alexametrics
24.4 C
Manado
Minggu, 24 Oktober 2021
spot_img

BWSS I Pantau Banjir Bandang Mitra, Terjunkan Satgas Penanggulangan Bencana

MANADOPOST.ID—Bencana banjir bandang serta tanah longsor yang menghantam Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), menjadi perhatian Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSS I) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Plh.Kepala BWSS I Jacquline Tahar bersama Hukum Tua Desa Pangu Satu Ventje Kuuntur saat mendata dampak banjir pada wilayah tersebut.

Terbeban dengan musibah dan kerusakan yang melanda serta berdampak pada masyarakat di beberapa desa di Kabupaten Mitra, BWSS I langsung melakukan pemantauan ke lokasi bencana. Pantauan bencana langsung dikoordinir Plt. Kepala BWSS I Feriyanto Pawenrusi dengan mengunjungi Desa Pangu dan Desa Pangu Satu, Kecamatan Ratahan Selatan Kabupaten Mitra, Selasa (20/9).

PPK OP-SDA II Romie Tongkeles mendampingi Plt. Kepala BWSS I Feriyanto Pawenrusi di lokasi bencana Kabupaten Mitra.

Berdasarkan pantauan tersebut, Pawenrusi mengungkapkan ada dua sungai yang mengalami penyumbatan akibat banjir disertai lumpur dengan bawaannya. Yakni Sungai Palaus dan Abuang. “Sebenarnya Sungai  Palaus dan Abuang mengalami penyumbatan dibeberapa titik dan alat kami akan diupayakan untuk membuka saluran airnya dulu. Kita akan membuka sumbatan yang ada di hilir dan kemudian ke bagian hulu sungai,” jelas Pawenrusi.

Adapun BWSS I tengah mengerahkan alat berat serta tenaga untuk melakukan pembersihan pada beberapa lokasi yang tertimbun lumpur. “Langkah awal yang akan dilakukan yaitu upaya untuk mengurangi resiko dari dampak yang kemungkinan terjadi. Untuk itu, kita telah membuat sketsa yang nanti alat beratnya akan mulai dari titik mana, untuk membuka saluran air agar tidak terlambat pada pemukiman penduduk,” ungkap Feriyanto Pawenrusi.

PPK OP-SDA I Allan Kawengian mendampingi Plt.Kepala BWSS I membuat sketsa tindak lanjut penanggulangan bencana oleh satgas.

Dalam kunjungan tersebut, ia pun berharap agar masyarakat akan lebih peduli terhadap keberadaan sungai dan bantaran sungai. Sehingga masyarakat lebih tertib dalam menempati pemukiman terutama di daerah bantaran sungai. “Karena yang namanya sungai ketika terjadi hujan deras, airnya akan melewati daerah bantaran. Ketika di bantaran sungai ada pemukiman, maka airnya akan melewati pemukiman arusnya bisa menyeret rumah penduduk. Ini yang butuh kerjasama dengan pemerintah setempat, untuk saling mengingatkan kepada masyarakat,” ujar Pawenrusi.

Sejalan dengan itu, Koordinator Satgas Penanggulangan Bencana BWSS I Iskandar Rahim pun menyatakan selain alat berat, ada beberapa bantuan pula akan diberikan BWSS I Bagi masyarakat terdampak bencana. “Selain alat berat ke lokasi yang terdampak, juga kami akan melihat kebutuhan di lapangan bantuan seperti apa yang dibutuhkan,” ungkap Rahim.

Tampak potongan kayu-kayu serta pohon dan lumpur yang dibawa oleh air hujan pada bencana banjir bandang tersebut.

Kegiatan pantauan bencana banjir bandang di Mitra oleh Plt. Kepala BWSS IFeriyanto Pawenrusi turut didampingi Plh Kepala BWSS I Jacqualine Tahar, PPK OP-SDA 2 Romie Tongkeles, PPK OP-SDA 1 Allan Kawengian, serta tim Satgas Penanggulangan Bencana BWSS I. (*)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru