32.4 C
Manado
Rabu, 17 Agustus 2022

TEROBOSAN PANGLIMA TNI: Kasus Nagreg-Natuna-Senjata Diambil Tindakan Tegas Jenderal Andika Perkasa

MANADOPOST.ID – Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menindak tegas Kolonel Priyanto, Kopda Andreas DA dan Koptu Ahmad Soleh terkait tewasnya sejoli di Nagreg dan dibuang ke Sungai Serayu.

 

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa melakukan tindakan tegas terhadap tiga anggota TNI AD yang terlibat dalam kasus kematian Handi Saputra (16) dan Salsabila (14) ini. Sikap Panglima TNI ini diapresiasi DPP Garda Empat Pilar (Gelar) Nusantara.

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Sekretaris Jenderal DPP Gelar Nusantara, Usep Mujani menyatakan, langkah tersebut merupakan penegasan menegaskan visi TNI adalah Kita, sebagai terobosan Panglima TNI dalam rangka reformasi dan menjadikan TNI semakin dicintai masyarakat.

 

“Kami mengapresiasi langkah tegas panglima, karena jadi catatan penting dalam seratus hari kinerja beliau. Ada pesan optimisme bagi kita sebagai masyarakat,” ujarnya, Senin (27/12).

 

Tidak hanya itu, kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut juga menilai langkah pendekatan sosial-teritorial di Papua dan Papua Barat dengan kebijakan penambahan Kodim dan pengiriman tamtama sudah tepat. Kebijakan ini menunjukkan pendekatan yang lebih humanis dan terukur.

 

“Kita berharap pola pengamanan dengan pendekatan teritorial-sosial dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, kita mendukung pendekatan humanis dan terukur dari panglima,” jelas Usep lagi.

 

Ia juga menjelaskan, penegakan aturan yang selalu dikampanyekan oleh panglima telah teruji di berbagai momen..Seperti penindakan tegas atas Prada Yotam Bugiagge (YB) yang meninggalkan dinas tanpa izin dan membawa satu pucuk senjata api jenis SS-2 V1, menyikapi situasi Laut Natuna dan terkait kasus kecelakaan di Nagreg.

 

“Sikap tegas atas penegakan aturan dan terobosan-terobosan dari panglima memberikan optimisme bagi masyarakat, kami yakin TNI akan semakin dicintai oleh masyarakat”, pungkasnya. (ral/rmol/pojoksatu)

 

MANADOPOST.ID – Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menindak tegas Kolonel Priyanto, Kopda Andreas DA dan Koptu Ahmad Soleh terkait tewasnya sejoli di Nagreg dan dibuang ke Sungai Serayu.

 

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa melakukan tindakan tegas terhadap tiga anggota TNI AD yang terlibat dalam kasus kematian Handi Saputra (16) dan Salsabila (14) ini. Sikap Panglima TNI ini diapresiasi DPP Garda Empat Pilar (Gelar) Nusantara.

 

Sekretaris Jenderal DPP Gelar Nusantara, Usep Mujani menyatakan, langkah tersebut merupakan penegasan menegaskan visi TNI adalah Kita, sebagai terobosan Panglima TNI dalam rangka reformasi dan menjadikan TNI semakin dicintai masyarakat.

 

“Kami mengapresiasi langkah tegas panglima, karena jadi catatan penting dalam seratus hari kinerja beliau. Ada pesan optimisme bagi kita sebagai masyarakat,” ujarnya, Senin (27/12).

 

Tidak hanya itu, kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut juga menilai langkah pendekatan sosial-teritorial di Papua dan Papua Barat dengan kebijakan penambahan Kodim dan pengiriman tamtama sudah tepat. Kebijakan ini menunjukkan pendekatan yang lebih humanis dan terukur.

 

“Kita berharap pola pengamanan dengan pendekatan teritorial-sosial dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, kita mendukung pendekatan humanis dan terukur dari panglima,” jelas Usep lagi.

 

Ia juga menjelaskan, penegakan aturan yang selalu dikampanyekan oleh panglima telah teruji di berbagai momen..Seperti penindakan tegas atas Prada Yotam Bugiagge (YB) yang meninggalkan dinas tanpa izin dan membawa satu pucuk senjata api jenis SS-2 V1, menyikapi situasi Laut Natuna dan terkait kasus kecelakaan di Nagreg.

 

“Sikap tegas atas penegakan aturan dan terobosan-terobosan dari panglima memberikan optimisme bagi masyarakat, kami yakin TNI akan semakin dicintai oleh masyarakat”, pungkasnya. (ral/rmol/pojoksatu)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/