30.4 C
Manado
Jumat, 19 Agustus 2022

Super Jet Hadir Kala Garuda Indonesia Diambang Kebangkrutan

MANADOPOST. ID–Ditengah pandemi Covid-19 yang berakibat pada anjloknya industri penerbangan, Garuda Indonesia diambang kebangkrutan akibat piutang yang terus bertambah tiap bulannya.

Dikutip dari Bloomberg, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam pernyataannya mengatakan Garuda Indonesia memiliki utang sebesar Rp70 triliun atau US$4,9 miliar. Jumlah utang tersebut bertambah lebih dari Rp1 triliun per bulannya seiring dengan penundaan pembayaran yang dilakukan perusahaan kepada pemasok.

Bahkan saat ini arus kas Garuda Indonesia berada di zona merah dan memiliki ekuitas minus Rp41 triliun.

Menurut Irfan, saat ini Garuda Indonesia hanya beroperasi dengan tidak lebih dari setengah armadanya yang berjumlah 142 pesawat.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Disisi lain, saat ini telah hadir maskapai bernama Super Air Jet, yang dikabarkan akan segera mengudara di langit Indonesia.

Bahkan dalam situs tempo.co Kementerian Perhubungan telah menerbitkan sertifikat operator udara atau AOC untuk maskapai Super Jet Air. Sertifikat itu diberikan untuk tipe pesawat Airbus A320.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto, proses sertifikasi AOC dilakukan sejak September 2020 selama sembilan bulan. Dengan selesainya seluruh tahapan sertifikasi ini, Super Air Jet dinyatakan telah memenuhi seluruh persyaratan teknis dan keselamatan sebagai pemegang sertifikat operator udara.(des) 

MANADOPOST. ID–Ditengah pandemi Covid-19 yang berakibat pada anjloknya industri penerbangan, Garuda Indonesia diambang kebangkrutan akibat piutang yang terus bertambah tiap bulannya.

Dikutip dari Bloomberg, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam pernyataannya mengatakan Garuda Indonesia memiliki utang sebesar Rp70 triliun atau US$4,9 miliar. Jumlah utang tersebut bertambah lebih dari Rp1 triliun per bulannya seiring dengan penundaan pembayaran yang dilakukan perusahaan kepada pemasok.

Bahkan saat ini arus kas Garuda Indonesia berada di zona merah dan memiliki ekuitas minus Rp41 triliun.

Menurut Irfan, saat ini Garuda Indonesia hanya beroperasi dengan tidak lebih dari setengah armadanya yang berjumlah 142 pesawat.

Disisi lain, saat ini telah hadir maskapai bernama Super Air Jet, yang dikabarkan akan segera mengudara di langit Indonesia.

Bahkan dalam situs tempo.co Kementerian Perhubungan telah menerbitkan sertifikat operator udara atau AOC untuk maskapai Super Jet Air. Sertifikat itu diberikan untuk tipe pesawat Airbus A320.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto, proses sertifikasi AOC dilakukan sejak September 2020 selama sembilan bulan. Dengan selesainya seluruh tahapan sertifikasi ini, Super Air Jet dinyatakan telah memenuhi seluruh persyaratan teknis dan keselamatan sebagai pemegang sertifikat operator udara.(des) 

Most Read

Artikel Terbaru

/