alexametrics
25.4 C
Manado
Selasa, 24 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Anak Buah KSAD Jenderal Dudung Tewas Diserang di Jalanan Gelap, Polisi Periksa CCTV, Ini Hasilnya

MANADOPOST.ID – Anggota TNI AD, anak buah KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman berinisial S (23) meninggal usai dikeroyok dan diserang menggunakan senjata tajam di Jalan Rusun Muara Batu, Penjaringan, Jakarta Utara. Selain memeriksa saksi, polisi turun lapangan dan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

 

“(Sudah diperiksa), dari CCTV polsek juga sudah tapi pelat nomornya nggak kelihatan,” beber Kapolsek Penjaringan AKBP Febri Isman Jaya usai dikonfirmasi, Minggu (16/01/2022).

 

Dia menyebut polisi masih belum mengetahui pelat nomor kendaraan dari pelaku pengeroyokan tersebut. Ini dikarenakan kondisi jalanan yang gelap dan terlalu banyak kendaraan yang melintas di hari tersebut.

 

“Kendaraan yang melintas banyak, tapi untuk memastikan kendaraan pelaku tidak jelas karena malam hari,” urainya. Hingga kini, polisi masih menyelidiki pelaku pengeroyokan tersebut. “Masih dalam penyelidikan,” singkatnya.

 

Diketahui peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (16/1) sekira pukul 03.00 WIB. Febri menyebut dalam peristiwa ini juga terdapat satu orang anggota sipil yang menjadi korban. “Sipil satu orang korban,” kata ujar Febri. Kini, anggota sipil tersebut masih dalam perawatan di Rumah Sakit Atmajaya. Diketahui, satu orang warga sipil tersebut dalam kondisi kritis.

 

Febri juga belum bisa memastikan berapa orang yang mengeroyok anggota TNI AD tersebut hingga berakhir tewas. (ain/knv/detikcom)

 

MANADOPOST.ID – Anggota TNI AD, anak buah KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman berinisial S (23) meninggal usai dikeroyok dan diserang menggunakan senjata tajam di Jalan Rusun Muara Batu, Penjaringan, Jakarta Utara. Selain memeriksa saksi, polisi turun lapangan dan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

 

“(Sudah diperiksa), dari CCTV polsek juga sudah tapi pelat nomornya nggak kelihatan,” beber Kapolsek Penjaringan AKBP Febri Isman Jaya usai dikonfirmasi, Minggu (16/01/2022).

 

Dia menyebut polisi masih belum mengetahui pelat nomor kendaraan dari pelaku pengeroyokan tersebut. Ini dikarenakan kondisi jalanan yang gelap dan terlalu banyak kendaraan yang melintas di hari tersebut.

 

“Kendaraan yang melintas banyak, tapi untuk memastikan kendaraan pelaku tidak jelas karena malam hari,” urainya. Hingga kini, polisi masih menyelidiki pelaku pengeroyokan tersebut. “Masih dalam penyelidikan,” singkatnya.

 

Diketahui peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (16/1) sekira pukul 03.00 WIB. Febri menyebut dalam peristiwa ini juga terdapat satu orang anggota sipil yang menjadi korban. “Sipil satu orang korban,” kata ujar Febri. Kini, anggota sipil tersebut masih dalam perawatan di Rumah Sakit Atmajaya. Diketahui, satu orang warga sipil tersebut dalam kondisi kritis.

 

Febri juga belum bisa memastikan berapa orang yang mengeroyok anggota TNI AD tersebut hingga berakhir tewas. (ain/knv/detikcom)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/