29.4 C
Manado
Sunday, 26 March 2023

Penerbangan Indonesia Masih di Blacklist, Ini Penyebabnya

MANADOPOST.ID–Arab Saudi sudah membuka penerbangan internasional pada 17 Mei nanti. Tapi Indonesia masih masuk dalam 20 negara yang di blacklist atau dilarang masuk ke negara kerajaan tersebut. Padahal puncak penyelenggaraan ibadah haji tinggal dua bulan lagi.

Informasi tentang dibukanya kembali penerbangan internasional itu tertuang dalam surat resmi General Authority of Civil Aviation (GACA) Arab Saudi. Di dalam surat tersebut, ada sejumlah prosedur bagi pelancong asing yang akan masuk ke Saudi.

Di antaranya, aturan mengikuti ketentuan karantina. Kemudian, harus sudah divaksin Covid-19. Secara tegas, di dalam surat GACA tersebut ditulis empat jenis vaksin Covid-19 yang bisa digunakan untuk masuk ke Saudi. Yaitu, sudah disuntik dua dosis vaksin Pfizer BioNTech, Oxford AstraZeneca, dan Moderna. Atau, sudah disuntik satu dosis vaksin Johnson.

Baca Juga:  Danlantamal VIII Terima Kunjungan Kehormatan Kapolda Sulut

Konsul Perhubungan KJRI Jeddah Amiruddin Muhammad Arsyad mengatakan sudah membaca surat dari GACA tersebut. ’’Kalau yang saya pahami dari inti edaran (GACA, Red) ini, fokusnya ke non-restricted country,’’ katanya kemarin (14/5). Sebab, di dalam surat tersebut, GACA merujuk pada surat sebelumnya tertanggal 2 Februari 2021. Seperti dikutip dari Jawa Pos.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Nah, di dalam surat tertanggal 2 Februari itu, isinya tentang daftar 20 negara yang terkena suspend atau berstatus restriction. Bukan hanya Indonesia yang masuk daftar itu. Negara lainnya adalah Argentina, Uni Emirat Arab, Jerman, Amerika Serikat, dan Irlandia. Kemudian, Italia, Pakistan, Brasil, Portugal, Inggris, Turki, Afrika Selatan, Swedia, Swiss, Prancis, Lebanon, Mesir, India, dan Jepang.

Baca Juga:  Peringatan Keras Kapolres-Kapolsek, Hal Sepele jangan Tembus Kapolri, Sigit: Level Polres-Polsek

Amiruddin menyatakan, kebijakan ban atau suspend terhadap 20 negara itu masih berlanjut. Meskipun Saudi membuka kembali penerbangan internasional, Indonesia belum bisa memanfaatkannya. Diketahui, Calon Jemaat Haji tidak sabar lagi mengunjungi tanah suci untuk melakukan umrah. (jpg/ite)

MANADOPOST.ID–Arab Saudi sudah membuka penerbangan internasional pada 17 Mei nanti. Tapi Indonesia masih masuk dalam 20 negara yang di blacklist atau dilarang masuk ke negara kerajaan tersebut. Padahal puncak penyelenggaraan ibadah haji tinggal dua bulan lagi.

Informasi tentang dibukanya kembali penerbangan internasional itu tertuang dalam surat resmi General Authority of Civil Aviation (GACA) Arab Saudi. Di dalam surat tersebut, ada sejumlah prosedur bagi pelancong asing yang akan masuk ke Saudi.

Di antaranya, aturan mengikuti ketentuan karantina. Kemudian, harus sudah divaksin Covid-19. Secara tegas, di dalam surat GACA tersebut ditulis empat jenis vaksin Covid-19 yang bisa digunakan untuk masuk ke Saudi. Yaitu, sudah disuntik dua dosis vaksin Pfizer BioNTech, Oxford AstraZeneca, dan Moderna. Atau, sudah disuntik satu dosis vaksin Johnson.

Baca Juga:  Makin Banyak Negara Bantu Ukraina, Yunani-Portugal Kirim Pesawat Militer hingga Granat

Konsul Perhubungan KJRI Jeddah Amiruddin Muhammad Arsyad mengatakan sudah membaca surat dari GACA tersebut. ’’Kalau yang saya pahami dari inti edaran (GACA, Red) ini, fokusnya ke non-restricted country,’’ katanya kemarin (14/5). Sebab, di dalam surat tersebut, GACA merujuk pada surat sebelumnya tertanggal 2 Februari 2021. Seperti dikutip dari Jawa Pos.

Nah, di dalam surat tertanggal 2 Februari itu, isinya tentang daftar 20 negara yang terkena suspend atau berstatus restriction. Bukan hanya Indonesia yang masuk daftar itu. Negara lainnya adalah Argentina, Uni Emirat Arab, Jerman, Amerika Serikat, dan Irlandia. Kemudian, Italia, Pakistan, Brasil, Portugal, Inggris, Turki, Afrika Selatan, Swedia, Swiss, Prancis, Lebanon, Mesir, India, dan Jepang.

Baca Juga:  Musim Pandemi Covid-19, BNN RI tak Gentar Perangi Narkoba, Sita Ratusan Kilogram Sabu

Amiruddin menyatakan, kebijakan ban atau suspend terhadap 20 negara itu masih berlanjut. Meskipun Saudi membuka kembali penerbangan internasional, Indonesia belum bisa memanfaatkannya. Diketahui, Calon Jemaat Haji tidak sabar lagi mengunjungi tanah suci untuk melakukan umrah. (jpg/ite)

Most Read

Artikel Terbaru