24.4 C
Manado
Sabtu, 20 Agustus 2022

Pemuda Pancasila Ancam Terus Demo, Japto tidak Mundur, Junimart Wajib Minta Maaf Secara Nasional

MANADOPOST.ID – Ketua Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila Japto Soelistyo Soerjosoemarno mengatakan anggotanya akan terus mendemo anggota DPR, Junimart Girsang. “Anak-anak akan terus demo sampai dia minta maaf secara nasional,” kata Japto dikutip dari Majalah Tempo edisi 11 Desember 2021.

 

Japto mengatakan, Junimart semestinya tidak meminta maaf hanya di satu media. Tapi bicara ke semua stasiun TV. Sebab, karena politikus PDI Perjuangan itu, Japto mengatakan organisasinya jadi dikaitkan dengan pernyataan Presiden Joko Widodo soal pejabat polisi jangan sowan ke ormas bermasalah.

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Japto menegaskan bahwa ormas yang bermasalah adalah ormas yang sudah dilarang pemerintah. Di Pemuda Pancasila, kata dia, pengurus baru yang terpilih wajib datang ke kapolres atau kapolda dan pejabat TNI setempat untuk audiensi memperkenalkan diri dan cerita program. “Kami kan mitra pemerintah,” ujar dia.

 

Junimart Girsang sebelumnya mendesak Kementerian Dalam Negeri menertibkan ormas yang kerap meresahkan masyarakat. Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini mengeluarkan pernyataan itu untuk merespons bentrokan antarormas Forum Betawi Rempug (FBR) dengan Pemuda Pancasila yang terjadi di Ciledug, Kabupaten Tangerang. Sebelumnya juga terjadi bentrokan serupa antara FBR dengan PP di Jakarta Barat.

 

Tak terima dengan pernyataan itu, ormas yang identik dengan warna loreng oranye hitam ini menggelar demo di depan DPR, pada 25 November 2021. Aksi unjuk rasa itu berakhir ricuh karena beberapa anggota Pemuda Pancasila melakukan tindakan anarkis hingga kedapatan membawa senjata tajam dan mengeroyok seorang polisi. (tempo)

MANADOPOST.ID – Ketua Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila Japto Soelistyo Soerjosoemarno mengatakan anggotanya akan terus mendemo anggota DPR, Junimart Girsang. “Anak-anak akan terus demo sampai dia minta maaf secara nasional,” kata Japto dikutip dari Majalah Tempo edisi 11 Desember 2021.

 

Japto mengatakan, Junimart semestinya tidak meminta maaf hanya di satu media. Tapi bicara ke semua stasiun TV. Sebab, karena politikus PDI Perjuangan itu, Japto mengatakan organisasinya jadi dikaitkan dengan pernyataan Presiden Joko Widodo soal pejabat polisi jangan sowan ke ormas bermasalah.

 

Japto menegaskan bahwa ormas yang bermasalah adalah ormas yang sudah dilarang pemerintah. Di Pemuda Pancasila, kata dia, pengurus baru yang terpilih wajib datang ke kapolres atau kapolda dan pejabat TNI setempat untuk audiensi memperkenalkan diri dan cerita program. “Kami kan mitra pemerintah,” ujar dia.

 

Junimart Girsang sebelumnya mendesak Kementerian Dalam Negeri menertibkan ormas yang kerap meresahkan masyarakat. Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini mengeluarkan pernyataan itu untuk merespons bentrokan antarormas Forum Betawi Rempug (FBR) dengan Pemuda Pancasila yang terjadi di Ciledug, Kabupaten Tangerang. Sebelumnya juga terjadi bentrokan serupa antara FBR dengan PP di Jakarta Barat.

 

Tak terima dengan pernyataan itu, ormas yang identik dengan warna loreng oranye hitam ini menggelar demo di depan DPR, pada 25 November 2021. Aksi unjuk rasa itu berakhir ricuh karena beberapa anggota Pemuda Pancasila melakukan tindakan anarkis hingga kedapatan membawa senjata tajam dan mengeroyok seorang polisi. (tempo)

Most Read

Artikel Terbaru

/