25.4 C
Manado
Senin, 4 Juli 2022

TEGAS DONK PAK KAPOLDA! Pengacara Sebut Tersangka Mafia Tanah tak Ditahan, Korban Kakek 70 Tahun

MANADOPOST.ID – Seorang lansia bernama Ng Je Ngay (70) menyurati Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran. Lansia tersebut meminta permohonan perlindungan hukum kepada Irjen Fadil setelah menjadi korban mafia tanah di daerah Jakarta Barat.

 

Pengacara korban, Aldo Joe, mengaku telah menyurati Kapolda Metro sebanyak lima kali. Pada Senin (6/12), Aldo kembali datang ke Polda Metro Jaya untuk memperjuangkan kliennya, yang kehilangan rumah senilai Rp 3 miliar.

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Harga rumahnya itu diperkirakan senilai Rp 2 miliar sampai Rp 3 miliar karena NJOP-nya saja Rp 1,9 miliar. Si pelaku ini membeli dengan harga Rp 800 juta dan kebenaran itu pun kami tidak tahu,” kata Aldo.

 

Aldo mengatakan kliennya membeli rumahnya itu pada 1990 oleh seorang warga bernama Oceng Lim. Namun, pada 2017, korban justru dilaporkan ke Polsek Tamansari atas dugaan penyerobotan lahan.

 

“Di situ klien kami baru tahu ada permasalahan tersebut yang mana KTP, KK, dan NPWP, buku tabungan ini semua dipalsukan pelaku. Akhirnya klien kami layangkan laporan di Polres Jakarta Barat tahun 2018,” katanya. Kasus berjalan 3 tahun belum tuntas.

MANADOPOST.ID – Seorang lansia bernama Ng Je Ngay (70) menyurati Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran. Lansia tersebut meminta permohonan perlindungan hukum kepada Irjen Fadil setelah menjadi korban mafia tanah di daerah Jakarta Barat.

 

Pengacara korban, Aldo Joe, mengaku telah menyurati Kapolda Metro sebanyak lima kali. Pada Senin (6/12), Aldo kembali datang ke Polda Metro Jaya untuk memperjuangkan kliennya, yang kehilangan rumah senilai Rp 3 miliar.

 

“Harga rumahnya itu diperkirakan senilai Rp 2 miliar sampai Rp 3 miliar karena NJOP-nya saja Rp 1,9 miliar. Si pelaku ini membeli dengan harga Rp 800 juta dan kebenaran itu pun kami tidak tahu,” kata Aldo.

 

Aldo mengatakan kliennya membeli rumahnya itu pada 1990 oleh seorang warga bernama Oceng Lim. Namun, pada 2017, korban justru dilaporkan ke Polsek Tamansari atas dugaan penyerobotan lahan.

 

“Di situ klien kami baru tahu ada permasalahan tersebut yang mana KTP, KK, dan NPWP, buku tabungan ini semua dipalsukan pelaku. Akhirnya klien kami layangkan laporan di Polres Jakarta Barat tahun 2018,” katanya. Kasus berjalan 3 tahun belum tuntas.

Most Read

Artikel Terbaru

/