanya yang sementara dipesan oleh PT. Air” sebutnya.

Rompas pun berharap agar proyek yang utamanya dalam rangka meminimalisir dampak banjir di Jalan Bethesda, dapat sesegera mungkin dirasakan masyarakat. “Kami optimis, proyek ini dapat selesai di akhir tahun, sehingga dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Semoga pipa yang dipesan PT. Air segera ada di lokasi, sehingga proyek drainase dapat berlangsung cepat,” tutur Rompas.

Ia pun memohon agar masyarakat dapat bersabar hingga proyek selesai, untuk memastikan area Jalan Bethesda dapat bebas banjir. “Sarannya untuk masyarakat, mohon dapat bersabar dulu liat jaringan drainase ini jadi. Harapannya ketika drainase selesai bisa meminimalisir banjir di area ini,“ jelas Rompas.

Sebelumnya Masyarakat sekaligus pedagang rumah makan yang bermukim di depan Rumah Sakit (RS) ODSK mengeluhkan kondisi drainase yang buruk pada ruas jalan tersebut. Menurut masyaralat, semenjak dibangun RS tersebut ruas jalan bahkan sampai lokasi tempat berdagang warga tersebut menjadi rawan banjir.

“Karena RS ini posisinya agak tinggi. Pas pembangunan, ada penimbunan tanah disitu jadi makin tinggi. Sehingga disini sudah sering banjir, karena posisi jalan dan ruas kanan depan rumah sakit lebih rendah,” ungkap Yusral salah satu pedagang rumah makan di Kelurahan Sario Tumpaan depan RS. ODSK.

Ia pun berharap agar dengan adanya perbaikan drainase yang sementara dilakukan di jalan Bethesda dapat mengurangi banjir pada area tersebut

Senada, Rita Lontoh (56) warga sekitar RS ODSK juga mengeluhkan drainase di Jalan Bethesda. “Sebenarnya jalan masuk RS, ada gotnya. Tapi sekarang pas bangun rumah sakit sudah jadi kecil. Sedangkan air dari ruas kiri yang datarannya lebih tinggi, mengalir di sini. Makanya dampak banjir pada tahun-tahun belakangan ini di Jalan Bethesda makin parah dibanding tahun-tahun sebelumnya,” terang Lontoh.

Pedagang rumah makan dan baju online ini pun berharap agar drainase yang terletak di samping rumah sakit dapat diperbaiki sehingga tidak lagi menyebabkan banjir. (des)

Most Read

Artikel Terbaru

/