29.4 C
Manado
Kamis, 11 Agustus 2022

Cegah Banjir, Satker OP-SDA BWS Sulawesi I Keruk Sungai Tikala

MANADOPOST.ID—Sungai Tikala merupakan salah satu sungai besar yang mengalir di tengah Kota Manado pada wilayah permukiman yang padat penduduk.

Untuk itu, dalam upaya pemeliharaan terhadap Daerah Aliran Sungai (DAS) Tikala, serta pencegahan terhadap banjir di Kota Manado Balai Wilayah Sungai SulawesiI (BWSS I) melaksanakan Pekerjaan pembersihan dan pengerukan sedimen di Sungai tersebut.

“Struktur penanganan Sungai Tikala di Kota Manado, berupa konstruksi perkuatan tebing dari pasangan batu dan pasangan bronjong yang dibangun dengan dana APBN. Untuk itu pemeliharaan Sungai Tikala perlu dilakukan secara rutin,” ungkap Kepala Satker OP-SDA BWSS I Iskandar Rahim.

Dari pantauan Manado Post, Sungai Tikala terdapat banyak sedimen bahkan pohon-pohon yang bertumbuh pada lokasi tersebut. Hal tersebut pula disebutkan Kepala Satker OP-SDA BWS Sulawesi I.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Memang di area sungai Tikala, sudah banyak sekali pohon-pohon yang bertumbuh di tepi sungai, bahkan pada tanggul-tanggul banyak ditumbuhi pohon. Ada pohon kelapa, pisang dan tanaman liar lainnya. Untuk itu dalam pemeliharaan sungai ini, kita sementara melakukan pekerjaan pemeliharaan baik secara kontraktual dan swakelola,” terang Rahim.

Dari pantauan koran ini, saat kegiatan pengerukan berlangsung, masih banyak warga bantaran sungai yang membuang sampah di Sungai. Bahkan Lurah Perkamil Mario Pundoko pun tak memungkiri adanya hal tersebut.

“Memang saat ini masih ada warga yang membuang sampah di Sungai. Bahkan banyak juga sedimen dan sampah yang masuk ke sungai Tikala tepatnya di Kelurahan Perkamil yang bersumber dari aliran sungai Malendeng yang merupakan anak sungai Sawangan,” beber Pundoko.

Terkait hal tersebut, Pundoko menyebutkan bahwa dirinya akan berkoordinasi dengan Walikota Manado.

“Solusinya kita akan melakukan pengerukan di Sungai Malendeng-Perkamil yang merupakan anak sungai Sawangan. Sebelumnya ada petunjuk Pak Walikota bahwa akan dibongkar bangunan bangunan yang dibangun di atas anak sungai Sawangan. Sedangkan untuk sedimen yang terus hanyut dari areal sungai tersebut nanti kita akan cari solusi. Itu tepatnya di Welong terkait sedimen yang ada disana,” pungkas Lurah Perkamil.

Pantauan Manado Post, sedimen yang telah menggunung usai diangkat dari sungai, masih menunggu angkutan untuk segera diangkat. Sehingga ketika hujan turun, sedimen tidak hanyut kembali ke sungai dan menyebabkan pendangkalan. (des)

MANADOPOST.ID—Sungai Tikala merupakan salah satu sungai besar yang mengalir di tengah Kota Manado pada wilayah permukiman yang padat penduduk.

Untuk itu, dalam upaya pemeliharaan terhadap Daerah Aliran Sungai (DAS) Tikala, serta pencegahan terhadap banjir di Kota Manado Balai Wilayah Sungai SulawesiI (BWSS I) melaksanakan Pekerjaan pembersihan dan pengerukan sedimen di Sungai tersebut.

“Struktur penanganan Sungai Tikala di Kota Manado, berupa konstruksi perkuatan tebing dari pasangan batu dan pasangan bronjong yang dibangun dengan dana APBN. Untuk itu pemeliharaan Sungai Tikala perlu dilakukan secara rutin,” ungkap Kepala Satker OP-SDA BWSS I Iskandar Rahim.

Dari pantauan Manado Post, Sungai Tikala terdapat banyak sedimen bahkan pohon-pohon yang bertumbuh pada lokasi tersebut. Hal tersebut pula disebutkan Kepala Satker OP-SDA BWS Sulawesi I.

“Memang di area sungai Tikala, sudah banyak sekali pohon-pohon yang bertumbuh di tepi sungai, bahkan pada tanggul-tanggul banyak ditumbuhi pohon. Ada pohon kelapa, pisang dan tanaman liar lainnya. Untuk itu dalam pemeliharaan sungai ini, kita sementara melakukan pekerjaan pemeliharaan baik secara kontraktual dan swakelola,” terang Rahim.

Dari pantauan koran ini, saat kegiatan pengerukan berlangsung, masih banyak warga bantaran sungai yang membuang sampah di Sungai. Bahkan Lurah Perkamil Mario Pundoko pun tak memungkiri adanya hal tersebut.

“Memang saat ini masih ada warga yang membuang sampah di Sungai. Bahkan banyak juga sedimen dan sampah yang masuk ke sungai Tikala tepatnya di Kelurahan Perkamil yang bersumber dari aliran sungai Malendeng yang merupakan anak sungai Sawangan,” beber Pundoko.

Terkait hal tersebut, Pundoko menyebutkan bahwa dirinya akan berkoordinasi dengan Walikota Manado.

“Solusinya kita akan melakukan pengerukan di Sungai Malendeng-Perkamil yang merupakan anak sungai Sawangan. Sebelumnya ada petunjuk Pak Walikota bahwa akan dibongkar bangunan bangunan yang dibangun di atas anak sungai Sawangan. Sedangkan untuk sedimen yang terus hanyut dari areal sungai tersebut nanti kita akan cari solusi. Itu tepatnya di Welong terkait sedimen yang ada disana,” pungkas Lurah Perkamil.

Pantauan Manado Post, sedimen yang telah menggunung usai diangkat dari sungai, masih menunggu angkutan untuk segera diangkat. Sehingga ketika hujan turun, sedimen tidak hanyut kembali ke sungai dan menyebabkan pendangkalan. (des)

Most Read

Artikel Terbaru

/