alexametrics
25.4 C
Manado
Sabtu, 28 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

SIMBOL TOLERANSI: Gereja GMIM Getsemani Sakobar, Ada Kubah Emas, Perpaduan Arsitek Kristen-Islam

MANADOPOST.ID – Gedung Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Getsemani Sario Kota Baru (Sakobar), di Kota Manado, Sulawesi Utara, yang hampir selesai dibangun, memiliki nilai Alkitabiah yang sangat tinggi dan merupakan Simbol Toleransi satu-satunya di Dunia serta di bumi Nyiur Melambai, Sulawesi Utara.

Panitia Pembangunan Gedung GMIM Getsemani Sakobar, Manado, Sulut bersama Mr Kim Joong Wook
dari Korsel.

Ketua Panitia Pembangunan Gereja Prof Dody Sumajouw mengatakan, gereja GMIM Getsemani Sakobar yang hampir selesai dibangun, memiliki nilai-nilai luhur yang tinggi dan dijadikan simbol toleransi, saat mengutip ungkapan almarhum Drs Danny Bicky Watti. Gereja ini menurut almarhum Danny Watti, sudah menjadi bangunan monumental yang terindah di Dunia, dikarenakan bangunan Gereja ini memiliki dua nilai nilai luhur yaitu Nilai Karsa dan Karya.

 

Menurut Drs Danny Bicky Watti melalui Prof Dody Sumajouw menyampaikan bahwa, Gereja memiliki nilai Karsa oleh karena dengan adanya bangunan Kubah Emas di atas gedung gereja, maka Bangunan Gereja ini sudah mempersatukan dua agama besar di Indonesia yaitu Agama Islam dan Kristen sedangkan nilai Karya adalah bangunan gereja ini memiliki dua unsur Architectural Muslim Christian.

 

Dimana nilai Karsa pertama yaitu Gereja Sakobar ini sudah mempersatukan 2 golongan Agama terbesar di dunia. Gereja ini juga dibangun langsung kontraktor dari muslim. “Jadi bobot tingkat toleransinya sangat tinggi,” tandasnya mengutip maksud Almarhum Drs Danny Watti. Dipaparkannya, contoh buah pemikiran dari almarhum Danny Watti seperti, 12 pilar Gereja menunjukan bahwa terdapat 12 Murid Tuhan Yesus dan juga ketinggian menara sepanjang 66 meter merupakan jumlah seluruh kitab yang ada di Alkitab.

 

Danny Watti juga merupakan sosok pemikir yang inovatif serta paripurna dan sangat memperhatikan hal detail ini untuk kemajuan pembangunan Gereja.  “Beliau telah memberikan warisan yang tak ternilai harganya untuk Jemaat Sakobar sebagai generasi penerus, yaitu warisan nilai-nilai toleransi,” ujar Prof Dody didampingi Arsitektur Bangunan Gereja Ir David Mambu sembari menambahkan keluarga dari Danny Watti juga selain memberikan support tapi juga bantuan tenaga dan dana melalui keluarga besar dan itu sangat berguna dalam pembangunan Gereja.

 

Perlu diketahui, panitia pembangunan Gereja telah mendatangkan Tenaga Ahli Struktur dan Mekanikal Elektrikal dari Korea Selatan, investor pembangkit listrik tenaga surya, yaitu Mr Kim Joong Wook dengan tujuan untuk  menguji kelayakan Kelistrikan dan Bangunan Gedung Gereja GMIM Getsemani Sakobar sendiri. Mr Kim juga menyatakan siap memberikan sumbangan untuk Gereja dalam bentuk Solar Power yang dapat dipasang di atas Gereja Getsemani Sakobar, agar Gereja tidak perlu terbeban pembayaran biaya listrik, jika perusahaannya sudah masuk berinvestasi di Indonesia. (Jeiner)

 

MANADOPOST.ID – Gedung Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Getsemani Sario Kota Baru (Sakobar), di Kota Manado, Sulawesi Utara, yang hampir selesai dibangun, memiliki nilai Alkitabiah yang sangat tinggi dan merupakan Simbol Toleransi satu-satunya di Dunia serta di bumi Nyiur Melambai, Sulawesi Utara.

Panitia Pembangunan Gedung GMIM Getsemani Sakobar, Manado, Sulut bersama Mr Kim Joong Wook
dari Korsel.

Ketua Panitia Pembangunan Gereja Prof Dody Sumajouw mengatakan, gereja GMIM Getsemani Sakobar yang hampir selesai dibangun, memiliki nilai-nilai luhur yang tinggi dan dijadikan simbol toleransi, saat mengutip ungkapan almarhum Drs Danny Bicky Watti. Gereja ini menurut almarhum Danny Watti, sudah menjadi bangunan monumental yang terindah di Dunia, dikarenakan bangunan Gereja ini memiliki dua nilai nilai luhur yaitu Nilai Karsa dan Karya.

 

Menurut Drs Danny Bicky Watti melalui Prof Dody Sumajouw menyampaikan bahwa, Gereja memiliki nilai Karsa oleh karena dengan adanya bangunan Kubah Emas di atas gedung gereja, maka Bangunan Gereja ini sudah mempersatukan dua agama besar di Indonesia yaitu Agama Islam dan Kristen sedangkan nilai Karya adalah bangunan gereja ini memiliki dua unsur Architectural Muslim Christian.

 

Dimana nilai Karsa pertama yaitu Gereja Sakobar ini sudah mempersatukan 2 golongan Agama terbesar di dunia. Gereja ini juga dibangun langsung kontraktor dari muslim. “Jadi bobot tingkat toleransinya sangat tinggi,” tandasnya mengutip maksud Almarhum Drs Danny Watti. Dipaparkannya, contoh buah pemikiran dari almarhum Danny Watti seperti, 12 pilar Gereja menunjukan bahwa terdapat 12 Murid Tuhan Yesus dan juga ketinggian menara sepanjang 66 meter merupakan jumlah seluruh kitab yang ada di Alkitab.

 

Danny Watti juga merupakan sosok pemikir yang inovatif serta paripurna dan sangat memperhatikan hal detail ini untuk kemajuan pembangunan Gereja.  “Beliau telah memberikan warisan yang tak ternilai harganya untuk Jemaat Sakobar sebagai generasi penerus, yaitu warisan nilai-nilai toleransi,” ujar Prof Dody didampingi Arsitektur Bangunan Gereja Ir David Mambu sembari menambahkan keluarga dari Danny Watti juga selain memberikan support tapi juga bantuan tenaga dan dana melalui keluarga besar dan itu sangat berguna dalam pembangunan Gereja.

 

Perlu diketahui, panitia pembangunan Gereja telah mendatangkan Tenaga Ahli Struktur dan Mekanikal Elektrikal dari Korea Selatan, investor pembangkit listrik tenaga surya, yaitu Mr Kim Joong Wook dengan tujuan untuk  menguji kelayakan Kelistrikan dan Bangunan Gedung Gereja GMIM Getsemani Sakobar sendiri. Mr Kim juga menyatakan siap memberikan sumbangan untuk Gereja dalam bentuk Solar Power yang dapat dipasang di atas Gereja Getsemani Sakobar, agar Gereja tidak perlu terbeban pembayaran biaya listrik, jika perusahaannya sudah masuk berinvestasi di Indonesia. (Jeiner)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/