30.4 C
Manado
Jumat, 19 Agustus 2022

Gereja Kristen Jawa Ditolak Warga, di Daerah Capres Survei Tertinggi Ganjar Pranowo, Polisi Mediasi

MANADOPOST.ID – Penolakan warga dan tokoh masyarakat atas pembangunan Gereja Kristen Jawa di Dusun Sibentar Desa Tlogoguwo Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), sempat ramai beberapa waktu lalu.

 

Jateng sendiri dipimpin Gubernur Ganjar Pranowo, pemilik survei tertinggi Calon Presiden RI 2024. Kondisi itu disikapi oleh Polres Purworejo dengan memfasilitasi pertemuan mediasi di Polres Purworejo, Senin (27/12).

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Mediasi dihadiri kedua belah pihak, yakni pihak yang berkeinginan membangun gereja dan pihak warga yang menolak pembangunan gereja di wilayahnya. Mediasi juga dihadiri Kepala Desa Tlogoguwo, BPD Tologoguwo, serta perwakilan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Purworejo.

 

Dalam mediasi tersebut, warga menyampaikan kekesalannya karena merasa ditipu soal izin pembangunan gereja. Izin yang semula hanya izin persetujuan pembuatan rabat beton desa menjadi izin pendirian gereja di tanah milik Sutopo yang merupakan salah satu jemaat.

 

Peristiwa itu terjadi pada tahun 2006 dan sempat terjadi kesepakatan damai antara warga dan pihak majelis gereja. Pihak gereja pun sempat tidak melanjutkan pembangunan di tempat tersebut. Namun, kesepakatan tahun 2006 itu tidak diindahkan. Pada tanggal 21 Desember 2021, pihak majelis gereja melanjutkan pembangunan gedung yang sudah lama mangkrak. Akibatnya banyak warga dan tokoh masyarakat sekitar bereaksi atas hal tersebut.

MANADOPOST.ID – Penolakan warga dan tokoh masyarakat atas pembangunan Gereja Kristen Jawa di Dusun Sibentar Desa Tlogoguwo Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), sempat ramai beberapa waktu lalu.

 

Jateng sendiri dipimpin Gubernur Ganjar Pranowo, pemilik survei tertinggi Calon Presiden RI 2024. Kondisi itu disikapi oleh Polres Purworejo dengan memfasilitasi pertemuan mediasi di Polres Purworejo, Senin (27/12).

 

Mediasi dihadiri kedua belah pihak, yakni pihak yang berkeinginan membangun gereja dan pihak warga yang menolak pembangunan gereja di wilayahnya. Mediasi juga dihadiri Kepala Desa Tlogoguwo, BPD Tologoguwo, serta perwakilan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Purworejo.

 

Dalam mediasi tersebut, warga menyampaikan kekesalannya karena merasa ditipu soal izin pembangunan gereja. Izin yang semula hanya izin persetujuan pembuatan rabat beton desa menjadi izin pendirian gereja di tanah milik Sutopo yang merupakan salah satu jemaat.

 

Peristiwa itu terjadi pada tahun 2006 dan sempat terjadi kesepakatan damai antara warga dan pihak majelis gereja. Pihak gereja pun sempat tidak melanjutkan pembangunan di tempat tersebut. Namun, kesepakatan tahun 2006 itu tidak diindahkan. Pada tanggal 21 Desember 2021, pihak majelis gereja melanjutkan pembangunan gedung yang sudah lama mangkrak. Akibatnya banyak warga dan tokoh masyarakat sekitar bereaksi atas hal tersebut.

Most Read

Artikel Terbaru

/